Pengumuman ini menjadi momen penting di tengah bangkitnya industri film Indonesia setelah masa pandemi. Fauzan menjelaskan bahwa salah satu fokus utama BPI ke depan adalah pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang perfilman. Upaya ini akan dilakukan lewat penyelarasan kurikulum, program magang terintegrasi, hingga mengirim talenta muda untuk belajar di sekolah film terbaik di luar negeri serta mengikuti berbagai program film lab internasional.
Selain itu, BPI juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dalam merevisi Undang-Undang Perfilman guna memperkuat kelembagaan, meningkatkan profesionalitas insan film, memperbesar dukungan pemerintah, memberikan kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta menjaga kebebasan berekspresi.
"Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional. Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi." ujar Fauzan.
Ia juga menambahkan bahwa BPI memiliki sejumlah program lain, seperti kampanye anti pembajakan film, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, serta menjalankan berbagai tugas sesuai amanat Undang-Undang Perfilman. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, turut menyampaikan harapannya terhadap kepengurusan yang baru. Ia menilai BPI memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan para pelaku industri film.
"BPI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintahdan insan perfilman. Kami berharap BPI dapat semakin menguatkan ekosistem perfilman Indonesia, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia." ujarnya.
Berikut struktur lengkap BPI periode 2026-2030.
A. Dewan Pengawas
- Judith Jubilina Dipodiputro (ketua)- Fajar Nugros
- Danu Murti
- Agustina Kusuma Dewi
- Nasaruddin Saridz
B. Dewan Penasehat
- Reza Rahadian (ketua)- Christine Hakim
- Joko Anwar
- Dede Yusuf
C. Dewan Pakar
- Dara Bunga Rembulan- Gusti Randa
- Immanuel Prasetya Gintings
- Adisurya Abdy
- Daniel Rudi Haryanto
- Muspita Leni Lolang
- Rully Sofyan
D. Ketua Umum
- Fauzan ZidniE. Sekretaris Jenderal
- Nazira C. NoerF. Bendahara Umum
- Sindy DewianaG. Wakil Sekjen Bidang Ekosistem Perfilman
- Aline JusriaH. Kepala Komunikasi
- Vivi CosterI. Kepala Sekretariat
- Rizky Yudo Atmaja
J. Ketua Bidang Organisasi
- Anggi FriscaK. Ketua Bidang Kebijakan Publik
- Suprayitno- Rommy Fibri Hardiyanto
L. Ketua Bidang Pengembangan SDM
- Naswan IskandarM. Ketua Bidang Hubungan Internasional
- Yulia Evina BharaN. Ketua Bidang Festival
- Wulan GuritnoO. Ketua Bidang Literasi Film
- Putri AyudyaP. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan
- Dyna Herlina SuwartoQ. Ketua Bidang Pengembangan Film Daerah
- Tonny TrimasantoR. Ketua Bidang Kerjasama
- Luna MayaS. Ketua Bidang Fasilitasi Pembiayaan
- Tesadesrada RyzaT. Pokja Kajian & Advokasi Rencana Induk Perfilman Nasional
- Aria Agni- Panji Wibowo
- Andi S. Boediman
- Kus Sudarsono
U. Pokja Kajian Akselerasi Pengembangan SDM
- Arif Sulistiyono- Celerina Judisari
- Rina Harahap
- Agung Sentausa
V. Pokja Kajian Pelestarian Film
- Riri Riza- Lisabona Rahman
W. Satgas Anti Pembajakan
- Hermawan Sutanto- Axel Hadiningrat
X. Komite Festival Film Indonesia 2026
- Ario Bayu (ketua)- Budi Irawanto
- Prilly Latuconsina
- Rahajeng Paramesrani
- Sofia Setyorini
- Andi F. Yahya
- Rangga Djoned
Badan Perfilman Indonesia (BPI) didirikan pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009. Lembaga ini bersifat mandiri dan dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah bersama bagi seluruh pelaku perfilman di Indonesia. BPI disahkan oleh Presiden dan mendapat fasilitasi dari Pemerintah.
Dalam menjalankan perannya, BPI bertugas memberikan masukan serta rekomendasi kepada Pemerintah untuk mendorong kebijakan di bidang perfilman, termasuk mempercepat penyusunan Peraturan Pemerintah tentang Rencana Induk Perfilman Nasional dan sanksinya.
Selain itu, BPI juga aktif menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam festival film, baik di dalam maupun luar negeri, serta mempromosikan Indonesia sebagai lokasi syuting bagi produksi film asing. BPI juga melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perfilman, memberikan penghargaan kepada para insan film, serta membantu memfasilitasi pendanaan untuk produksi film yang berkualitas.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News