Film Rio The Survivor (Foto: Citkart Productions)
Film Rio The Survivor (Foto: Citkart Productions)

Film Rio The Survivor Angkat Kisah Nyata Anak Penyintas HIV

Elang Riki Yanuar • 27 Maret 2022 09:00
Jakarta: Setelah banyak mendapat penghargaan di sejumlah festival film internasional, film Rio The Survivor bersiap menemui penonton Indonesia. Film yang disutradarai Yudie Oktav ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Maret 2022.
 
Kisahnya yang menyentuh hati membuat film ini mendapat sambutan hangat ketika diputar di luar negeri. Tercatat, film Rio The Survivor mendapat 24 penghargaan film internasional.
 
Film ini mengangkat kisah nyata kehidupan seorang anak penyintas HIV/AIDS. Rio (Raditya Evandra) yang masih duduk di bangku SD merupakan ODHA (Orang hidup dengan HIV/AIDS) karena diturunkan dari orang tuanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ayahnya meninggal ketika Rio masih dalam kandungan. Sementara ibunya menyusul pergi beberapa tahun kemudian. Alhasil, Rio harus dibesarkan oleh neneknya (Sri Widayati).
 
Hidup Rio sungguh tidak mudah karena sering dipaksa keluar sekolah akibat banyak mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitarnya. Namun, hal itu tidak menghilangkan tekad Rio menjadi anak yang tangguh dan bersungguh-sungguh mengejar mimpi menjadi pemain sepakbola nasional.
 
Perlahan Rio mulai tak dipandang sebelah mata. Orang lain mulai melihat Rio sebagai sosok yang dianggap istimewa. Semangatnya yang pantang menyerah membuat Rio menjadi inspirasi oleh teman-temannya.
 
"Kita kekurangan narasi-narasi yang berhubungan dengan masalah sosial. Ini kaitannya dengan sosial, pendidikan, olah raga dan perlindungan anak," kata Yudie Oktav di Jakarta.
 
Film Rio The Survivor dibintangi oleh Raditya Evandra, Sri Widayati, Akinza Chevalier, Briliana Desy, dan penampilan khusus dari Bambang Pamungkas. Gitaris Slank, Ridho Hafiedz ikut berperan sebagai music director film ini.
 
"Ini sebuah fakta yang selam ini luput dari perhatian kita bahwa Indonesia ini yang kita banggakan dengan keberagamannya, dengan pluralismenya, ternyata masih ada diskriminasi terhadap anak-anak," kata Bambang Pamungkas.
 
Sejumlah musisi terkenal turut mengisi soundtrack film produksi Citkart Productions dan Syair.org ini. Sebut saa seperti Godbless, /rif, band Kausa, dan Jikunsprain.
 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif