"Misalnya Cinta Kan Membawamu Kembali dalam tafsir paling terakhir kemudian dari cerita kemudian membuat ini sebagai narasi satu karakter yang menonton. Ini ternyata bukan cuma kekasih yang pergi. Kekasih yang berharap tapi bisa jadi spektrum yang lebih besar. Kita pingin lihat lebih berbeda," ucap Irfan Ramli, penulis sekaligus sutradara film Generasi 90-an: Melankolia di Jakarta Selatan, Selasa 10 Maret 2020.
Lebih lanjut, berbicara soal Sephia, penafsiran gelap dalam lirik diartikan sebagai sebuah emosi kegelapan yang lebih general. Tak hanya seputar kekasih.
"Bagaimana gelap ketika terang tadi ditambahkan sesutatu. Karena hal-hal itu jadi kami bangun. Lagu yang enggak hanya menaikkan mood tapi basis development karakter. Jadi the way karakter story telling," cerita Irfan.
Produser eksekutif, Ruben Adrian menambahkan ada interpretasi tersendiri ketika seseorang mendengarkan lagu. Ketiga lagu populer ini berusaha ditafsirkan sebagai cinta universal untuk film Melankolia.
"Secara komprehensif karakter ini umum. Itu yang bikin kita yakin, percaya bahwa tiga lagu ini memberikan rasa yang kuat," kata Ruben.
Buku Generasi 90-an dirilis pertama kali 28 Mei 2013. Buku ini sukses membangkitkan memori tahun 90-an. Marchella juga merilis buku kedua Generasi 90-an: Anak Kemaren Sore. Buku kedua berisi hal-hal yang terlewat di buku pertama, seperti sosok Nike Ardilla hingga telenovela populer di televisi.
Film Generasi 90-an: Melankolia dibintangi Ari Irham, Aghniny Haque, Gunawan, Marchella Zalianty, Taskya Namya, Jennifer Coppen, Wafda, Frans Mohede, dan Amara Mohede. Film Melankolia disutradarai dan ditulis M. Irfan Ramli, produser eksekutif Ajeng Parameswari, Ruben Adrian, Tony Mulani, dan Angga Dwimas Sasongko.
Generasi 90-an: Melankolia diproduksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Tony Mulani Films. Melankolia dirilis di bioskop 9 April 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News