Film Semesta (Foto: Tanakhir Films)
Film Semesta (Foto: Tanakhir Films)

Film Semesta Bentuk Kekhawatiran Nicholas Saputra terhadap Krisis Ekologi

Hiburan film dokumenter nicholas saputra
Cecylia Rura • 23 Januari 2020 14:09
Jakarta: Film Semesta adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan PT Talamedia dengan komisaris aktor Nicholas Saputra. Menteri LHK Siti Nurbaya menilai film dokumenter Semesta membuat pesan relevan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.
 
"Film Semesta sangat bagus dan kuat secara konteks budaya dan agama dalam kaitannya pada upaya penanggulangan perubahan iklim berdasarkan way of life atau cara hidup masyarakat Indonesia sendiri," ujarnya saat screening film Semesta di XXI Epucentrum Jakarta Selatan, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Siti Nurbaya menambahkan, film Semesta dapat mengedukasi masyarakat untuk peduli tentang perubahan iklim yang kini mulai terasa dampaknya. Tokoh inspiratif dalam film dengan beragam latar belakang memberikan refleksi terhadap penonton bagaimana hidup bertoleransi di tengah kemajemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah makna dari film ini, Semesta. Film ini bukan hanya memberikan inspirasi bagi Indonesia tapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia," ungkapnya.
 
Aktor Nicholas Saputra ikut mengungkapkan kekhawatiran tentang krisis ekologi di Indonesia. Pesan kuat menjaga alam diemban oleh para protagonis dalam film yang berasal dari latar belakang berbeda.
 
"Dengan sajian kisah-kisah dari berbagai penjuru Indonesia, film Semesta ini memberikan inspirasi untuk berbuat sesuatu sekecil apapun itu. Sebab apapun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesia dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis," kata Nicholas.
 
Dalam produksi film ini, Nicholas Saputra ikut turun ke beberapa wilayah Indonesia saat riset dan proses syuting. "Ada satu dua lokasi yang syutingnya saya enggak ikut karena ada kegiatan lain, tapi untuk risetnya saya pergi ke sebuah tempat mencari tempatnya," imbuhnya.
 
Produser Mandy Marahimin ingin mengapus stigma kesan membosankan pada film dokumenter melalui Semesta. Dia menjanjikan, Semesta menjadi film dengan suguhan berbeda.
 
"Latar belakang saya dan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung dalam produksi film-film fiksi sangat membantu," kata Mandy yang juga memproduseri film Kulari ke Pantai, Keluarga Cemara, dan Bebas.
 
Sebagian keuntungan film Semesta nantinya akan diperuntukkan bagi mahasiswa, siswa, pelajar, dan para guru yang menyaksikan flm Semesta di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjangkau nilai-nilai yang lebih luas dari film Semesta.
 
Syuting film Semesta dilakukan di tujuh tempat berbeda yakni Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Papua Barat, Yogyakarta, dan Jakarta.
 
Selain Menteri LHK Siti Nurbaya, Gala premiere film Semesta turut dihadiri Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, perwakilan Uni Eropa, perwakilan Lembaga Donor Internasional, perwakilan Negara Sahabat, tokoh pengendalian perubahan iklim, dan para pemeran utama film Semesta.
 
Film Semesta disutradarai Chairun Nissa. Sinematografi film dipercayakan pada Aditya Ahmad yang menampilkan panorama daratan, laut, dan ke dalam air laut. Aditya Ahmad sebelumnya menyutradarai film Kado yang menjadi Film Pendek Terbaik di Venice Film Festival.
 
Indra Perkasa duduk di bagian penataan musik berkolaborasi dengan Satrio Budiono, Indrasetno Vyatranta, dan Hasanudin Bugo di penataan suara memberikan nyawa dalam setiap adegan film. Penyuntingan menggunakan sentuhan tangan Ahsan Andrian yang pernah menyunting Filosofi Kopi dan mendapat Piala Citra.
 
Semesta bercerita tentang tujuh orang dari provinsi berbeda di Indonesia. Rangkaian kisah tujuh sosok inspiratif ini ikut menampakkan kekayaan alam Indonesia mulai dari ujung Barat di Desa Pameu Aceh hingga Kampung Kapatcol Papua di Timur.
 
Semesta telah melakukan World Premiere di Suncine International Environmental Film Festival di Barcelona, Spanyol yang digelar 6-14 November 2019. Festival ini khusus menayangkan film dokumenter bertemakan lingkungan. Film Semesta juga pernah menjadi nomine Festival Film Indonesia 2018 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.
 
Film Semesta akan dirilis di bioskop Indonesia mulai 30 Januari 2020.
 

 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif