Sutradara August Himmawan, mengungkapkan proses produksi film ini penuh tantangan. Dok. Ist
Sutradara August Himmawan, mengungkapkan proses produksi film ini penuh tantangan. Dok. Ist

Jejak Wallacea, Film Dokumenter yang Buka Mata soal Laut Indonesia

Medcom • 06 Mei 2026 21:08
Ringkasnya gini..
  • Film ini mengangkat kisah perjuangan masyarakat pesisir di wilayah Wallacea dalam menjaga ekosistem laut.
  • Proses produksi film ini penuh tantangan.
  • Wallacea memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa.
Jakarta: Film dokumenter Jejak Wallacea resmi diputar di Auditorium I CGV FX Sudirman, Rabu 6 Mei 2026. Film yang diproduksi oleh Arise! Indonesia bersama Burung Indonesia ini mengangkat kisah perjuangan masyarakat pesisir di wilayah Wallacea dalam menjaga ekosistem laut dari praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
 
Lewat dokumenter ini, penonton diajak melihat langsung realita di kawasan pesisir Indonesia Timur, mulai dari ancaman bom ikan, penggunaan racun, hingga penangkapan satwa laut dilindungi seperti penyu. Di tengah berbagai ancaman tersebut, masyarakat lokal tetap berupaya menjaga laut melalui kearifan lokal dan hukum adat yang diwariskan turun-temurun.
 
Produser sekaligus sutradara film, August Himmawan, mengungkapkan proses produksi film ini penuh tantangan. Dengan tim kecil yang terdiri dari lima orang dan beberapa kru lapangan, mereka harus merekam aktivitas masyarakat di empat provinsi Indonesia Timur selama 22 hari.
 
“Tim harus menyeberang ke pulau-pulau kecil menggunakan perahu nelayan, menyelam di area konservasi, hingga naik bukit terjal menuju desa adat,” ujarnya.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat pesisir sebenarnya sudah bergerak menjaga laut tanpa harus memahami teori keberlanjutan yang rumit. Bagi mereka, menjaga laut berarti menjaga sumber kehidupan untuk generasi berikutnya.
 
Marine Specialist Burung Indonesia sekaligus Team Leader Program Kemitraan Wallacea II, Wahyu Teguh Prawira, menjelaskan bahwa Wallacea memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa, mulai dari terumbu karang, hutan mangrove, hingga padang lamun yang menjadi rumah bagi ribuan spesies penting dan endemis.
 
Namun di balik keindahannya, wilayah ini menghadapi ancaman serius akibat praktik penangkapan ikan yang merusak serta aktivitas di kawasan konservasi laut.
 
Melalui Program Kemitraan Wallacea II, Burung Indonesia bersama berbagai mitra dan pemerintah daerah berupaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga pesisir dan laut sebagai sumber pangan sekaligus ruang hidup mereka.
 
Selain berfokus pada konservasi, program ini juga membantu membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan pesisir lewat pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
 
Lewat Jejak Wallacea, pesan tentang pentingnya menjaga laut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dan emosional. Dokumenter ini bukan hanya menampilkan keindahan alam Indonesia Timur, tetapi juga perjuangan masyarakat yang berada di garis depan menjaga ekosistem laut tetap hidup.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA