Parasite (Foto: Studio Canal)
Parasite (Foto: Studio Canal)

Prestasi Parasite di Oscar adalah Kemenangan Sinema Asia

Hiburan Piala Oscar 2020
Cecylia Rura • 10 Februari 2020 16:06
Jakarta: Sejak diumumkan meraih enam nominasi dalam Oscar 2020, film Parasite mendapat perhatian lebih dari berbagai media luar Korea Selatan, termasuk Indonesia. Empat piala yang berhasil dibawa pulang antara lain Best Picture, Best Director, Best Foreign Language, dan Best Original Screenplay.
 
Pengamat film Wina Armada memaparkan, kemenangan Parasite sebagai film terbaik dan Bong Joon-ho sebagai sutradara terbaik dalam ajang bergengsi Oscar adalah kejutan. Sebab, dalam 92 tahun terakhir belum ada film Asia yang berhasil menembus Oscar.
 
"Dalam konteks ini, kemenangan film Parasite dan sutradaranya bukan sekadar kemenangan film Korea Selatan saja, tetapi kemenangan perfilman Asia pada umumnya. Oleh sebab itu, kita turut bangga dengan kemenangan film Parasite dengan unsur-unsurnya," kata Wina Armada, dihubungi Medcom.id melalui pesan elektronik, Senin, 10 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenangan ini sekaligus mewakili suara Asia dan memecah teori katak dalam tempurung bagi Amerika Serikat yang kerap memberikan panggung hanya kepada warga kulit putih. Gema "Bong Hive" atas kemenangan sutradara asal Korea Selatan itu turut membanggakan Indonesia.
 
Prestasi Parasite di Oscar adalah Kemenangan Sinema Asia
Bong Joon Ho. (Foto: Amy Sussman/Getty Images)
 
"Ini membuktikan di ajang Oscar, kompetisi terbuka untuk semua bangsa, sehingga sepanjang filmnya memang bagus, berkualitas istimewa, terbuka peluang untuk meraih Oscar," kata Wina.
 
Rival Parasite dalam ajang Academy Awards ke-92 ini tak tanggung-tanggung. Dalam kategori Best Picture mengalahkan Ford v Ferrari, The Irishman, Jojo Rabbit, Joker, Little Women, Marriage Story, 1917, dan Once Upon a Time in Hollywood. Dalam kategori Best Director, Bong Joon-ho bersinar di antaran Sam Mendes, Todd Phillips, Martin Scorsese, dan Quentin Tarantino.
 
Parasite memuat cerita tentang keluarga dan realita yang terjadi di Korea Selatan. Saripati cerita tentang perbedaan kelas ekonomi ini pun dapat ditarik sebagai masalah general di beberapa negara lain. Wina menambahkan, keistimewaan Parasite terletak pada penuturan cerita sederhana.
 
"Film Parasite sendiri memang luar biasa. Kekuatannya terletak pada cerita dan justru 'kesederhanaannya' mengekspresikan cerita. Dengan ritme yang agak lambat, Parasite mengembalikan lagi kekuatan film kepada estetika gambar bergerak," kata Wina.
 
"Kemenangan Parasite membuktikan untuk menjadi pemenang, untuk menjadi film yang istimewa, tidak perlu 'bergenit-genit' dengan memakai bermacam sensasi. Kekuatan gambar yang diambil dengan sudut pandang cemerlang dan menghantarkan cerita dengan rangkaian adegan yang tepat, keindahan tersirat dan tersurat, tetap menjadi kekuatan inti sebuah film. Itulah 'fitrah' film dan Parasite, yakni mengembalikan 'fitra' itu kepada karya film," ungkap Wina.
 
Sebelum Parasite memenangkan Piala Oscar 2020, film rilisan dari CJ Entertainment ini telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi di antaranya Asia Pacific Screen Awards, British Academy Film Awards, Cannes Film Festival, Critics' Choice Movie Awards, Golden Globe Awards, Screen Actors Guild Award, dan sejumlah penghargaan lain.
 
Parasite semula sudah begitu viral dengan ceritanya. Pada Januari lalu, pengamat film sekaligus Direktur Komunikasi Saiful Mujani Research and Consulting di Jakarta menuturkan popularitas Parasite ikut ditopang dengan berkembangnya industri hiburan Korea dan fenomena hallyu. Maka, popularitas Parasite pun merayap, makin dikenal melalui perbincangan di masyarakat.
 
"Ada faktor Korea. Penonton CGV yang pecinta Korea, itu satu. Pecinta Korea kemudian ngomong, sehingga orang seperti saya yang enggak suka Korea, 'serius bagus?'. Akhirnya nonton," ungkap Ade Armando.
 
Popularitas Parasite mungkin bisa diprediksi dengan seberapa banyak peminat kultur Korea di Indonesia. Namun berdasarkan angka penonton film impor di Indonesia, jumlah penonton Parasite tidak sebanyak film Joker. Melansir data Bicara Box Office, Senin, 10 Februari 2020, Joker memimpin dengan 4,2 juta penonton, Ford v Ferrari dengan 592 ribu penonton, Parasite dengan 480 ribu penonton, 1917 dengan 263 ribu penonton, dan Once Upon a Time in Hollywood dengan 167.900 penonton.
 
Nomine lain dalam Best Picture, yaitu The Irishman dan Marriage Story hanya tayang di layanan streaming. Film Little Women baru dirilis di Indonesia 7 Februari 2020, sementara Jojo Rabbit tidak tayang di Indonesia.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif