Lukman Sardi dan Jerome Kurnia (Foto: instagram)
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia (Foto: instagram)

Lukman Sardi dan Jerome Kurnia Melawan Teror Iblis Kuno di Trailer Kuasa Gelap 2

Elang Riki Yanuar • 11 September 2026 08:22
Ringkasnya gini..
  • Trailer terbaru Kuasa Gelap: Perjanjian Darah memperkenalkan Rephaim, entitas kuno yang mengancam banyak manusia.
  • Kuasa Gelap: Perjanjian Darah memperluas skala teror dengan ancaman iblis purba dan konflik keyakinan Romo Rendra serta Romo Thomas.
  • Sekuel Kuasa Gelap mengangkat perjanjian darah, dosa, dan konsekuensi pilihan satu generasi yang harus ditanggung generasi berikutnya.
Jakarta: Trailer terbaru Kuasa Gelap: Perjanjian Darah langsung memperlihatkan teror yang harus dihadapi Romo Rendra dan Romo Thomas. Keduanya kembali menjalankan ritual eksorsisme ketika berhadapan dengan kekuatan jahat yang jauh lebih besar.

Sosok Daniel yang diperankan Venly Arauna menjadi salah satu sumber teror dalam trailer. Tubuhnya dirasuki iblis purba yang membuat situasi semakin mencekam dan membawa ancaman ke luar lingkup keluarganya.

Trailer juga untuk pertama kalinya memperlihatkan sosok Rephaim. Entitas kuno tersebut menjadi kekuatan utama yang dihadapi kedua Romo dalam sekuel Kuasa Gelap.

Rephaim bukan sekadar sosok iblis biasa. Entitas kuno tersebut digambarkan memiliki hubungan dengan Fallen Angels dan berusaha mencari manusia untuk dijadikan pengikut melalui sebuah perjanjian yang menuntut imbalan berupa nyawa.
Kemunculan Rephaim membuat ritual eksorsisme yang dilakukan Romo Rendra dan Romo Thomas menghadapi tantangan berbeda. Teror yang mereka hadapi tidak lagi berhenti pada satu orang, tetapi berpotensi mengancam banyak manusia.

Skala ancaman tersebut menjadi salah satu gambaran utama yang ditampilkan dalam trailer. Sutradara Rizal Mantovani mengatakan bahwa konflik dalam sekuel ini memang dibuat lebih besar dibandingkan film sebelumnya.

“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar sutradara Rizal Mantovani.

Di tengah ancaman tersebut, kondisi Romo Rendra dan Romo Thomas juga menjadi bagian penting dari cerita. Trailer memberikan gambaran bahwa keduanya tidak hanya berhadapan dengan kekuatan dari luar, tetapi juga harus mempertahankan keyakinan masing-masing.

Jerome Kurnia mengungkapkan perubahan dinamika kedua karakter dalam menghadapi teror tersebut. Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru dituntut menjadi sosok yang paling teguh.

“Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya,” ujar Jerome Kurnia.
Sementara itu, Lukman Sardi menilai kesiapan spiritual menjadi aspek penting dalam penggambaran seorang imam eksorsis. Hal tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Romo Rendra ketika menjalankan ritual pembebasan.

“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis,” ujar Lukman Sardi.

Selain menghadirkan teror supranatural, film ini membawa tema mengenai perjanjian manusia dengan kekuatan jahat. Produser Robert Ronny mengatakan cerita tersebut juga ingin menyoroti hubungan manusia dengan Tuhan setelah melakukan dosa.

“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.

Konsekuensi dari pilihan manusia juga menjadi salah satu tema yang dibawa film ini. Produser eksekutif Andi Boediman menyebut keputusan yang dibuat pada satu generasi dapat membawa akibat bagi generasi berikutnya.

“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar produser eksekutif Andi Boediman.

Film Kuasa Gelap 2 kembali dibintangi Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna. Mereka beradu akting dengan Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga menjadi film Indonesia kelima yang akan tayang dalam format IMAX. Selain itu, film tersebut hadir dalam format Magnify 8 di Cinépolis yang menggunakan kursi dengan teknologi getaran dan pengeras suara bass shaker.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA