Ardit Erwandha (Foto: .Instagram @arditerwandha)
Ardit Erwandha (Foto: .Instagram @arditerwandha)

Ardit Erwandha Bongkar Masa Sulit: Pernah Diremehkan, Kini Kisahnya Bikin Haru!

Agustinus Shindu Alpito • 17 Maret 2026 20:14
Ringkasnya gini..
  • Ardit Erwandha mengaku karakter Arga di filmnya sangat mirip dengan perjuangan hidupnya di masa lalu
  • Ia pernah diremehkan saat mulai berkarya, hingga merasa minder dan sering dibandingkan orang lain.
  • Peran Arga justru mengubah Ardit, membuatnya lebih berani mengungkapkan perasaan dan refleksi diri.
Jakarta: Ardit Erwandha, pemeran Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti, menceritakan bagaimana karakter Arga ini yang ternyata cukup dekat dengan hidup dia sendiri.
 
Film ini sendiri menceritakan tentang seorang pengangguran yang sudah tiga tahun belum bisa memastikan masa depannya. Di tengah tekanan keluarga, perbandingan sama sepupu, sampai masalah ekonomi dan hubungan, dia lebih banyak memendam semuanya sendiri.
 
Dan ternyata, hal-hal seperti itu bukan sesuatu yang asing untuk Ardit.

Ardit mengaku kalau banyak bagian dari Arga yang mirip sama dirinya di masa lalu. Mulai dari susah cari kerja, merasa minder, sampai sering dibanding-bandingin sama orang lain.
 
“Kayak susah nyari kerja, dibanding-bandingin, terus bagi-bagi brosur saya juga pernah ngerasain, banyak sih,” ceritanya.
 
Ardit juga bercerita sebelum dikenal sekarang ia sempat bikin short video seperti company profile, dan lainnya bersama teman-temannya. Ngulik kamera, editing, semua dilakukan. Di saat itu ada satu komen temannya sendiri di sosial medianya yang berisi, 
 
“ngapain sih orang-orang itu bikin video, ikut-ikut Raditya Dika,” kata Ardit, hal itu terjadi sekitar di tahun 2010. 
 
Temannya juga menyindir apakah Ardit akan terkenal juga menjadi stand up comedy?
 
Karena itu, Ardit tidak perlu terlalu mencari karakter Arga. Tapi yang menarik, dia justru merasa proses ini bukan hanya untuk memerankan Arga, tapi ia merasa belajar dari karakter itu.
 
“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi justru Ardit ini yang mempelajari dari Arga. Karena nggak usah jauh-jauh untuk mencari Arga, karena memang banyak terjadi di sekeliling kita gitu loh,” kata Ardit.
 
“Nah bagaimana Arga memandang dunia yang membuat Ardit belajar,” lanjutnya.
Salah satu pelajaran yang paling berbekas di Ardit adalah perubahan karakter Arga, dari yang awalnya lebih banyak diam dan memendam, sampai akhirnya berani ngomong.
 
Hal itu ternyata kebawa juga ke kehidupan pribadinya setelah syuting selesai.
 
“Jadi bagaimana Arga yang awalnya memendam, sampai akhirnya bisa mengutarakan apa yang ada di otaknya,” kata Ardit.
 
“After Arga tuh saya mencoba untuk mengkomunikasikan semuanya gitu.”
 
“Saya belajar untuk kalau nggak suka ngomong, kalau suka saya apresiasi gitu,” lanjutnya.
Bahkan di hari terakhir syuting, Ardit sempat merasakan momen yang cukup emosional.
 
Ardit menceritakan saat setelah semua selesai, dia memilih menyendiri dan akhirnya nangis. Bukan karena adegan, tapi karena mixed feelings yang akhirnya keluar.
 
Ardit teringat masa lalunya, perjuangan yang pernah dia lewati, dan juga ketakutan yang ia rasakan selama proses film ini.
 
Takut tidak bisa memenuhi ekspektasi, takut membuat filmnya jadi kurang maksimal, apalagi dia dikelilingi banyak aktor hebat.
 
Tapi di sisi lain, ada rasa lega karena akhirnya ia bisa ngelewatin semuanya.
 
Menariknya lagi, ada satu momen di film yang ternyata paling kena ke penonton. Bukan adegan yang terlalu besar atau dramatis, tapi justru scene sederhana saat Arga memberi gaji pertamanya ke ibunya.
 
Ardit sendiri nggak menyangka kalau momen itu bakal sekuat itu.
 
“Ada beberapa scene yang nggak dibikin haru, tapi karena ngerasa ini real sekali, jadi haru sekali gitu. Kayak misalnya saya nggak nyangka, saya pikir akan terharu di titik ini sama titik ini, tapi ternyata terharunya justru saat Arga memberikan gaji pertamanya ke ibu,” cerita Ardit.
 
Dari situ terlihat kalau film ini kuat bukan karena dramanya, tapi karena jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
 
Dan mungkin itu juga yang bikin banyak orang bisa relate dengan Arga karena di satu titik, kita semua pernah ada di posisi yang sama.
 
Tonton lebih lengkap di : https://www.youtube.com/watch?v=fncOxHMEI40&t=1046s
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA