Iron Man (Foto: Marvel)
Iron Man (Foto: Marvel)

Kisah di Balik Ungkapan "I Love You 3.000" dalam Avengers Endgame

Hiburan Film Avengers: Endgame
Purba Wirastama • 06 Mei 2019 09:13
California: Film superhero Avengers: Endgame meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar, terutama yang telah mengikuti kisah Marvel Cinematic Universe sejak film pertama 11 tahun silam. Selain memberikan suguhan spektakuler, Endgame juga memuat sejumlah kalimat dialog ikonik yang mudah dikenang.
 
Salah satunya adalah ungkapan "I love you 3.000", yang diucapkan Morgan Stark (Alexandra Rabe) kepada ayahnya Tony Stark alias Iron Man (Robert Downey Jr). Kalimat ini diucapkan lagi oleh Tony dalam adegan lain, mengingatkan penonton bahwa petarung berkostum besi ini juga manusia –punya hubungan mesra dengan anak perempuan satu-satunya.
 
Dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok, seperti dilaporkan Comicbook, sutradara Anthony Russo mengungkap dari mana inspirasi kalimat tersebut berasal. Ternyata, ungkapan cinta itu berasal dari dialog nyata antara Robert dengan anaknya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Anthony, Robert pernah bercerita tentang salah satu anaknya yang bilang "I love you 3.000" padanya. Anthony dan rekan sutradaranya, Joe Russo, merasa bahwa ungkapan itu bisa menjadi satu kalimat menyenangkan dalam dialog. Mereka lantas menambahkannya ke dalam skenario.
 
Robert, kata Anthony, memang sudah sering menyumbang kalimat ungkapan tertentu untuk film-film Marvel Cinematic Universe. Kalimat "I love you 3.000" hanyalah salah satunya.
 
Selain "I love you 3.000", Endgame juga punya kalimat ikonik yang keluar dari tokoh Tony Stark. Uniknya, kalimat ini baru ditambahkan Anthony dan Joe setelah film masuk proses pasca-produksi. Hasilnya ternyata berdampak siginifikan.
 
Dalam adegan pertarungan akhir Endgame, Thanos (Josh Brolin) hendak memakai sihir sarung tangan Infinity Stones sembari bilang "I am inevitable". Tony, dalam kostum Iron Man, mencegah upaya itu sembari mengatakan "I am Iron Man".
 
Ucapan ini merujuk kepada kalimat pamungkasnya dalam film Iron Man (2008). Ketika publik bertanya-tanya siapakah sosok di balik Iron Man, Tony membuat pengakuan dengan kalimat tersebut.
 
Rencana awalnya, Tony sebetulnya tidak berkata apa-apa dalam momen terakhir film Endgame.
 
Ketika film sedang disunting, Anthony dan Joe merasa bahwa Tony harus mengatakan sesuatu yang menunjukkan karakternya. Selama hidup, Tony dikenal suka melempar lelucon atau sindiran yang sombong. Jika akhirnya mati, Tony harus tetap seperti itu.
 
"Kami telah mencoba banyak sekali kalimat pamungkas berbeda. Thanos bilang 'I am inevitable' (Aku tak terhindarkan)," kata Anthony dan Joe.
 
"Lalu editor kami Jeff Ford, yang sudah bersama kami dalam empat film dan seorang pencerita handal, bilang 'Kenapa kita tidak kembali saja seperti awal dan bilang 'I am Iron Man' (Aku Iron Man). Lalu kami langsung bilang seperti, 'Ambil kameranya! Kita harus syuting adegan ini besok!'" lanjut mereka.
 
Syuting tambahan bersama Robert pun dilakukan. Hasil akhirnya adalah seperti yang kini tampak dalam Endgame.
 
Endgame sedang melewati akhir pekan kedua tayang di bioskop puluhan negara. Hingga Jumat kemarin, 3 Mei 2019, pendapatan kotornya di tingkat global mencapai USD USD1,914 miliar atau sekitar Rp27,282 triliun (kurs Rp14.254) dan menjadi film Amerika dengan pendapatan box office tertinggi kelima di dunia sepanjang masa.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif