Jakarta: Kesuksesan film horor Backrooms di box office mendorong perilisan ulang dalam versi yang lebih panjang. Mulai 3 Juli 2026, film tersebut akan kembali diputar di sejumlah jaringan bioskop Amerika Serikat dengan tambahan sekitar 15 menit klip eksklusif.
Selain durasi yang lebih panjang, penonton juga akan disuguhi adegan baru yang muncul setelah kredit penutup (post-credit scene). Perilisan ulang ini menjadi strategi untuk mengajak para penggemar kembali ke bioskop setelah Backrooms mencetak kesuksesan besar secara global.
Melansir daftar penayangan di situs web AMC Theatres, edisi terbaru itu akan hadir dengan judul Backrooms: Everything Must Go Edition. Durasinya mencapai 126 menit, bertambah 15 menit dibanding versi orisinal yang berdurasi 111 menit.
Keputusan merilis versi extended merupakan buntut dari performa film tersebut selama di box office. Diproduksi dengan anggaran US$10 juta (Rp179,5 miliar), Backrooms telah meraup pendapatan lebih dari US$330 juta (Rp5,9 triliun) di seluruh dunia sejak tayang perdana pada 10 Juni 2026.
Capaian tersebut menjadikan Backrooms sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah rumah produksi A24. Film ini juga tercatat sebagai salah satu rilisan paling menguntungkan tahun ini.
Meski demikian, Variety melaporkan bahwa A24 belum memberikan konfirmasi resmi mengenai perilisan edisi extended tersebut. Hingga kini, belum ada informasi mengenai penayangannya di luar Amerika Serikat, termasuk Indonesia.
Di balik kesuksesan itu, Kane Parsons juga terus menorehkan berbagai pencapaian sebagai kreator sekaligus sutradara. Debut Backrooms mengukuhkannya sebagai sutradara termuda yang berhasil membawa filmnya menduduki peringkat pertama box office. Parsons baru berusia 20 tahun saat film tersebut dirilis.
Lewat pencapaian itu, YouTuber tersebut mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Josh Trank. Sang sutradara berusia 27 tahun ketika Chronicle (2012) debut di puncak box office dengan pendapatan pembuka sebesar US$22 juta (Rp395 miliar).
Parsons juga menjadi salah satu kreator YouTube yang sukses menembus industri perfilman dengan mengubah popularitasnya di dunia maya menjadi kesuksesan di layar lebar. Selain dirinya, ada Curry Barker yang lebih dulu mencuri perhatian lewat Obsession.
Backrooms diadaptasi dari serial web populer karya Parsons yang mengangkat konsep liminal spaces—ruang dan struktur yang terasa ganjil, menyeramkan, serta seolah tak berujung. Konsep tersebut dalam beberapa tahun terakhir menjadi fenomena di berbagai platform daring, termasuk Reddit dan TikTok.
Film ini mengikuti kisah Clark (Chiwetel Ejiofor), seorang pemilik toko furnitur yang hidupnya berantakan. Ia menemukan celah misterius di ruang bawah tanah yang menyeretnya ke dunia asing bernama Backrooms, sebuah labirin kuning tanpa ujung yang meniru kenyataan sekaligus mempermainkan ingatan manusia.
Bersama terapisnya, Mary (Renate Reinsve), Clark berusaha mengungkap rahasia kelam di balik ruang buatan tersebut yang mengaburkan batas antara realitas dan mimpi buruk.
Perilisan versi extended ini diharapkan mampu mempertahankan performa impresif Backrooms di box office di tengah persaingan dengan film-film musim panas seperti Toy Story 5 dan Minions & Monsters yang masih meramaikan bioskop global.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan