Film Merah Sebelum Fajar world premiere di TIFF 2026 (Foto: Instagram @garin_film)
Film Merah Sebelum Fajar world premiere di TIFF 2026 (Foto: Instagram @garin_film)

Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho World Premiere di Tokyo

Basuki Rachmat • 28 Oktober 2026 13:27
Ringkasnya gini..
  • Film Merah Sebelum Fajar menggelar world premiere dan bersaing dalam Main Competition di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39.
  • Film berlatar masa awal kemerdekaan tahun 1946 ini dibintangi oleh Nicholas Saputra, Laura Basuki, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo.
  • Usai tayang di festival film internasional Tokyo, Merah Sebelum Fajar dijadwalkan resmi rilis di bioskop Indonesia pada 21 Januari 2027.
Jakarta: Film Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) karya sutradara Garin Nugroho menggelar world premiere atau pemutaran perdana dunia di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, Jepang, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Film ini terpilih untuk berkompetisi dalam program Main Competition dan akan bersaing dengan 14 film lainnya untuk memperebutkan enam penghargaan. Kategori tersebut meliputi Tokyo Grand Prix, Special Jury Prize, Best Director, Best Actress, Best Actor, dan Best Artistic Contribution.

Melalui akun Instagram pribadinya, @garin_film, Garin Nugroho membagikan momen kehadirannya di karpet merah TIFF pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Garin tampil bersama empat pemain Merah Sebelum Fajar, yakni Nicholas Saputra, Laura Basuki, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo.

TIFF ke-39 berlangsung pada 26 Oktober hingga 4 November 2026. Setelah menjalani pemutaran perdana di festival tersebut, Merah Sebelum Fajar dijadwalkan menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 21 Januari 2027.

Film ini mengambil latar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Ceritanya mengikuti perjalanan Frans, yang diperankan Nicholas Saputra, bersama empat karakter lain dari latar belakang berbeda. Mereka melintasi berbagai wilayah di Indonesia sambil membawa sebuah dokumen penting.
 
Di tengah perjalanan, kelima karakter itu dihadapkan pada beragam persoalan, termasuk kecurigaan dari orang-orang yang seharusnya berada di pihak yang sama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Bagi Garin Nugroho, periode awal kemerdekaan Indonesia menyimpan banyak kisah tentang pengalaman manusia yang belum banyak diangkat ke layar lebar. Ketertarikan tersebut menjadi salah satu alasan Garin kembali mengeksplorasi periode sejarah itu melalui Merah Sebelum Fajar.

“Saya tertarik kembali ke tahun-tahun awal kemerdekaan karena masih banyak pengalaman manusia dari masa itu yang belum hadir di layar. Dalam Merah Sebelum Fajar, kami membangun sebuah perjalanan untuk melihat Indonesia pada masa yang penuh perubahan. Saya senang film ini akan bertemu penonton untuk pertama kalinya di Tokyo,” ujar Garin dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.

Dalam penggarapannya, Garin berkolaborasi dengan penulis skenario Dirmawan Hatta. Film ini diproduksi oleh Atarui Films bersama JAGARTHA, Springboard, Trinity Optima Production, dan IMAJINARI, serta mendapat dukungan dari Laspro.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA