Institut Prancis Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Sinema Prancis (FSP) dalam format hybrid (luring dan daring) pada 6-21 Oktober 2022 (Foto:Dok)
Institut Prancis Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Sinema Prancis (FSP) dalam format hybrid (luring dan daring) pada 6-21 Oktober 2022 (Foto:Dok)

Festival Sinema Prancis 2022, Sebar Pesan Harapan dan Cita

Rosa Anggreati • 30 September 2022 09:15
Jakarta: Institut Prancis Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Sinema Prancis (FSP) dalam format hybrid (luring dan daring) pada 6-21 Oktober 2022.
 
Pada edisi ke-24, festival film asing pertama di Indonesia ini hadir dengan mengusung tema Generation. Dengan genre yang beragam (fiksi, serial pendek, animasi dan dokumenter), FSP menampilkan 19 film yang diputar di 21 lokasi yang tersebar di 13 kota di Indonesia, dan 5 film yang dapat diakses secara daring melalui platform video on demand MOLA. Seluruh film FSP dapat ditonton secara gratis dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan Inggris.
 
Dengan membawa pesan harapan, untuk perubahan di masa depan yang lebih baik, FSP menampilkan film-film yang dapat meningkatkan kesadaran akan tantangan utama di zaman kita, yaitu, perubahan iklim, pelestarian lingkungan, kepunahan massal spesies tetapi juga hak asasi manusia dan inklusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain FSP menyajikan ragam genre dari Sinema Prancis yang dapat dinikmati lintas generasi untuk memberikan cita dan semangat baru setelah 2 tahun terperangkap didalam pandemi covid-19.
 
Festival akan dibuka pada 6 Oktober dengan memutarkan film dokumenter yang menjadi film pilihan di Cannes Film Festival 2021, berjudul Animal, karya Cyril Dion, tentang perjalanan transformatif dua remaja yang memiliki kekhawatiran tentang kepunahan massal. Selain itu, acara pembukaan juga diramaikan dengan konser untuk tanaman dari grup musik asal Bandung, Bottlesmoker.
 
Berbagai acara yang dihelat ini sejalan dengan program Institut Prancis Indonesia, yaitu IFI untuk Bumi. Program kerja yang mendukung pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan membangun kesadaran tentang isu lingkungan melalui budaya. Untuk menikmati festival luring, para pecinta film Prancis dapat menghadirinya di 13 kota, yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Pontianak, Lampung, Samarinda, Kendari, Makassar dan Ambon.
 
Sebanyak 19 film Prancis menakjubkan akan disajikan dalam festival luring dari berbagai genre, yaitu drama (Bonne Mère, Ouistreham, Mon Lègionnaire), romantic drama (Illusions Perdues, Les Choses qu'on Dit Les Chose qu'on Fait, une Jeune Fille qui Va Bien), film keluarga (Les 2 Alfred & Petite Vampire), dua film dokumenter karya Sébastien Lifshitz (Adolescentes & Petite Fille).
 
Juga terdapat empat film Prancis dengan judul Animal, Mal de Pierres(From The Land of The Moon), Ne Te Returne Pas (Don’t Look Back), la Vénus à la Fourrure (Venus in Fur) serta 1 serial pendek Prancis berjudul Neuf Meuf (Nine Women), tersedia secara daring dan gratis hanya di MOLA pada 14–21 Oktober 2022.
 
Tidak menonton film, para cinephile juga diajak menghadiri dan mendiskusikan topik–topik menarik di dunia perfilman dalam program film industry discussion, seperti Women in Cinéma, Film Scoring, dan Jean-Luc Godard Retrospective. Kemudian seri 2 diskusi tentang dunia dokumenter dirangkai dalam gelaran program bernama soirée Documentaire, yang pertama yaitu tentang dokumenter dan eksperimental, setelah itu diskusi tentang tantangan dan peluang di industri film dokumenter.
 
Festival tahun ini lebih meriah, karena Anda dapat berpartisipasi baik secara luring atau daring, nonton di lokasi-lokasi pemutaran FSP atau di tempat ternyaman Anda, baik sendirian, bersama keluarga maupun dengan teman. Di mana pun tempatnya, dan dengan siapa pun kalian menonton, pastikan Anda mendapatkan programnya di website ataupun sosial media IFI.
 
(ROS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif