Film yang diprakarsai rumah produksi Citra Visual Sinema dan Sonia Gandi Cinema itu mengangkat kematian tragis bocah 8 tahun bernama Engeline.
Proses hukum yang belum selesai menjadi alasan Arist menolak film tersebut.
"Kami mengapresiasi selama itu untuk mengampanyekan antikekerasan pada anak. Tapi kami punya syarat, pembuatan film haruslah berdasarkan kisah nyata. Ini kan proses hukumnya belum selesai. Jadi, tunggulah sampai palu diketuk," kata dia saat dihubungi Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Sebelumnya diberitakan, karena proses hukum Engeline yang belum tuntas, sang penulis skenario, Laila, sengaja mengubah nama Engeline menjadi Angeline.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Arist berujar, "Nah, itu jatuhnya akan jadi cerita fiksi. Termasuk eksploitasi dari kasus Engeline."
Arist melanjutkan, jika Citra Visual Sinema tetap menjalankan proyek film, maka Komnas PA akan melakukan gugatan.
"Kalau tetap lanjut sebelum proses hukum selesai, kami akan menggugat rumah produksi itu," tegasnya.
Untuk Angeline dijadwalkan tayang pada April mendatang. Bintang-bintang yang sudah tak asing namanya akan berkontribusi untuk film ini, seperti Kinaryosih, Paramitha Rusady, Dewi Hughes, hingga Roweina Umboh.
Ibu angkat sekaligus terdakwa pembunuh Engeline, Margriet Megawe juga menentang rencana produksi film tentang kisah hidup Engeline.
Melalui pengacaranya, Dion Pongkor, Margriet menyatakan keberatan.
Dion menyatakan, jika pembuatan film mengenai kisah hidup Engeline tetap dilakukan tanpa mendapat izin dari kliennya, maka hal itu melanggar norma sosial dan norma hukum.
"Kejadian yang belum terbukti di pengadilan, satu, itu dulu. Itu sudah salah. Kedua, kalau membuat film biografi tentang seseorang, harus meminta izin ke orangnya. Sekarang, dia bilang minta izin ke Hamidah (ibu kandung Engeline). Hamidah tahu apa soal Engeline? Tahu apa dia? Dia cuma melahirkan dan merawat cuma tiga hari. Yang tahu kehidupan Engeline siapa? Keluarga Margriet," ujar Dion Pongkor di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin, 10 Januari 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News