Cuplikan film Mountain Song (Foto: FourColoursFilms.com)
Cuplikan film Mountain Song (Foto: FourColoursFilms.com)

Film Mountain Song Wakili Indonesia Berkompetisi di Festival Film Shanghai 2019

Hiburan film indonesia
Cecylia Rura • 07 Juni 2019 16:55
Jakarta: Mountain Song menjadi film panjang pertama dari Indonesia yang tayang perdana dalam Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival 2019. Penulis naskah dan sutradara film ini, Yusuf Radjamuda masuk dalam dua nominasi yaitu kategori Sutradara Terbaik dan Penulis Naskah Terbaik.
 
Mountain Song adalah proyek dari Fourcolours Films, Halaman Belakang Films, dan proyek pertama bagi ReelOne Project. ReelOne adalah platform gagasan Fourcolours Films bagi bakat-bakat baru kreator film Indonesia dalam bentuk dapur pengembangan naskah, produksi dan distribusi film cerita berdurasi panjang. Produser dan sutradara Ifa Isfansyah menuliskan, film ini turut mendapat apresiasi dan dukungan dari beberapa pihak.
 
"Mountain Song terseleksi dalam program SeaScreen Lab @makassarscreen dan mendapatkan penghargaan untuk 'The Most Promising Project' dan fasilitasi post produksi dari @fixitworks dan @fourmixaudiopost," tulis @ifa_isfansyah, Jumat, 7 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film Mountain Song berkisah tentang Gimba, anak laki-laki berusia 6 tahun yang memiliki sikap pemalu. Gimba tinggal bersama ibunya berusia 45 tahun yang dalam keadaan sakit. Sementara mereka tinggal di daerah terpencil Pegunungan Pipikoro, Sulawesi Selatan, desa yang terisolasi dengan kesulitan akses ke dataran rendah. Tidak sedikit dari mereka meninggal dunia di perjalanan, salah satunya ayah Gimba.
 
Sejak kepergian sang ayah, Gimba tidak ingin jauh dari ibunya. Kemanapun Gimba pergi, dia membawa ibunya menggunakan tandu. Ibunya mengajarkan Gimba sebuah lagu yang dipercaya dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan ketika sendiri.
 
Dalam perjalanan, Gimba bertemu anak perempuan seusianya, Lara yang sangat misterius. Gimba duduk di tempat teduh memerhatikan orang berlalulalang sembari menunggu kehadiran Lara yang datang dan pergi dari hutan.
 
Yusuf Radjamuda memiliki rekam jejak panjang sebelum merilis Mountain Song. Beberapa film pendek garapannya tayang dalam festival film seperti Film Festival Solo, Film Festival Malang, dan Jogja-Netpac Asian Film Festival. Proyek film pendek Halaman Belakang mendapat apresiasi penghargaan di antaranya Dewantara Cup (Film Appreciation Indonesia 2013), Ladrang Award (Solo Film Festival 2013), dan Best Director France (Cinema Festival 2013). Film Yusuf Radjamuda juga ditayangkan dalam beberapa festival internasional di antaranya Hanoi IFF 2014, Dubai International Film Festival 2013, Vladivostok IFF 2014, Tissa IFF Morocco 2014, dan Experimenta Bangalore India 2015.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif