Shazam! (Warner Bros)
Shazam! (Warner Bros)

Film Shazam! Panen Pujian Kritikus

Hiburan film hollywood film asing
Purba Wirastama • 04 April 2019 21:19
California: Dari tujuh film adaptasi DC sejak Man of Steel, Shazam mengikuti jejak Wonder Woman sebagai film yang disambut pujian antusias oleh para kritikus di negara asal filmnya. Sebagian besar ulasan film terpercaya memberikan respons positif.
 
Situs web agregator ulasan Metacritic dan Rotten Tomatoes memberikan skor akumulasi sekitar 7,5 dari 10 terhadap Shazam! (Warner Bros). Skor ini dihitung berdasarkan 50 hingga 140 ulasan kritikus di media massa. Skor akumulasi untuk Wonder Woman (2017) tidak jauh beda.
 
Bahkan Rotten Tomatoes memberikan skor Tomatometer atau tingkat kesegaran film sebanyak 94%. Skor persentase tersebut dihitung berdasarkan penilaian 139 kritikus, apakah Shazam! termasuk film yang segar atau tidak. Wonder Woman mencapai skor Tomatometer 93%.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, lima film DC lain sejak Man of Steel (2013) mencapai skor sedang saja atau cenderung negatif.
 
Shazam! berkisah tentang Billy Batson, remaja yatim piatu berusia 14 tahun yang mendapat kekuatan untuk berubah menjadi superhero dewasa hanya dengan mantra satu kata: shazam. Dia bersenang-senang dengan segala kekuatan baru. Namun dia juga harus belajar cepat, sebelum dokter sinting nan jahat Thaddeus Sivana merebut kekuatan ajaib Shazam. Film ini digarap oleh sutradara David F Sandberg dan produser Peter Safran.
 
Apa yang membuat Shazam! memuaskan dan memberi kesegaran baru? Berikut rangkuman pendapat sejumlah kritikus yang diungkap dalam ulasan mereka.
 
Mara Reinstein dari US Weekly menyebut Shazam! sebagai film paling bagus dan paling komplet dalam jagat sinematik terbaru film-film seri DC. Manohla Dargis dari New York Times menyebutnya sebagai film hiburan yang mampu menjadi ringan, lucu, dan sederhana, begitu tokoh utamanya mengucapkan kata mantra dan berubah menjadi alter egonya yang lebih dewasa.
 
Brian Lowry dari CNN.com menyebut bahwa ada yang berharap film ini sedikit lebih berat. Namun ternyata, secara umum film ini menyenangkan. Ternyata tokoh utama Billy Batson alias Shazam menyambut kekuatan supernya dengan gembira.
 
Pendapatan Manohla dan Brian ini melekat dengan anggapan lama, bahwa film-film DC adalah film yang berat dan kelam, seperti Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice. Kala Wonder Woman dirilis dua tahun silam, film ini pun dianggap membawa nuansa berbeda dalam film-film DC.
 
Vincent Mancini dari FilmDrunk menyebut Shazam sebagai film yang manis dan lucu, tetapi tidak terasa memaksa. Baginya, kebanyakan film superhero punya sudut pandang Calvinis (memakai standar moral berat dan melihat kesenangan sebagai hal yang tidak perlu). Namun film ini lebih sederhana dan terasa segar.
 
Keith Uhlich dari The Hollywood Reporter menyebut film ini sangat bersemangat dalam membuat penonton tertawa dan menilainya sebagai film DC yang paling bersahabat bagi anak-anak.
 
Keith Phipps dari The Verge menyebut Shazam sebagai pahlawan super paling sederhana yang pernah diciptakan. Namun kesederhanaan itu menjadi sangat menarik, sekaligus bisa memahami masalah kompleks, yang digerakkan oleh keinginan untuk tumbuh besar terlalu cepat.
 
Bagaimana kata ulasan yang memberi respons negatif?
 
Salah satunya adalah tulisan Oliver Jones dari Observer. Bagi Oliver, Shazam! terasa sebagai sebuah produk korporat yang begitu haus persetujuan semua pihak, sehingga pada akhirnya tidak pernah tahu apa bentuknya.
 
Shazam! dibintangi Zachary Levi, Asher Angel, Mark Strong, Jack Dylan Grazer, dan Djimon Hounsou. Film ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu, 3 April 2019.
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif