NEWSTICKER
Film Cintagion (Foto: warnerbros)
Film Cintagion (Foto: warnerbros)

Penulis Naskah Contagion Bantah Filmnya Cerita tentang Korona

Hiburan film asing Artis dan Virus Korona
Cecylia Rura • 18 Maret 2020 19:08
Jakarta: Film Contagion menyita perhatian sejak pandemi Covid-19 atau korona merebak di dunia. Cerita film seperti memprediksi masa sekarang ketika korona menjadi virus mematikan dan menimbulkan dampak serupa pada film seperti munculnya hoaks, panic buying, dan meningginya sisi egois manusia.
 
Penulis naskah film Contagion, Scott Z. Burns memaparkan, virus dalam ceritanya bukanlah korona. Dia menjelaskan perbedaan korona dan virus MEV-1.
 
"Virus kami, MEV-1 bukan virus korona. Berasal dari dua virus yang ada, satu bernama Nipah yang memengaruhi babi dan virus lain bernama Hendra, yang memengaruhi kuda," kata Scott Z. Burns dalam wawancara intens bersama Vulture terkait desain virus yang digunakan untuk film Contagion, Sabtu, 14 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Scott melanjutkan, hal pasti dan diyakini para ilmuwan dari sejenis virus adalah tempat yang paling memungkinkan penyebaran virus ke manusia ketika tak ada pendingin dan orang lebih memilih membeli hewan hidup.
 
Dalam mengerjakan ceritanya, Scott sempat berkonsultasi dengan Ian Lipkin, Profesor Epidemologi John Snow di Mailman School of Public Health di Columbia University. Dia juga menjabat Profesor Neurologi dan Patologi di College of Physicians and Surgeons di Columbia University.
 
Ian Lipkin tak terlibat kecuali jika yang dilakukan dalam film Contagion bersifat autentik dan dapat diverifikasi secara ilmiah. Sejak awal, Scott bertahan pada punggung cerita yang mungkin terjadi seperti apa yang terjadi pada alam dan membuat segala sesuatu menjadi mungkin terjadi, berdasarkan nasihat Ian Lipkin.
 
"Lalu Anda melihat perjuangan ilmuwan memahami sains dan matematika dan kecenderungan manusia panik menghadapi hal-hal yang tak diketahui," kata Scott.
 
Hal terburuk yang bisa terjadi dikatakan Scott juga perlahan terjadi saat negara menghadapi virus Covid-19 sekarang. Seperti adanya oportunis yang memanfaatkan situasi.
 
"Bahkan pada hal terburuknya, memanfaatkan situasi, entah orang-orang mencari keuntungan dengan obat palsu atau menggunakan situasi ini untuk agenda politik apapun yang dimiliki, apakah itu pun xenophobia (ketakutan atau ketidaksukaan terhadap negara lain) dan sebagainya," terang Scott.
 
Dalam film Contagion, korban tewas akibat virus MEV-1 yakni Elizabeth Emhoff berusia 34 tahun dan putranya yang berusia 5 tahun. Sementara Covid-19 cenderung lebih berbahaya bagi lansia dan yang memiliki riwayat penyakit. Scott menjelaskan, riset untuk film Contagion dilakukan kurang lebih 9 tahun lalu. Untuk Covid-19, menurutnya berbahaya bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit atau masalah pernapasan.
 
Film Contagion mengisahkan dampak munculnya virus MEV-1 yang menyebabkan kematian. Virus ini merebak di Minneapolis, Amerika Serikat berawal dari Elizabeth Emhoff (Gwyneth Paltrow) yang tertular dalam perjalanan bisnis ke Hong Kong.
 
MEV-1 mengaitkan hewan kelelawar dan babi sebagai musabab virus ini. Wabah ini mengakibatkan 26 juta orang meninggal di dunia, dalam film. Prediksi angka kematian itu pun berasal dari Scott, Sutradara Steven Soderbergh, dan para ilmuwan yang terlibat.
 
Menurutnya, perkara Covid-19 bukan menyoal kematian tapi lebih sifat virus yang sangat menular. "Harapan saya, seperti pada film, orang-orang mulai memahami apa arti social distancing (jarak sosial) dan kebijakan pemerintah yang koheren membuat orang tetap aman," ungkapnya.
 
Film Contagion dapat disebut sebagai skenario terburuk dampak mewabahnya Covid-19. Namun, film ini tak dianjurkan sebagai kisi-kisi penanggulangan Covid-19 yang kini merebak.
 
Film Contagion disutradarai Steven Soderbergh, produksi Warner Bros. Film ini dirilis pada 2011 dibintangi Matt Damon, Gwyneth Paltrow, Kate Winslet, Jude Law, Laurence Fishburne, dan Marion Cotillard.
 

 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif