Jakarta: Film Pirunduk mengangkat kengerian ilmu hitam yang dikenal masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Mengandalkan mitos lokal yang diwariskan lintas generasi, film garapan sutradara Billy Christian ini menghadirkan teror mistis yang bermula dari keputusasaan seorang perempuan hingga mengancam keselamatan seluruh warga desa.
Berbeda dari film horor yang banyak menggunakan latar Pulau Jawa, Pirunduk membawa penonton menyelami kepercayaan mistis masyarakat Kalimantan Selatan. Film ini mengangkat praktik ilmu hitam yang menjadi bagian dari cerita turun-temurun masyarakat setempat.
Penulis skenario sekaligus Produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, mengatakan bahwa Pirunduk berangkat dari kisah ilmu hitam yang dikenal di tanah Banjar. Dia berharap film ini dapat memperkenalkan kekayaan cerita horor dari Kalimantan kepada penonton Indonesia.
“Ini cerita tentang ilmu hitam yang memang terkenal di tanah kami, tanah Banjar Kalimantan Selatan. Semoga film ini bisa menjadi film yang disukai. Selama ini kita didominasi dengan cerita horor berlatar Jawa, kali ini kami bawa warna baru dari Kalimantan,” ungkap Budi Ismanto.
Sutradara Billy Christian juga berharap Pirunduk dapat membuka jalan bagi sineas lain untuk mengangkat mitos dan legenda dari daerah masing-masing. Menurut dia, Indonesia memiliki banyak cerita lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi film horor dengan karakter kuat.
“Semoga film ini bisa menjadi pemicu buat teman-teman sineas lain di Indonesia untuk mengangkat tema-tema lokal. Saya yakin Indonesia itu punya banyak sekali mitos-mitos dan legenda,” ujar Billy.
Kengerian dalam Pirunduk berpusat pada kehidupan Siti, perempuan Banjar yang diperankan Aulia Sarah. Berlatar era 1980-an, Siti menikah dengan juragan bernama Badarudin, yang diperankan Bucek Depp, demi melunasi utang ayahnya.
Pernikahan tersebut tidak membawa kebahagiaan bagi Siti. Dia justru terjebak dalam rumah tangga penuh kekerasan karena tak kunjung memberikan keturunan kepada Badarudin. Situasi semakin menyakitkan ketika suaminya memilih menikahi perempuan lain bernama Ratih, yang diperankan Yoriko Angeline.
Terdesak oleh penderitaan dan keinginan untuk kembali mendapatkan hati suaminya, Siti mengambil jalan berbahaya. Dia mempelajari ilmu hitam Pirunduk demi memperoleh kecantikan dan menundukkan Badarudin.
Namun, kekuatan yang diharapkan mampu mengubah nasibnya justru membawa konsekuensi mengerikan. Kecantikan semu yang diperoleh Siti menjadi awal dari teror gaib yang tidak hanya menghancurkan kehidupannya, tetapi juga menyeret Badarudin dan warga desa ke dalam mimpi buruk.
Aulia Sarah mengaku harus menghadapi tantangan fisik selama menjalani proses syuting Pirunduk. Perannya sebagai Siti yang mengalami perubahan wujud menjadi sosok menyeramkan mengharuskannya mempertahankan penampilan basah kuyup dalam berbagai adegan.
"Kalau di project ini jadi hantunya lebih ke look-nya mesti basah terus, ya. Mau siang, mau malam, mau pagi, gitu," ungkap Aulia Sarah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena proses syuting berlangsung di Banjar, Kalimantan Selatan, yang memiliki cuaca panas. Tubuh yang terus-menerus dibasahi air membuat Aulia harus menghadapi kondisi panas sekaligus kedinginan selama berada di lokasi.
"Sedangkan di Banjar kan panas banget, jadi lumayan ekstra sih, gitu. Kayak panas tapi kedinginan, gitu," tutur Aulia.
Selain Aulia Sarah, Bucek Depp, dan Yoriko Angeline, Pirunduk turut dibintangi Boy Idrus, Alam Jaya, Budi Rab, Acil Imas, Bastari Bayu, Ipul Hary, Guru Ibir, Udin Modal, Acil Ifit Pemamaian, Fadil Abdan Kamil, Rama Juplee, Fauzan Aditia, Ayu Putri, Trisia Chandra, dan Yadi Muryadi.
Film Pirunduk bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan