Film Cerita Lila (Foto: instagram @sarawijayanto)
Film Cerita Lila (Foto: instagram @sarawijayanto)

Jadi Hantu di Film Cerita Lila, Shareefa Daanish Ternyata Aslinya Penakut

Elang Riki Yanuar • 07 Mei 2026 22:30
Ringkasnya gini..
  • Shareefa Daanish akui dirinya penakut meski dikenal sebagai ratu horor lewat film terbaru Cerita Lila.
  • Cerita Lila angkat kisah horor emosional dari penelusuran viral Sara Wijayanto yang ditonton lebih dari 11 juta kali.
  • Shareefa Daanish kembali jadi sosok menyeramkan dalam Cerita Lila yang tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.
Jakarta: Aktris Shareefa Daanish kembali memperkuat citranya sebagai ratu horor Indonesia lewat film terbaru berjudul Cerita Lila. Shareefa membagikan kisah menarik di balik perannya sebagai Rahma, sosok ibu penuh misteri yang menjadi pusat teror dalam film tersebut.
 
Meski sering tampil menyeramkan di layar lebar, Shareefa justru mengaku memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan karakter yang diperankannya. Ia menyebut dirinya sebagai pribadi yang mudah takut, terutama terhadap hal-hal berbau mistis.
 
"Saya tuh sebenarnya karakternya orangnya penakut gitu," ujar Shareefa sambil tertawa.

Pengakuan itu membuat banyak penggemar terkejut. Pasalnya, selama ini Shareefa dikenal sangat total dalam membawakan karakter-karakter horor yang intens dan menegangkan. Namun menurutnya, rasa takut tersebut justru menjadi alasan mengapa ia menikmati memainkan tokoh menyeramkan.
 
“Pas dikasih peran untuk jadi hantu atau jadi setan tuh salah satu yang bikin saya mau adalah karena saya bisa menakut-nakuti orang,” lanjutnya.
Bagi Shareefa, ada kesenangan tersendiri ketika berhasil membuat penonton merasa tegang lewat aktingnya. Ia bahkan bersyukur karena publik masih memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk tampil di genre horor yang sudah melekat kuat dengan namanya.
 
“Padahal penakut ya tapi nakut-nakutin orang ya enak ya. Jadi kalau dikasih kepercayaan itu dan orang suka berharap saya memerankan hantu lagi ya terima kasih atas kepercayaannya,” tuturnya.
 
Film Cerita Lila sendiri diadaptasi dari kisah penelusuran viral milik Sara Wijayanto di kanal YouTube DMS. Episode tersebut menjadi salah satu konten horor paling populer dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 11 juta views dan mendapat respons luas dari masyarakat.
 
Produser MVP Pictures, Amrit Punjabi, mengatakan proses adaptasi Cerita Lila membutuhkan waktu panjang agar hasil akhirnya benar-benar matang. Menurutnya, tim produksi tidak ingin terburu-buru mengangkat cerita viral tanpa pengembangan yang maksimal.
 
“Banyak kreator horor telah lebih dulu membawa karya mereka ke layar lebar. Namun untuk Cerita Lila, kami memilih untuk menunggu hingga cerita ini benar-benar siap untuk diadaptasi secara maksimal,” ujar Amrit Punjabi.
 
Cerita Lila mengikuti kisah arwah anak kecil bernama Lila yang terjebak dalam kenangan terakhir hidupnya. Ia terus mencari saudari kembarnya, Lili, sambil menunggu di sebuah rumah lama yang menyimpan banyak misteri kelam.
 
Situasi mulai berubah ketika seorang anak bernama Nia bersama ibunya, Tari, datang untuk menjual rumah tersebut. Nia yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata kemudian menjadi satu-satunya harapan bagi Lila untuk menyampaikan pesan terakhirnya.
 
Namun kehadiran mereka justru membangkitkan sosok Rahma, ibu kandung Lila yang menyimpan trauma dan dendam mendalam dari masa lalu. Teror demi teror mulai muncul hingga membuat batas antara dunia manusia dan dunia arwah perlahan menghilang.
 
 
Dalam kondisi mencekam itu, Nia akhirnya meminta bantuan Sara Wijayanto dan Wisnu Hardana untuk mengungkap rahasia kelam di balik tragedi keluarga tersebut sekaligus membantu arwah Lila menemukan ketenangan.
 
Sara Wijayanto mengaku pengalaman penelusuran Cerita Lila menjadi salah satu momen paling emosional yang pernah ia alami selama berkecimpung di dunia spiritual.
 
“Dari sekian banyak penelusuran yang pernah saya jalani, Cerita Lila adalah salah satu yang paling sulit untuk saya lupakan. Ada rasa kehilangan yang sangat dalam, yang tidak hanya terasa secara spiritual, tapi juga emosional. Kisah ini bukan sekadar tentang hal-hal mistis, tapi tentang hubungan, tentang keluarga, dan tentang luka yang belum sempat sembuh. Saya berharap versi filmnya bisa menyampaikan perasaan yang sama bahkan mungkin lebih dalam kepada penonton,” ungkap Sara.
 
Selain Shareefa Daanish, film ini juga dibintangi Lutesha, Myesha Lin, Firzanah Alya, Wafda Saifan, Whani Darmawan, Jovial Da Lopez, Aci Resti, Eduwart Manalu, hingga Enrico Winaldy. Film ini dijadwalkan tayang mulai 18 Juni 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA