Adegan dalam film Resident Evil: The Final Chapter. Foto: IMDb
Adegan dalam film Resident Evil: The Final Chapter. Foto: IMDb

5 Film Horor Mirip Resident Evil: Penuh Wabah, Mutasi, dan Teror Survival

Elang Riki Yanuar • 21 September 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • Lima film horor ini menawarkan teror wabah, zombie, mutasi, dan perjuangan hidup yang mengingatkan pada Resident Evil.
  • Dari 28 Days Later hingga REC, tiap film menghadirkan ancaman infeksi dan survival dengan atmosfer menegangkan.
  • Bukan cuma zombie, deretan film ini juga menyajikan eksperimen rahasia, karantina, dan makhluk hasil mutasi.

Jakarta: Resident Evil dikenal sebagai salah satu waralaba horor yang berhasil memadukan wabah biologis, eksperimen rahasia, monster hasil mutasi, dan aksi bertahan hidup. Formula tersebut membuat terornya tidak hanya bergantung pada zombie, tetapi juga pada situasi ketika manusia harus menghadapi ancaman yang semakin sulit dikendalikan.

Sensasi serupa ternyata bisa ditemukan dalam sejumlah film lain. Ada yang menghadirkan virus mematikan, kota yang berubah menjadi zona berbahaya, laboratorium misterius, hingga kelompok penyintas yang harus terus bergerak agar tetap hidup.

Berikut 5 film horor mirip Resident Evil:

1. 28 Days Later

 

28 Days Later menjadi salah satu pilihan menarik bagi penonton yang menyukai tema wabah dalam Resident Evil.

Film arahan Danny Boyle ini mengikuti Jim, seorang pria yang terbangun dari koma dan mendapati London dalam keadaan hampir kosong. Sebuah virus bernama Rage telah menyebar dan mengubah orang-orang yang terinfeksi menjadi sangat agresif.

Berbeda dengan gambaran zombie klasik yang bergerak lambat, para terinfeksi dalam film ini mampu berlari cepat dan menyerang secara brutal. Situasi tersebut membuat perjalanan para karakter terasa seperti perlombaan untuk tetap hidup.

DNA Resident Evil: wabah biologis, kota yang runtuh, manusia terinfeksi, dan perjuangan bertahan hidup di tengah kekacauan.

2. Dawn of the Dead

 

Bagaimana jika tempat yang terlihat aman justru berubah menjadi perangkap?

Itulah situasi yang dihadapi para karakter dalam Dawn of the Dead versi 2004. Film arahan Zack Snyder ini mengikuti sekelompok penyintas yang berlindung di sebuah pusat perbelanjaan setelah wabah zombie menyebar dengan cepat.

Ancaman bukan hanya datang dari para zombie di luar bangunan. Ketegangan juga muncul dari konflik antarmanusia yang terjebak dalam situasi ekstrem.

Film ini menawarkan tempo cepat, aksi brutal, serta zombie agresif yang membuat suasananya dekat dengan sisi penuh aksi dari Resident Evil.

DNA Resident Evil: zombie cepat, lokasi terkepung, kelompok penyintas, dan ancaman yang datang tanpa henti.
 


3. Train to Busan

 

Train to Busan membawa teror wabah ke tempat yang jauh lebih sempit, yakni sebuah kereta yang sedang melaju.

Film Korea Selatan arahan Yeon Sang-ho ini mengikuti Seok-woo dan putrinya dalam perjalanan menuju Busan. Perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika virus zombie menyebar di antara para penumpang.

Setiap gerbong kemudian berubah menjadi zona berbahaya yang harus dilewati satu per satu. Para karakter harus membaca situasi, mencari celah, dan bergerak cepat sebelum para zombie menyerang.

Unsur tersebut membuat film ini terasa seperti permainan survival yang memaksa karakter terus berpindah dari satu area ke area berikutnya.

DNA Resident Evil: infeksi cepat, ruang terbatas, zombie agresif, dan keputusan hidup-mati dalam hitungan detik.

4. Overlord

 

Bagi penggemar sisi Resident Evil yang berkaitan dengan laboratorium rahasia dan eksperimen manusia, Overlord menawarkan nuansa yang sangat familiar.

Berlatar Perang Dunia II, film ini mengikuti sekelompok tentara Amerika yang menjalankan misi di wilayah pendudukan Nazi. Namun, mereka kemudian menemukan eksperimen mengerikan yang menghasilkan makhluk dengan kemampuan tidak manusiawi.

Perpaduan antara perang, penelitian rahasia, tubuh manusia yang dimodifikasi, dan monster hasil eksperimen membuat Overlord memiliki unsur bio-horror yang kuat.

DNA Resident Evil: laboratorium rahasia, eksperimen manusia, mutasi, operasi militer, dan monster hasil rekayasa.

5. REC

 

Jika menyukai bagian Resident Evil ketika karakter harus menjelajahi gedung gelap tanpa mengetahui ancaman yang menunggu di balik pintu, REC patut masuk daftar tontonan.

Film horor asal Spanyol ini mengikuti seorang reporter dan kameramannya yang menemani petugas pemadam kebakaran menuju sebuah apartemen. Situasi segera berubah ketika gedung tersebut dikarantina dan seluruh orang di dalamnya tidak diperbolehkan keluar.

Teror semakin intens ketika penghuni mulai menunjukkan perilaku tidak wajar. Lorong sempit, ruangan gelap, serta minimnya informasi membuat suasana film terasa sesak dan penuh tekanan.

Format found footage juga membuat penonton seolah berada langsung di dalam bangunan bersama para karakter.

DNA Resident Evil: gedung terkunci, infeksi misterius, eksplorasi ruang gelap, dan ancaman yang sulit diprediksi.

Bukan Sekadar Film Zombie

Hal yang membuat sebuah film terasa seperti Resident Evil sebenarnya bukan hanya keberadaan zombie.

Elemen pentingnya terletak pada wabah yang tidak terkendali, eksperimen yang berujung bencana, tempat aman yang berubah menjadi perangkap, serta karakter yang harus terus mencari jalan keluar dalam kondisi serba terbatas.

Karena itu, kelima film di atas menawarkan pengalaman yang berbeda, tetapi mempunyai satu benang merah yang sama: ketika infeksi mulai menyebar, bertahan hidup menjadi satu-satunya pilihan.

[Annisa Julinah]
 
 
 
 
 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA