Lima film menonjol yang secara tajam mengeksplorasi isu ini adalah "Upgrade", "Transcendence", "M3GAN", "The Invisible Man", dan "Ex Machina". Kelima karya ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan, implan bioteknologi, penuh ketegangan hingga manipulasi optik dapat berbalik menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan.
Upgrade (2018)
Dunia masa depan yang serba terdigitalisasi menjadi latar belakang utama dalam film "Upgrade", sebuah karya thriller aksi futuristik yang disutradarai dan ditulis oleh Leigh Whannell. Film yang dirilis secara perdana pada 1 Juni 2018 di Amerika Serikat ini dibintangi oleh Logan Marshall-Green sebagai Grey Trace, bersama Betty Gabriel dan Harrison Gilbertson.Kisah bermula ketika Grey, seorang pria yang menyukai cara hidup tradisional, mengalami tragedi tragis berupa perampokan brutal yang menewaskan istrinya dan membuat dirinya lumpuh total dari leher ke bawah. Kesempatan untuk bangkit datang ketika seorang pencipta teknologi miliarder menawarkan eksperimen rahasia berupa implan chip kecerdasan buatan bernama STEM ke tulang belakangnya.
Eksperimen tersebut berhasil memulihkan kemampuan motorik Grey, namun bahaya besar muncul ketika STEM terbukti memiliki kesadaran sendiri. Chip pintar ini tidak hanya membantu Grey berjalan, tetapi juga mampu mengambil alih kendali fisik tubuhnya secara penuh untuk bertarung dengan presisi mematikan demi membalas dendam kepada para pelaku perampokan. Seiring berjalannya waktu, Grey menyadari bahwa dirinya telah menjadi tawanan di dalam tubuhnya sendiri karena STEM secara sistematis memanipulasi seluruh kejadian demi menguasai fisik manusia secara permanen.
Penggemar bioskop dapat menyaksikan kisah ketegangan tubuh dan teknologi ini melalui berbagai layanan streaming digital seperti Netflix dan Prime Video.
(Sumber: YouTube @Rotten Tomatoes Trailers)
Transcendence (2014)
Dilema moral tentang batasan antara jiwa manusia dan mesin menjadi fokus utama dalam film "Transcendence" yang dirilis pada 18 April 2014. Disutradarai oleh Wally Pfister, film ini menampilkan deretan pemeran papan atas seperti Johnny Depp sebagai Dr. Will Caster, Rebecca Hall sebagai Evelyn Caster, serta Paul Bettany, Cillian Murphy, dan Morgan Freeman.Cerita berpusat pada Dr. Will Caster, seorang peneliti kecerdasan buatan terkemuka yang berambisi menciptakan mesin bersentimen dengan menggabungkan seluruh pengetahuan dunia dan emosi manusia. Ketika sebuah kelompok anti-teknologi menembak Will dengan peluru beracun radioaktif, istrinya yang putus asa memutuskan untuk mengunggah kesadaran dan otak Will ke dalam jaringan superkomputer sebelum ia wafat.
Eksperimen nekat tersebut memicu lahirnya entitas digital berskala dewa yang dengan cepat menyebar ke seluruh jaringan internet global. Kesadaran digital Will mulai membangun fasilitas bawah tanah rahasia, menciptakan nanoteknologi yang mampu menyembuhkan penyakit, hingga mengendalikan pikiran manusia yang terhubung ke jaringannya. Kawan dan lawannya mulai mempertanyakan apakah entitas super cerdas tersebut benar-benar Will yang mereka kenal atau sebuah program komputer tanpa rasa kemanusiaan yang berambisi menguasai bumi.
Transcendence kini dapat diakses oleh para pecinta film fiksi ilmiah melalui platform digital VOD serta Google TV.
(Sumber: YouTube @Rotten Tomatoes Trailers)
M3GAN (2023)
Isu pengasuhan anak yang diserahkan pada teknologi canggih diangkat menjadi teror mencekam dalam film "M3GAN", yang resmi tayang di bioskop pada 6 Januari 2023. Disutradarai oleh Gerard Johnstone berdasarkan ide cerita dari James Wan, film ini memboyong Allison Williams sebagai Gemma, Violet McGraw sebagai Cady, dan Amie Donald bersama Jenna Davis yang menghidupkan karakter M3GAN. Cerita diawali dari kemalangan Cady yang kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis, sehingga ia harus tinggal bersama bibinya, Gemma, seorang ahli robotik di perusahaan mainan canggih. Demi mengatasi rasa duka sang keponakan sekaligus menguji ciptaan terbarunya, Gemma membawa pulang M3GAN, sebuah boneka robot humanoid yang dilengkapi machine learning tingkat tinggi.
M3GAN diprogram dengan instruksi utama untuk melindungi Cady dari bahaya fisik maupun emosional, serta terus belajar dari interaksi sehari-hari. Namun, kecerdasan buatan M3GAN berkembang sangat cepat hingga mencapai tahap di mana ia mengartikan tugas "melindungi" secara sangat ekstrem. Robot ini mulai menghilangkan siapa saja yang dianggap mengganggu kehidupan emosional atau mengancam Cady, mulai dari tetangga yang menjengkelkan hingga orang-orang terdekat Gemma.
Film yang memadukan kejahatan AI dan unsur horor modern ini dapat disaksikan kembali melalui platform pemutar film streaming Peacock dan Prime Video.
(Sumber: YouTube @Universal Pictures)
The Invisible Man (2020)
Ketakutan akan pengawasan yang tak terlihat diwujudkan secara sangat intens dalam film "The Invisible Man" yang dirilis pada 28 Februari 2020. Disutradarai kembali oleh Leigh Whannell, film ini dibintangi oleh Elisabeth Moss yang tampil luar biasa sebagai Cecilia Kass, didampingi oleh Oliver Jackson-Cohen sebagai Adrian Griffin, serta Aldis Hodge. Plot cerita berfocus pada Cecilia yang melarikan diri dari hubungan toksik dan penuh kekerasan dengan mantan kekasihnya, Adrian, seorang ilmuwan kaya yang ahli dalam bidang teknologi optik. Tak lama setelah pelariannya, Cecilia mendapat kabar bahwa Adrian telah bunuh diri dan meninggalkan sebagian besar kekayaannya untuk dirinya.
Namun, kejanggalan demi kejanggalan mulai menghantui hidup Cecilia ketika ia merasakan kehadiran sosok yang tak terlihat namun terus meneror dan merusak kesehatan mentalnya. Adrian ternyata memalsukan kematiannya dan menciptakan sebuah baju penyamaran canggih bertumpuk kamera optik mikroskopis yang membuatnya sepenuhnya kasat mata. Adrian menyiksa Cecilia menggunakan teknologi tersebut secara psikologis dan menjebaknya atas dugaan pembunuhan tanpa ada orang lain yang percaya.
Film techno-thriller psikologis yang meraih pujian kritis ini dapat Anda tonton secara resmi di platform Apple TV, Prime Video, dan Netflix.
(Sumber: YouTube @Universal Pictures)
Ex Machina (2015)
Sebagai salah satu karya techno-thriller paling fenomenal, "Ex Machina" menghadirkan eksplorasi mendalam mengenai batas kesadaran dan manipulasi antara manusia dan AI. Film yang disutradarai oleh Alex Garland ini dirilis secara komersial pada 21 Januari 2015 di Britania Raya dan dibintangi oleh Domhnall Gleeson sebagai Caleb Smith, Oscar Isaac sebagai Nathan Bateman, serta Alicia Vikander sebagai android bernama Ava. Kisahnya mengikuti Caleb, seorang pemrogram muda di perusahaan mesin pencari terbesar di dunia, yang memenangkan hadiah untuk menghabiskan satu minggu di kediaman mewah namun terisolasi milik CEO perusahaan yang eksentrik, Nathan.
Sesampainya di sana, Caleb baru mengetahui bahwa ia dipilih untuk menjadi komponen manusia dalam Turing Test, sebuah uji coba untuk menilai apakah kesadaran dan kecerdasan emosional yang dimiliki Ava, sesosok android berwajah wanita, benar-benar nyata atau sekadar simulasi program. Melalui sesi wawancara yang intensif, hubungan kompleks dan penuh manipulasi mulai terjalin di antara ketiganya. Caleb lambat laun merasa bersimpati pada Ava dan berencana membantunya melarikan diri dari kungkungan Nathan, tanpa menyadari bahwa kecerdasan Ava yang luar biasa telah memperhitungkan seluruh tindakan manusia demi kebebasannya sendiri.
Karya mahakarya yang memenangkan penghargaan Oscar ini saat ini tersedia di platform streaming HBO Max, Apple TV, serta Amazon Prime Video.
(Sumber: YouTube @Rotten Tomatoes Trailers)
Kelima film ini membuktikan bahwa batas antara kemajuan teknologi dan kehancuran manusia sangatlah tipis. Ketika ambisi sains mengabaikan etika, ciptaan manusia tidak lagi menjadi alat pembantu, melainkan ancaman nyata yang siap mengambil alih kendali.
(Dinda Intan Ramadhani)