Namun apa film favorit Vino?
Ternyata dia masih setia dengan beberapa film klasik sebelum tahun 2000. Pada Senin 20 Agustus 2018, saat berkunjung ke kantor redaksi Medcom.id Jakarta dalam rangka promosi film terbaru WIro Sableng, Vino berbagi lima film kesukaan yang paling mudah dia ingat. Dia tidak punya genre favorit karena bagi Vino, "setiap genre punya kekuatan masing-masing."
Berikut daftarnya.
1. The Godfather I - III (Francis Ford Coppola, 1972-1990)
Film adaptasi novel kriminal ini berkisah tentang Michael Corleone, anak seorang bos keluarga mafia yang mewarisi tampuk kekuasaan dinasti dari ayahnya yang sudah berusia lanjut. Setelah menembus rekor film terlaris, dua film sekuelnya dibuat dengan pusat kisah yang sama, yaitu Michael Corleone.
"Senang saja. Mereka menggambarkan dunia mafia tetapi dari sudut pandang berbeda. Jadi kita bisa simpatik dengan dunia mafia itu, padahal sebenarnya enggak seperti itu," ungkap Vino mengenai tiga film The Godfather.
2. Mana Tahaaan... (Nawi Ismail, 1979)
Mana Tahan garapan sutradara dan penulis Nawi Ismail adalah debut film bagi trio Dono, Kasino, dan Indro, yang kelak dikenal sebagai Warkop DKI. Namun dalam film ini, grup mereka masih bernama Warkop Prambors dan Nanu Mulyono juga masih bergabung sebagai anggota keempat.
Pada dasarnya, Vino suka dengan film-film Warkop DKI terdahulu sejak akhir 1970-an hingga 1994. Jadi ketika dia bergabung ke proyek film daur ulang Warkop DKI Reborn untuk memerankan Kasino, materi tersebut sudah tidak asing baginya.
"(Saya suka) film-film Warkop DKI yang dulu. Ya sudah legenda, memang senang saja dengan trio Dono Kasino Indro, apalagi film mereka yang pertama (Mana Tahan)."
3. Cidade de Deus - City of God (Fernando Meirelles & Katia Lund, 2002)
Film adaptasi novel semi-autobiografi ini berkisah tentang dua pemuda yang memilih jalur berbeda. Rocket menapaki jalan sebagai fotografer yang memotret kekerasan akibat narkoba di daerah tempat tinggalnya. Ze adalah gembong narkoba yang menggunakan foto-foto Rocket sebagai cara meraih popularitas dan memicu perang dengan rival bisnisnya.
"Ini cerita tentang dunia remaja dan drugs di Brasil, kalau enggak salah. Senang, penggambarannya sangat riil, aktingnya natural, dan kita percaya banget bahwa dunia remaja di sana itu menyeramkan sekali."
4. Tjoet Nja Dhien (Eros Djarot, 1986)
Film biopik dan perang tentang pahlawan Aceh, Cut Nyak Dhien, yang diperankan Christine Hakim. Teuku Umar tewas tertembak musuh saat memimpin rakyat Aceh dalam perang melawan penjajah Belanda. Cut Nyak Dhien, istrinya, menggantikan Teuku Umar dan menjadi panglima perang.
"Salah satu film kolosal Indonesia, yang pada jaman itu sudah luar biasa banget."
5. Father of the Bride (Charles Shyer, 1991)
Remake atas film 1950 berjudul sama ini berkisah tentang George Banks, ayah dan pengusaha yang sulit merelakan anak perempuannya menikah. Perlahan, George belajar hidup bersama menantunya dan sadar bahwa selama anak perempuannya bahagia, dia juga bahagia.
"Cerita tentang bapak dan anak. Buat saya, ceritanya komedi, tetapi sangat menyentuh banget."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News