Susy Susanti memikul beban berat ketika pemimpin negara ikut berharap besar terhadap kesuksesan Susy Susanti meraih medali emas dalam Olimpiade Barcelona 1992. Ironinya, kewarganegaraan Susy sempat ditanyakan dalam sebuah wawancara.
"Apakah Anda masih menganggap diri Anda orang Indonesia?" tanya pewarta televisi tersebut kepada Susy Susanti.
Film ini turut menyematkan tradisi "Love All" sebelum pertandingan dimulai. Jargon ini adalah penanda semua dimulai dari awal.
"Karena pesan dari produser tema cinta harus ada. Cinta terhadap keluarga, negara, semuanya, olahraga. Kebetulan ketika kita memulai sebuah pertandingan, Love All artinya 0-0. Sebetulnya itu metafora ketika kita mulai bertanding harus melepas semuanya," kara Syarika Bralini, satu dari lima penulis naskah film biopik Susi Susanti: Love All di Jakarta Selatan, Rabu, 18 September 2019.
Syarika menulis naskah film ini bersama Raymond Lee, Raditya, Daud Sumolang, dan Sinar Ayu Masie. Daniel Mananta menambahkan, dalam sebuah adegan di film Susy Susanti berinteraksi dengan ayahnya soal "Love All".
"Susy kecil juga membahas dengan ayahnya, kenapa setiap awal pertandingan Love All, artinya adalah 0-0," terang Daniel.
Film Susi Susanti: Love All dibintangi Laura Basuki sebagai Susy Susanti dan Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma. Pemain lain yang terlibat antara lain Lukman Sardi, Farhan, Chew Kin Wah, Kelly Tandiono (Sarwendah), Rafael Tan (Hermawan), Nathaniel Sulistyo (Ardy B. Wiranata), Jenny Zhang (Liang Chiu Sia), Iszur Muchtar, Dayu Wijanto, dan Delon.
Film Susi Susanti: Love All menjadi debut penyutradaraan Sim F. Film ini diproduksi atas kerja sama Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Synergy, dan Melon Indonesia.
Susi Susanti: Love All tayang di bioskop 24 Oktober 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News