Sherina Munaf dan Henry Manampiring penulis Filosofi Teras (Foto: Instagram @hmanampiring)
Sherina Munaf dan Henry Manampiring penulis Filosofi Teras (Foto: Instagram @hmanampiring)

Sherina Munaf Pelajari Ulang Stoicism lewat Peran Nea di Film Filosofi Teras

Elang Riki Yanuar • 28 Oktober 2026 08:26
Ringkasnya gini..
  • Sherina Munaf mempelajari ulang prinsip stoikisme melalui perannya sebagai Nea dalam film Filosofi Teras yang tayang 24 Desember 2026.
  • Sherina Munaf mendalami karakter Nea, tulang punggung keluarga yang terhimpit utang warisan dan konflik keluarga dalam film Filosofi Teras.
  • Film Filosofi Teras mengadaptasi nilai stoikisme ke dalam drama keluarga generasi sandwich, dibintangi Sherina Munaf dan disutradarai Affandi Abdul Rachman.
Jakarta: Memerankan Nea dalam film Filosofi Teras menjadi kesempatan bagi Sherina Munaf untuk mempelajari kembali prinsip stoikisme atau Stoicism dari sudut pandang yang berbeda. Sherina pun memilih mendalami karakter Nea dengan pikiran terbuka agar dapat mengikuti perjalanan tokohnya secara utuh.

Sherina mengaku sengaja mengambil jarak dari pengetahuan yang telah dimilikinya tentang stoikisme ketika pertama kali menerima tawaran untuk memerankan Nea. Baginya, karakter tersebut perlu menjalani proses pembelajaran sendiri, sehingga ia tidak ingin terlalu cepat memasukkan pemahaman pribadinya ke dalam perjalanan tokoh yang dimainkan.

"Ketika aku dikabarkan bahwa akan memerankan Nea, kemudian baca script-nya, aku agak berusaha untuk memberikan jarak dulu dari apa yang sudah kutahu soal Stoicism, karena itu adalah perjalanannya Nea nanti. Jadi aku ingin berangkat dari seolah-olah gelasnya tuh masih kosong dulu, gitu," kata Sherina di Jakarta.

Pendekatan tersebut justru memberikan pengalaman baru bagi Sherina, baik sebagai aktris maupun sebagai seseorang yang kembali mendalami filosofi stoikisme. Dia berkesempatan memahami prinsip-prinsip tersebut melalui persoalan hidup yang dihadapi Nea. 

"Jadi buat aku ini adalah pengalaman yang bukan yang susah gitu, tapi sangat eye-opening untuk pembelajaran aku juga sebagai aktor, tapi juga mempelajari ulang prinsip-prinsip Stoicism dari kacamatanya Nea," ungkapnya.
Dalam film garapan Affandi Abdul Rachman ini, Sherina memerankan Nea, anak tengah yang harus mengambil alih tanggung jawab ekonomi keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. Di tengah upaya membangun kehidupan pribadi, ia menghadapi persoalan yang membuat rencana masa depannya berantakan.

Masalah Nea semakin rumit ketika sepupunya datang menagih rumah keluarga yang sebelumnya dijadikan jaminan oleh sang ayah. Utang warisan senilai ratusan juta rupiah membuat Nea harus memikirkan cara menyelamatkan keluarganya, sementara impiannya untuk menikahi sang kekasih semakin sulit diwujudkan.

Tanggung jawab tersebut belum termasuk persoalan dengan Abi, kakaknya yang berulang kali gagal menjalankan bisnis, serta kebutuhan biaya kuliah Runi, adik bungsunya. Berbagai tekanan itu membuat Nea berada dalam situasi yang menguji kesabaran, emosi, dan kemampuannya menghadapi keadaan.

Perjuangan Nea tergambar dalam poster terbaru Filosofi Teras. Dia terlihat duduk di teras rumah bercat biru sambil membaca Meditations karya Marcus Aurelius. Di tangan lainnya, terdapat cangkir kuning bertuliskan amor fati, ungkapan yang secara umum dimaknai sebagai mencintai atau menerima nasib.

Di belakang Nea, Abi yang diperankan Rangga Nattra menatapnya dengan ekspresi penuh emosi. Sementara itu, Runi yang dimainkan Zee Asadel menunjukkan kekecewaan, sedangkan sang ibu, yang diperankan Lydia Kandou, memandang Nea dengan tatapan prihatin. Gambaran tersebut memperlihatkan dinamika keluarga yang penuh ketegangan sekaligus menyimpan persoalan emosional masing-masing.

Filosofi Teras sendiri dikenal luas melalui buku karya Henry Manampiring yang memperkenalkan pemikiran stoikisme kepada pembaca Indonesia. Dalam adaptasi layar lebar ini, gagasan tentang pengendalian diri dan penerimaan keadaan disampaikan melalui konflik keluarga, hubungan asmara, serta tekanan pekerjaan yang dialami para karakter.
Sutradara Affandi Abdul Rachman mengatakan bahwa cerita film ini tidak hanya membahas persoalan yang terlihat dari luar, tetapi juga pergulatan pribadi yang kerap disembunyikan seseorang. Ia ingin menghadirkan kisah yang dekat dengan pengalaman penonton dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Di balik setiap pintu, ada cerita. Di balik setiap manusia, ada pergulatan. Dan di tengah semuanya, kita hanya ingin menemukan sedikit ketenangan,” ungkap sutradara Affandi Abdul Rachman.

Henry Manampiring menilai penonton tidak harus membaca bukunya terlebih dahulu untuk menikmati film ini. Menurut penulis Filosofi Teras tersebut, kisah Nea tetap dapat dipahami sebagai drama keluarga yang berdiri sendiri, sekaligus membuka kesempatan bagi penonton untuk mengenal prinsip stoikisme.

“Setelah menontonnya, menurut saya film ini bisa dinikmati oleh mereka yang bahkan tidak baca buku Filosofi Teras. Film ini bisa berdiri sendiri, dinikmati sebagai suatu hiburan tanpa harus membaca bukunya,” ungkap Henry Manampiring.

Selain Sherina Munaf, Filosofi Teras dibintangi Zee Asadel, Lydia Kandou, Ge Pamungkas, Dinda Kanya Dewi, Kiki Narendra, Rangga Nattra, Givina, Adinda Cresheilla, Baim D'Bill, Tubagus Ali, Ina Marika, dan Putri Ayudya.

Bersamaan dengan peluncuran poster, MD Pictures juga memperkenalkan lagu tema berjudul "Garis Hidup" karya Jerrico Escondore yang dibawakan oleh Kaneishia Yusuf dan Abeliano. Lagu tersebut menjadi bagian dari elemen musikal yang melengkapi kisah drama keluarga dalam film ini.

Filosofi Teras dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 Desember 2026. 








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA