Cerita-Cerita Pelawak Senior Eddy Gombloh (2)

Walah, Eddy Gombloh Kira Dolly itu Bintang Film

Ahmad Mustaqim • 14 Juli 2015 13:01
medcom.id, Yogyakarta: Tahun 1963 menjadi langkah awal bagi pelawak Eddy Gombloh menempuh karier profesional di Jakarta. Film pertama yang ia geluti yakni Diambang Fajar.
 
Film yang digarap produser Agora Film ini merupakan milik Bangbang Irawan. Sementara itu, sebagai pimpinan produksi digawangi Harjomulyo, adik salah satu maestro seniman dari Yogyakarta, Kirdjomulyo.
 
Meski ia telah melakoni beberapa pementasan lawak, Eddy tetap memulai mengambil peran dari bawah. "Pertama main di film itu jadi figuran. Ya enggak masalah," kata Eddy kepada Metrotvnews.com, saat ditemui dikediamannya di Sonowetan, Kelurahan Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (9/7/2015).

Eddy mengatakan, peran pertama itu yang kemudian mengantarkan memainkan peran di banyak film. Film kedua Jembatan Mas dan ketiga Janggo Betina dari Marunda, Eddy mulai menerima kontrak untuk main film dengan gaji Rp500.
 
"Maaf, maaf, kadang sebelum satu film selesai, saya sudah tanda tangan kontrak lagi," ucap lelaki 74 tahun ini berkisah. (Baca: Cerita-Cerita Pelawak Senior Eddy Gombloh (1) )
 
<i>Walah</i>, Eddy Gombloh Kira Dolly itu Bintang Film
 
Lelaki bernama asli Supardi ini juga mengatakan, dalam proses pembuatan film ketiganya, ia sempat dikerjai oleh tim. Ketika semua sudah menunggu proses mulai syuting, ia tanya kepada produser.
 
"Saya tanya, 'Nunggu siapa?' Produser jawab nunggu dolly. Nah, selang beberapa saat tak tanya lagi, dijawab kalau dolly sudah datang," kata aktor yang sudah main sedikitnya 33 film layar lebar sejak 1971 hingga 1990 ini.
 
Eddy mengira dolly merupakan nama pemeran utama dalam film yang hendak dibuat. "Tapi ternyata rel (camera sliders) yang buat jalan kamera. Saya pikir bintang film. Lha, namanya kayak bintang film," katanya terkekeh. (Bersambung)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)




TERKAIT

BERITA LAINNYA