Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. (Foto: Frontier Pictures)
Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. (Foto: Frontier Pictures)

Ulasan Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

Hiburan ulasan film Film Sebelum Iblis Menjemput 2
Cecylia Rura • 26 Februari 2020 09:00
Jakarta: Alfie (Chelsea Islan) dan Nara (Hadijah Shahab) belum benar-benar lepas dari kutukan iblis akibat perbuatan ayahnya, Lesmana yang bersekutu dengan setan. Mereka diseret ke dalam babak baru sekte bersama Moloch.
 
Anak-anak Panti Asuhan Bahtera yakni Dewi, Gadis, Djeenar, Kristi, Martha, Leo, dan Budi resah dengan dosa mereka di masa lalu. Enam dari mereka menculik Alfie dan Nara yang dipercaya dapat membantu mereka keluar dari kutukan. Penculikan ini membuat Alfie bertemu Moloch yang sempat mengacaukan keluarganya.
 
Pada babak kedua, terungkap DNA Alfie yang digadai oleh sang ayah kepada dukun ilmu hitam (Ruth Marini), penghubung Moloch dan Lesmana. Dukun ini menggaet hamba lain yakni Ayub, bapak penjaga Panti Bahtera. Oleh sebab itu, anak-anak Panti Bahtera meminta Alfie melawan Roh Ayub yang tanpa sengaja dibebaskan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Kitab Ibrani, Moloch dikenal populer sebagai Dewa Kanaan yang menerima pengorbanan anak. Moloch juga dikenal dalam sejarah Yunani-Romawi sebagai Dewa Kartago, kawasan yang dikenal sebagai kota paling makmur di Mediterania Kuno.
 
Moloch memiliki sejarah panjang dan bersinggungan dengan berbagai kultur seperti Rusia, Amerika, dan Ibrani. Singkatnya, penggambaran Moloch dengan sosok bertanduk selalu menuntut pengorbanan berlebih.
 
Dalam buku Lives of Victorian Political Figures: Volume 2 (2007) dari Christine Kinealy, Michael De Nie, dan Carla King, Moloch adalah sosok populer dalam mitologi dan idola yang melahap anak-anak dari pengikutnya. Banyak literasi memaparkan karakter serupa tentang Moloch, bahwa anak dari pengikutnya menjadi korban persembahan. Seperti cerita pendek The Dead Past (1965) dari Isaac Asimov, novel God's Demon (2007) dari Wayne Barlowe, dalam puisi Paradise Lost karya John Milton. Sosok Moloch digambarkan sebagai malaikat pemberontak dan pendendam.
 

Ulasan Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
Ilustrasi Moloch. (Foto: Dok. Genies Fandom)
 
Dalam konteks film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, dapat diibaratkan, Alfie adalah satu di antara mangsa Moloch. Sebab, ayah Alfie, Lesmana telah menghamba pada Moloch. Begitu pun dengan Ayub, yang menghamba pada Moloch melalui dukun ilmu hitam. Anak-anak Panti Bahtera menjadi korban persembahan kepada Moloch.
 
Unsur menarik dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 juga melibatkan Stockholm Syndrome, situasi ketika korban bersikap setia bahkan menyayangi para pelaku. Melansir laman Alodokter, perilaku simpati dari korban disebabkan pelaku menunjukkan kebaikan atau menahan diri untuk melukai. Juga dapat disebabkan ketika pelaku dan korban berada dalam kondisi krisis yang sama dalam jangka waktu panjang. Satu dari anak-anak Panti Bahtera diceritakan mengalami krisis tersebut.
 
Ilmu demonologi yang dilibatkan Timo Tjahjanto dalam film ini menarik sebagai film horor baru di Indonesia. Selain membuatkan akar kuat tentang asal-usul iblis dalam lingkaran hidup Alfie, beberapa mantra ciamik yang diakui fiktif juga mendukung sebagai perlawanan terhadap iblis. Seperti, unsur kata Leviathan, istilah raksasa kuat di lautan. Interpretasi saya, mantra "Leviathan" tersebut mencoba mematahkan ilmu Moloch, yakni unsur air melawan api.
 
Dalam kitab surat Imamat dan Yeremia, sosok Moloch digambarkan sebagai "allah lain" dalam konteks persembahan kepada berhala. Moloch dikenal sebagai iblis pada abad pertengahan dan kisahnya terangkum dalam kitab.
 
Sejarah panjang Moloch banyak terangkum dalam literasi kuno budaya barat. Konteks Moloch sebagai iblis dalam Sebelum Iblis Menjemput digambarkan sebagai kerbau berkepala tanduk. Oleh sebab itu, yang dirasuki Moloch menyerang dengan cara menyeruduk. Seperti yang dilakukan Pevita Pearce dalam film sebelumnya dan dalam sekuelnya oleh beberapa anak Panti Bahtera.
 
Unsur demonologi dalam cerita ini mengerucut dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Dalam kisah sebelumnya, masih seputaran pengenalan karakter Alfie dan tentang keluarga. Jika cerita ini dibuatkan versi universe berkepanjangan tentu akan menarik.
 
Terlepas dari akar cerita kuat dan mantra fiksi di dalamnya, dialog polos dan naif dari Nara dan "salah satu anak panti" serta satu adegan Budi dan Alfie sebelum bertempur menggelitik seisi bioskop. Setidaknya, hal-hal kecil dalam film ini masih membuat penonton sedikit tertawa di tengah aksi berdarah, beringas, dan lebih merah dari film sebelumnya.
 
Chelsea Islan Menguasai Alfie
 
Berbeda jauh dengan potret yang digambarkan untuk figur publik, totalitasnya berperan sebagai Alfie: keras dan pemberontak. Dialog-dialog pemberani dan tak biasa, Chelsea Islan membuatnya tampak keren. Meski dalam sekuelnya Chelsea bertemu orang-orang baru, cerita ini justru memperkuat karakter Alfie dalam dirinya. Timo Tjahjanto sempat menyebut penguatan karakter Chelsea Islan ibarat final girl dalam cerita horor. Dia tak menjanjikan Chelsea Islan kembali hidup jika ada kisah lanjutan Sebelum Iblis Menjemput. Bisa jadi, bukan lagi kisah Alfie dan Nara yang menjadi buruan Moloch.
 
"Gua selalu bilang, Chels, lo tahu istilah final girl kalau di horor? Jadi cewek yang akan survive. Nanti kalau misalnya ada film berikut bukan berarti lo bisa selamat," kata Timo Tjahjanto di Jakarta.
 
Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
 
Sutradara: Timo Tjahjanto
Penulis: Timo Tjahjanto
Produksi: Frontier Pictures, Rapi Films, Legacy Pictures
Pemain: Chelsea Islan, Hadijah Shahab, Baskara Mahendra, Aurelie Moeremans, Widika Sidmore, Karina Salim, Lutesha, Arya Vasco, Shareefa Daanish
Klasifikasi usia: D 17+
Durasi: 110 menit
Tayang di bioskop: 27 Februari 2020
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif