Poster 27 Steps of May dan Nervous Translation
Poster 27 Steps of May dan Nervous Translation

JAFF 2018 Berakhir, 27 Steps of May Menang Film Asia Terbaik

Hiburan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)
Purba Wirastama • 06 Desember 2018 18:14
Yogyakarta: Jogja-NETPAC Asian Film Festival telah digelar selama delapan hari di Yogyakarta hingga Selasa kemarin. 27 Steps of May, film cerita garapan sutradara Ravi Bharwani dan dibintangi Raihaanun, meraih Golden Hanoman Award atau film panjang Asia terbaik.
 
Menurut sinopsis resmi, 27 Steps of May berkisah tentang May, perempuan yang diperkosa oleh sekumpulan geng delapan tahun silam saat masih berusia 14 tahun. Ayahnya (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga sang putri.
 
Seorang pesulap (Ario Bayu) pindah ke rumah sebelah dan membuat celah kecil di dinding pelindung milik May. Pesulap itu membangkitkan rasa ingin tahu May, yang lantas membangkitkan emosinya dan membebaskan dirinya untuk bergerak maju.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kategori yang sama, film Nervous Translation asal Filipina garapan sutradara Shireen Seno meraih Silver Hanoman Award atau film panjang Asia terbaik kedua.
 
Kedua film tersebut masuk program kompetisi bersama tujuh film lain. Ada Night God (Adilkhan Yerzhanov/), One Cut of the Dead (Shinichiro Ueda), A Land Imagined (Yeo Siew Hua), The Widowed Witch (Cai Chengjie), Grit (Cynthia Wade & Sasha Friedlander), In the Claws of a Century Waiting (Jewel Maranan), dan Die Tomorrow (Nawapol Thamrongrattanarit).
 
Facing Death with Wirecutter, film Irak garapan sutradara Sarwah Abdullah, menang sebagai film pendek Asia terbaik dan menerima Blencong Award.
 
Nyanyian Akar Rumput, film dokumenter garapan Yuda Kurniawan, meraih NETPAC Award karena dinilai memberi kontribusi dalam gerakan sinema baru. Film ini mengikuti kisah Fajar Merah, putra sastrawan dan aktivis HAM Wiji Thukul, dalam menghidupkan kembali puisi sang ayah lewat proyek musik Merah Bercerita.
 
JAFF 2018 melanjutkan program kompetisi baru khusus untuk kategori film cerita panjang Indonesia. Dari delapan film yang masuk program, Petualangan Menangkap Petir (Fourcolours Films) menang sebagai film terbaik.
 
Love For Saleyang naskahnya digarap Andibachtiar Yusuf dan Irfan Ramly menang sebagai naskah terbaik. Reza Rahadian menjadi aktor terbaik lewat film If This Is My Story garapan sutradara Djenar Maesa Ayu dan Kan Lume.
 
Hanung Bramantyo, lewat film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta meriah penghargaan sutradara terbaik. Lalu Amalia TS, lewat Aruna dan Lidahnya, meraih penghargaan sinematografi terbaik.
 
Dua penghargaan lain adalah Geber Award (film pilihan komunitas) untuk film Passage of Life garapan Akio Fujimoto dan Jogja Film Student Award (film pendek pilihan mahasiswa) untuk Grandma's Home garapan Nguyen Bao Anh.
 
Tahun ini adalah JAFF edisi ke-13 sejak digelar pertama pada 2006. Ada lebih dari 130-an film panjang dan pendek Asia ditayangkan baik dalam program kompetisi maupun non-kompetisi.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif