Chicago The Musical (Foto: instagram)
Chicago The Musical (Foto: instagram)

Chicago The Musical Tayang Perdana di Jakarta, Sajikan Produksi Standar Internasional

Elang Riki Yanuar • 09 April 2026 17:43
Ringkasnya gini..
  • Chicago The Musical resmi dipentaskan di TIM Jakarta, jadi tonggak baru teater musikal Indonesia dengan lisensi resmi standar Broadway.
  • Produksi Chicago The Musical versi Indonesia menuntut performer triple threat, dengan koreografi berat dan nyanyi live tanpa jeda.
  • Aldafi Adnan menyebut Chicago bukan sekadar hiburan, tapi refleksi sosial tentang absurditas dunia yang menjadikan sensasi sebagai komoditas.
Jakarta: Chicago The Musical resmi membuka rangkaian pertunjukannya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pementasan ini menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan industri teater musikal Indonesia, karena menghadirkan produksi berlisensi resmi dengan standar artistik internasional.
 
Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara ADPRO dan Jakarta Art House. Kehadiran produksi besar seperti Chicago turut memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu kota yang mulai diperhitungkan sebagai pusat pertunjukan seni di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam ranah teater musikal.
 
Di bawah arahan Sutradara sekaligus Produser Aldafi Adnan, Chicago The Musical diadaptasi dengan pendekatan lokal tanpa menghilangkan identitas aslinya sebagai karya Broadway legendaris. Pementasan ini menampilkan keseimbangan antara hiburan, drama, dan pesan sosial yang tetap terasa relevan untuk penonton Indonesia.

Aldafi Adnan menegaskan bahwa produksi ini tidak hanya menonjolkan aspek glamor dan energinya saja, melainkan juga membawa kritik sosial yang menjadi roh utama musikal tersebut. 
 
"Dalam produksi ini, kami coba hadirkan Chicago The Musical bukan hanya sebagai musikal klasik yang penuh energi, humor, dan sensualitas, tapi juga sebagai refleksi sosial yang terasa tajam, teatrikal, dan penuh permainan panggung. Kami ingin menyoroti absurditas dari dunia yang menjadikan sensasi sebagai komoditas," katanya.
 
Visi tersebut terlihat dari detail pertunjukan yang digarap serius, mulai dari desain panggung, tata cahaya, hingga dinamika akting para pemain. Setiap elemen produksi dibuat saling mendukung agar cerita dapat tersampaikan secara kuat, sekaligus memberikan pengalaman teatrikal yang megah bagi penonton.
 
Deretan performer utama pun menjadi sorotan. Putri Indam Kamila dipercaya memerankan Roxie Hart, Galabby tampil sebagai Velma Kelly, sementara Gusty Pratama memerankan Billy Flynn. Ketiganya menghadirkan kualitas penampilan yang solid dengan tuntutan kemampuan akting, vokal, dan tari yang seimbang.
 
Kekuatan produksi ini juga didukung oleh arahan musik Ivan Tangkulung serta koreografi dari Hamada Abdool. Kombinasi tersebut membuat Chicago The Musical tampil sebagai pementasan yang matang secara teknis sekaligus kuat secara artistik, mendekati standar produksi Broadway yang menjadi rujukan dunia.
 
Hamada Abdool menekankan bahwa musikal ini dikenal sebagai salah satu pertunjukan yang paling berat dari sisi koreografi. Ia menyebut para pemain tidak hanya dituntut menari intens, tetapi juga harus menyanyi secara live sepanjang pertunjukan. 
 
"Chicago adalah musikal yang dance-heavy tapi para cast juga sambil nyanyi live. Sepanjang pertunjukan dipenuhi dengan koreografi berat. Tidak ada jeda yang nyaman untuk performer. Set design juga grande, benar-benar seperti versi broadway," ujarnya.
 
 
Tantangan serupa juga dirasakan langsung oleh para pemeran utama. Putri Indam Kamila mengungkapkan bahwa kesulitan terbesar bukan hanya soal teknis, tetapi bagaimana membuat cerita Chicago versi Indonesia tetap terasa dekat dengan penonton. 
 
“Yang paling menantang adalah bagaimana mencerminkan akting, vokal, dan tari Chicago The Musical dari Amerika ke Indonesia bisa menyentuh audiens dan terasa relevan di kehidupan Indonesia sehari-hari,” ujar Putri.
 
Sementara itu, Galabby juga menyoroti tantangan emosional dalam membawakan karakter Velma Kelly dengan bahasa Indonesia tanpa kehilangan nuansa khas musikal tersebut. 
 
Chicago The Musical Tayang Perdana di Jakarta, Sajikan Produksi Standar Internasional
 
"Gimana biar Chicago The Musical versi bahasa Indonesia ini lebih kena ke audiens, itu tantangannya. Gimana saya membawanya," kata Galabby.
 
Di sisi lain, Hamada Abdool menyebut ada beberapa adegan yang menjadi ujian utama bagi seluruh cast karena kompleksitas koreografi yang harus tetap presisi. Ia menyoroti dua nomor musikal paling rumit dalam pertunjukan. 
 
Dalam adegan Cell Block Tango, penonton disuguhkan kisah dari enam karakter yang menceritakan latar pembunuhan mereka masing-masing. Di saat yang sama, para performer lainnya tetap bergerak dalam formasi yang ketat, membuat adegan tersebut bukan sekadar nomor tari, tetapi juga bagian penting dari narasi yang membangun emosi cerita.
 
Lebih dari sekadar pertunjukan selama lima hari, kehadiran Chicago The Musical di Jakarta menjadi tonggak baru. Produksi ini membuktikan bahwa karya Broadway kelas dunia dapat dipentaskan di Indonesia dengan lisensi resmi, talenta lokal, serta kualitas yang tidak kalah dari standar internasional.
 
Chicago The Musical dijadwalkan tampil pada 8 hingga 12 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pementasan ini menjadi kesempatan bagi pecinta seni pertunjukan untuk menikmati pengalaman musikal kelas dunia secara langsung di Jakarta. Tiket tersedia melalui: [https://goers.co/chicagothemusical2026](https://goers.co/chicagothemusical2026).
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA