Jakarta World Cinema 2026 (Foto: instagram)
Jakarta World Cinema 2026 (Foto: instagram)

Pemenang Festival Film Cannes Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026

Elang Riki Yanuar • 01 Oktober 2026 23:16
Ringkasnya gini..
  • Fjord karya Cristian Mungiu, pemenang Palme d’Or Cannes 2026, dipilih sebagai film pembuka Jakarta World Cinema 2026.
  • Jakarta World Cinema 2026 menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 film yang telah meraih penghargaan festival internasional.
  • JWC 2026 mempertemukan pemenang Cannes, Venesia, dan Berlinale serta menghadirkan masterclass sinematografer Tudor Vladimir Panduru.
Jakarta: Film pemenang Palme d’Or Cannes 2026, Fjord akan menjadi film pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026. Film tersebut dipilih untuk mengawali perhelatan yang tahun ini menghadirkan ratusan film dari berbagai negara.

Jakarta World Cinema 2026 akan menghadirkan 207 film dari 69 negara dengan 120 di antaranya merupakan film yang telah meraih penghargaan dari berbagai festival film internasional.

Fjord menjadi salah satu film yang paling menonjol dalam program JWC tahun ini setelah berhasil meraih penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 2026. Karya Cristian Mungiu tersebut akan menjadi film yang membuka rangkaian festival secara resmi.

Selain menghadirkan film pemenang Cannes, JWC 2026 juga mempertemukan sejumlah karya yang mendapat penghargaan utama dari festival film dunia. Program tersebut menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan film-film yang sebelumnya menjadi bagian dari perhelatan sinema internasional.

Salah satunya adalah Minotaur karya Andrey Zvyagintsev yang meraih Grand Prix Festival Film Cannes 2026. Ada pula All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi yang membawa pemeran utamanya meraih penghargaan Best Actress di Cannes tahun ini.
 

Film terbaru Jesse Eisenberg berjudul The Debut juga masuk dalam jajaran program JWC 2026. Kehadiran sejumlah nama sineas ternama tersebut memperlihatkan luasnya cakupan film yang disiapkan festival untuk penonton Indonesia.

JWC 2026 turut menghadirkan Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang meraih Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026. Sementara itu, Woman Unknown karya May el-Toukhy tercatat sebagai pemenang Golden Lion di festival yang sama.

Dari Festival Film Internasional Berlin atau Berlinale, JWC menghadirkan Yellow Letters karya Ilker Çatak. Film tersebut merupakan pemenang Golden Bear untuk Film Terbaik Berlinale 2026 dan akan tersedia dalam program pemutaran daring JWC.

Dengan hadirnya Fjord, Woman Unknown, dan Yellow Letters, JWC 2026 mempertemukan film-film yang meraih penghargaan tertinggi dari Cannes, Venesia, dan Berlin dalam satu rangkaian festival. Program tersebut menjadi salah satu bagian yang menonjol dari edisi tahun ini.

Tak hanya mengandalkan deretan film, JWC 2026 juga membawa program yang mempertemukan pelaku perfilman dengan penonton. Sinematografer Tudor Vladimir Panduru, yang menggarap sinematografi Fjord, dijadwalkan hadir langsung di Jakarta.

Panduru akan mengisi sesi masterclass untuk membagikan pengalaman dan pendekatannya dalam membangun visual film. Sesi tersebut ditujukan bagi sineas, pelaku industri, serta penikmat film yang ingin mengetahui lebih jauh proses kreatif di balik sinematografi.

"Visi kami untuk Jakarta World Cinema sejak awal adalah menjembatani sinema kelas dunia dengan audiens di Indonesia, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat cinema culture penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Frederica, Executive Director JWC.
 

“Misi kami adalah menciptakan ruang yang inklusif, tempat keunggulan sinematik dapat melampaui batas-batas negara. Dengan menghadirkan film-film penting ini ke layar Indonesia, kami berharap dapat memantik percakapan, menginspirasi para pembuat film lokal, dan merayakan kekuatan sinema,” lanjutnya.

Festival Director JWC, Shandy Gasella, menilai keberadaan film-film peraih penghargaan utama dalam satu edisi menjadi bagian penting dari program tahun ini. Menurut dia, penonton Indonesia dapat melihat perkembangan sinema dunia melalui karya-karya tersebut.

“Menghadirkan 120 film peraih penghargaan saja sudah merupakan pencapaian besar. Namun, dapat menghadirkan sekaligus para pemenang Golden Bear, Palme d’Or, dan Golden Lion dalam satu edisi merupakan pencapaian tersendiri yang sangat berarti bagi kami,” ujar Shandy.

“Bagi para penikmat film di Indonesia, JWC menjadi kesempatan langka untuk merasakan denyut utama sinema dunia kontemporer secara langsung. Film-film ini bukan sekadar karya sinema, tetapi suara-suara yang berani, dan relevan. Akses terhadap sinema dengan kualitas seperti ini di dalam negeri dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan kultur sinema di Indonesia,” lanjutnya.

Selain film internasional, program JWC 2026 juga mencakup 96 film Asia dan 41 film yang disutradarai perempuan. Sebanyak 20 film lainnya merupakan perwakilan resmi negara masing-masing untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99.

JWC 2026 juga menyiapkan program penutupan melalui pemutaran perdana di Indonesia film horor Inherit karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun. Sineas yang dikenal lewat The Medium dan Shutter tersebut kembali membawa genre horor dalam karya terbarunya.

Bagi penonton di luar Jakarta, sebagian program JWC 2026 juga dapat disaksikan secara daring melalui KlikFilm. Pemutaran daring tersebut berlangsung mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026.

Informasi mengenai tiket, jadwal lengkap festival, serta program masterclass Tudor Vladimir Panduru akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang melalui kanal resmi Jakarta World Cinema.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA