Pemain film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? (Foto: instagram)
Pemain film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? (Foto: instagram)

Mawar de Jongh Emosional Pertama Kali Baca Naskah Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya?

Elang Riki Yanuar • 03 April 2026 22:34
Ringkasnya gini..
  • Mawar de Jongh akui deg-degan saat pertama baca naskah Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? karena ada adegan emosional panjang dan intens.
  • Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? adaptasi buku best-seller Khoirul Trian, mengangkat kisah anak yang kehilangan arah saat ayah makin menjauh.
  • Kuntz Agus hadirkan drama keluarga tentang luka terpendam. Konflik memuncak usai kecelakaan ibu dan keluarga dihantam hutang serta krisis.
Jakarta: Sutradara Kuntz Agus kembali menghadirkan karya drama keluarga terbaru berjudul Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Film ini mengangkat tema relasi anak dan orang tua yang dekat secara fisik, namun perlahan terasa jauh secara emosional.
 
Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? menjadi film layar lebar perdana dari rumah produksi Five Elements Pictures yang berkolaborasi dengan Kults Creative. Proyek ini diproduseri oleh Soemijato Muin dan Ody Mulya Hidayat, sementara naskahnya ditulis oleh Oka Aurora bersama Kuntz Agus.
 
Film ini merupakan adaptasi dari buku mega best-seller berjudul sama karya Khoirul Trian. Setelah sukses besar sebagai bacaan yang menyentuh banyak orang, kisahnya kini divisualisasikan ke layar lebar dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 9 April 2026.

Cerita berpusat pada Dira yang diperankan Mawar de Jongh dan Darin yang dimainkan Rey Bong. Keduanya tumbuh dengan kenangan masa kecil yang hangat, namun seiring waktu mereka mulai menyadari ada sesuatu yang berubah pada sosok ayah mereka, Yudi, yang diperankan Dwi Sasono.
Yudi digambarkan sebagai ayah yang dulu hadir dan dekat, tetapi kini makin sulit dijangkau secara batin. Dira dan Darin pun harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa selamanya bergantung pada figur yang dulu menjadi sandaran.
 
"Keresahan ini yang membuat kami merasa buku ini punya potensi besar untuk divisualisasikan dalam format film layar lebar. Dan menurut kami, Kuntz Agus adalah sutradara paling tepat saat ini yang mampu menghadirkan luapan-luapan emosi hangat dan haru untuk memberi suara kepada sosok ayah yang selama ini masih kurang kita dengarkan," ujar Soemijato Muin selaku produser.
 
Mawar de Jongh mengaku karakter Dira memiliki tantangan tersendiri karena tidak banyak mengekspresikan perasaan secara terang-terangan.
 
"Mbak Dira ini pastinya punya kesulitannya tersendiri karena bagaimana cara menyampaikannya tapi tidak terlalu terlihat, karena dia memang pendiam dan cukup memendam perasaannya. Tapi puji Tuhan dipertemukan sama teman-teman yang luar biasa di sini, jadi semua prosesnya terasa lebih mudah sih," ujar Mawar de Jongh.
 
Mawar juga mengungkap bahwa film ini memiliki beberapa adegan emosional yang cukup panjang dan intens. Ia bahkan sempat merasa gugup saat pertama kali membaca skenario, namun ia menemukan cara untuk menjaga energi saat proses syuting berlangsung.
 
"Ada satu adegan yang cukup intens dan cukup panjang. Pastinya deg-degan banget ketika pertama kali baca. Tapi sebelum take kita selalu pegangan tangan, menyamakan visi, dan memberikan energi positif satu sama lain," lanjutnya.
Selain Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, dan Unique Priscilla, film ini juga diperkuat Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, Dinda Kanyadewi, dan Azami Syauqi. Deretan pemain ini menjadi elemen penting dalam membangun drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
 
"Film ini adalah ungkapan hati, tidak hanya dari seorang anak kepada ayahnya, namun juga sebaliknya. Ia menjadi sebuah representasi pengalaman nyata bagi banyak keluarga. Semoga film ini dapat membuka ruang untuk saling mendengarkan, memahami, dan memaafkan dalam keluarga," kata Kuntz Agus.
 
Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? mengangkat kisah keluarga yang terlihat bahagia dari luar, namun menyimpan luka yang tak pernah benar-benar dibicarakan. Konflik memuncak ketika sebuah kecelakaan fatal menimpa Lia, ibu yang selama ini menjadi pencari nafkah utama, hingga memaksa Dira dan Darin menghadapi kenyataan pahit tentang hutang, ketidakpastian hidup, dan retaknya hubungan keluarga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA