"Kami jatuh cinta dengan dia. Dia fresh, charming. Awalnya enggak ada dasar akting, tapi kami panggil, ngobrol, dan kami menemukan Lala yang kami cari. Setelah melihat prosesnya, kami melihat dia seperti bukan pendatang baru," kata Zaidy dalam jumpa pers di Senayan City Mall Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam Posesif, Putri berperan sebagai Lala, remaja SMA yang juga adalah atlet loncat indah. Dia beradu akting dengan Adipati Dolken, yang berperan sebagai Yudhis, murid baru sekaligus cinta pertama Lala.
Usia Putri dan Adipati tak terpaut jauh. Namun Adi lebih dulu terjun ke dunia akting dan telah bermain di sekian judul film, film televisi, dan sinetron. Pemasangan mereka berdua, kata Zaidy, bukan atas dasar niat untuk melakukan regenerasi aktor.
"Kami enggak merencanakan (harus ada) pemain baru atau yang sudah jadi bintang. Kami buka audisi. Ada yang sudah jadi bintang dan yang seperti Putri," ujar Zaidy.
Putri tidak langsung dibidik karena ada beberapa kandidat lain. Dia sempat diragukan sebelum audisi. Namun proses audisi memang punya pengaruh signifikan.
"Waktu itu (Putri) enggak kami pilih seketika. Awalnya, dia kayak enggak cocok. Tapi pas ketemu Putri, ini kayak dia (tokoh Lala)," tukas Zaidy.
Film Posesif bercerita tentang Lala (Putri Marino) dan Yudhis (Adipati Dolken), dua remaja SMA yang berpacaran setelah jatuh cinta pada pandangan pertama. Yudhis berhasil mengikat hati Lala hanya untuknya dan membuat gadis atlet loncat indah itu berjanji setia selamanya. Dari situ masalah kemudian muncul dan menjadi jebakan. Cinta yang awalnya sederhana, menjadi rumit dan berbahaya.
Penyutradaraan ditangani Edwin dan naskah ditulis Ginatri S Noer. Zaidy dan Meiske Taurisia menjadi produser di bawah bendera Palari Films. Solihin Jusuf Nathan bertindak sebagai produser eksekutif. Selain Adi dan Putri, aktor lain yang terlibat adalah Gritte Agatha, Chicco Kurniawan, Cut Mini, dan Yayu Unru.
Posesif dijadwalkan tayang di bioskop pada Kamis 26 Oktober 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News