10 Kabar Terbaru yang Harus Diketahui Penggemar Soal Proyek Film Gundala
(Foto: Screenplay Pictures)
Jakarta: Proyek film jagoan komik Gundala merilis cuplikan singkat, poster, serta nama sejumlah pemain di Indonesia Comic Con (ICC) 2018. Ini adalah informasi pertama yang diungkap setelah proyek film garapan sutradara-penulis Joko Anwar ini diumumkan pada April lalu.

Proses syuting ternyata telah berjalan sejak awal September dan akan berakhir pada akhir awal November nanti. Abimana Aryasatya menjadi aktor utama pemeran tokoh Sancaka alias jagoan bernama Gundala.


(Foto: Screenplay Pictures)


"Kami mencoba untuk tidak menceritakan terlalu banyak. Aku sendiri sebagai penggemar, tak mau diceritakan terlalu banyak. Jadi sedikit-sedikit saja," kata Joko di panggung utama ICC di Jakarta Convention Center, Minggu siang, 28 Oktober 2018.

Berikut semua informasi terbaru soal Gundala yang dirangkum Medcom.id dari ICC 2018. Film ini diproduksi Screenplay Films, BumiLangit Studio, dan Legacy Pictures.

1. Syuting dua bulan dan hampir tuntas

Proses syuting Gundala diam-diam telah berjalan selama tujuh pekan sejak September 2018. Total waktu syuting adalah 55 hari.

"Kami sedang syuting, sudah masuk hari ke-48 dari 55 hari yang direncanakan," kata Joko.


2. Cuplikan perdana kenalkan Sancaka dan ayahnya

Awalnya, Screenplay hendak merilis poster karakter dan nama sebagian pemain saja. Namun karena sudah ada materi video hasil syuting, Joko mengusulkan untuk memberikan cuplikan adegan yang sangat singkat.


(Foto: Screenplay Pictures)

Video 23 detik ini menampilkan Sancaka kecil dan sang ayah yang diperankan Muzaki dan Rio Dewanto, serta Sancaka dewasa yang diperankan Abimana. Belum ada wajah pemeran lain yang dimunculkan.

Ada potongan adegan perkelahian halaman kompleks pabrik antara kelompok massa, yang kemungkinan pekerja pabrik, dengan kelompok aparat. Tokoh yang diperankan Rio berada di kubu buruh. Lalu ada anak kecil, diperankan Muzaki, yang lari menyelamatkan diri di suatu kompleks proyek.


(Foto: Screenplay Pictures)

Lalu di sebuah gedung percetakan, Sancaka dewasa tampak berjalan menuju ke arah kilatan cahaya. Dalam komik, Sancaka diceritakan sebagai insinyur. Dalam cuplikan film ini, Sancaka mengenakan seragam sekuriti.

3. Poster karakter

Poster sebelumnya menampilkan sejumlah orang bersenjata tajam yang berlari di sebuah gang kota. Dalam poster terbaru, hanya tampak profil wajah Gundala dalam kostum khas. Lensa kacamatanya retak.


(Foto: Screenplay Pictures)

Menurut Joko, elemen visual dalam poster ini mengisyaratkan gambaran cerita film yang belum mereka diungkap. Joko juga menyebut kostum Gundala terkini dibuat lebih "masuk akal", misalnya soal cawat yang tidak lagi dikenakan di luar.

"Kami ingin buat semua make sense. Pertama, sempak merah itu kami lepas. Sulit kalau harus lepas sempak lalu resleting," ujar Joko.

"Elemen di kostum poster ini mengungkap cerita Gundala yang belum kami ungkap," imbuhnya.


4. Pemeran Merpati dan Pengkor

Wulan alias jagoan Merpati, rekan Gundala, diperankan Tara Basro. Pengkor, salah satu penjahat, diperankan Bront Palarae. Keduanya pernah bermain sebagai anak dan bapak dalam film Pengabdi Setan versi 2017, yang juga digarap Joko.


(Foto: Screenplay Pictures)

"Sebagai Pengkor, saya mau lihat Jakarta itu kehancuran," kata Bront menceritakan gambaran karakternya.

"Wulan ini seorang aktivis, mantan aktivis. Bertolak belakang dengan Pengkor, dia enggak bisa melihat orang lain tersiksa," sambung Tara.

Menurut Joko, sejumlah pemeran lain akan diumumkan pada November mendatang.


5. Cerita fokus ke asal-usul Gundala

Seperti pernah kami laporkan sebelumnya, Gundala adalah film pertama dari properti intelektual BumiLangit yang akan menjadi "lokomotif" untuk film-film jagoan berikutnya. Namun sebagai permulaan, film ini akan berfokus kepada riwayat Sancaka sejak kecil sebelum dia menjadi Gundala.


(Foto: Screenplay Pictures)

Materi sumber adaptasi tidak hanya komik, tetapi juga catatan yang pernah dibuat mendiang Hasmi atau Harya Suryaminata, komikus aslinya.

"Ini cerita asal-usul Gundala. Dari komik Gundala itu, diceritakan sedikit masa kecil Sancaka. Kami cari catatan kecil dari Pak Hasmi, akhirnya kami kembangkan menjadi cerita masa kecil Gundala," tutur Joko.


6. Gundala bukan jagoan sempurna

Joko, yang mengaku sebagai penggemar komik Gundala sejak kecil, tidak hendak membuat Gundala sebagai sosok jagoan sempurna. Dia tetap Sancaka, manusia biasa yang juga punya kelemahan.

Abimana menyebut Sancaka sebagai orang dengan common sense atau akal sehat, suatu hal yang semestinya dimiliki orang-orang. Dia punya niat besar untuk membantu sesama.

"Common sense itu yang ada dalam Sancaka. Common sense bisa membuat orang jadi baik atau buruk. Empati dan common sense," ungkap Abimana.

"Dia manusiawi banget, menangis, kehilangan, jatuh cinta, sakit hati, bingung, itu semua ada di Gundala. Bukan tipe jagoan yang kalau bosan, pergi ke bulan," imbuhnya saat ditanya lebih lanjut.


7. Abimana sempat menolak terlibat

Ketika menulis naskah, Joko dengan sangat yakin telah memilih Abimana sebagai pemeran Gundala. Menurut Joko, Abimana mampu menjadi aktor dengan karakter yang kuat dan sekaligus rapuh. Namun pada awalnya, Abimana menolak tawaran Joko karena persoalan waktu.

"Pertama kali, (gue) bilang enggak. Saya percaya Joko Anwar, tetapi waktu itu saya minta izin (tidak bergabung ke film) untuk menyelesaikan pekerjaan saya sebelumnya," tutur Abimana.

Joko tak menyerah. Dia bahkan meminta tolong sejumlah orang untuk ikut membujuknya, termasuk istri Abimana. Setelah Abi selesai dengan proyek sebelumnya, Joko mengirim lagi naskah Gundala. Abi langsung menerima tanpa baca naskahnya.

"Entah kebetulan atau enggak, hari terakhir saya kerja, saya dikirimi naskah draf ketiga. Joko bilang, 'Silakan baca'. 'Sudah, enggak usah baca, gue ikut. Ayo kita lakukan, tapi lo harus percaya gue, gue percaya lo,'" ujar Abi mengulang percakapan dengan Joko.


8. Latihan fisik dan diet Abimana

Demi peran tersebut, Abimana menjalani latihan fisik selama lima bulan. Dia membentuk fisik sesuai deskripsi karakter dan menurunkan berat badan sekitar 5-6 kg. Dia juga melakukan latihan khusus untuk adegan laga.

9. Naskah tersulit yang digarap Joko

Menurut Joko, Gundala adalah naskah paling sulit yang pernah dia kerjakan karena materi cerita dan tokohnya kuat. Dalam waktu empat bulan, dia mengasingkan diri demi menyusun naskah dengan lebih serius.

"Tantangan paling besar adalah update cerita Gundala supaya kuat dan punya sensibilitas sesuai zaman sekarang, sehingga penonton sekarang bisa nyambung," kata Joko.

"Ini skenario paling susah yang saya kerjakan. Jadi saya nulis harus sangat tenang, kalau enggak di museum atau kuburan. Akhirnya jadi setelah empat bulan mengasingkan diri," imbuh Joko.

10. Jadwal rilis

Setelah syuting hingga awal November mendatang, film akan masuk proses pasca-produksi hingga tahun depan. Rencananya film ini akan dirilis di bioskop pada pertengahan 2019 antara Juni atau Juli.



(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id