"Perempuan Tanah Jahanam sedang didistribusikan di beberapa negara. Sekarang sedang ada negosiasi," kata Joko memberikan alasannya di Tokyo International Film Festival.
Menurut Joko, biasanya distributor menginginkan pemutaran perdana secara eksklusif di negara tersebut sebelum penayangan di festival film manapun. Dia menuruti aturan tersebut agar negosiasi berjalan lancar.
"Biasanya negara yang akan memutar suatu film, mereka meminta supaya ditahan dulu (tayang) festivalnya supaya mereka yang pertama kali memutar," paparnya.
Sementara itu, film besutan Joko yang diputar dalam ajang ajang Tokyo International Film Festival 2019 ialah Folklore - A Mother's Love. Film itu masuk sebagai bagian dari Crosscut Asia ke-6.
Ini merupakan kategori yang menayangkan film bertema fantastis seperti horor, aksi hingga fiksi ilmiah dari negara-negara Asia. Film tersebut mengangkat kisah horor legenda Indonesia, Wewe Gombel.
"A Mother's Love adalah satu dari antologi film horor Asia yang mengangkat cerita tentang Wewe Gombel. Hantu dari Indonesia yang menculik anak-anak yang tidak dicintai orangtuanya. Karena semasa hidupnya tidak bisa memiliki keturunan," paparnya.
Film tersebut merupakan satu dari enam film HBO yang mengangkat tema hantu legenda dari Asia Tenggara. Folklore - A Mother's Love dibintangi aktor ternama Tanah Air seperti Marissa Anita dan Muzakki Ramdhan.
Tidak hanya karya Joko Anwar yang diputar dalam Tokyo International Film Festival 2019. Tahun ini, film besutan Randy Korompis, Foxtrot Six dan Hiruk-Pikuk Si-Alkisah (The Science of Fictions) karya Yosep Anggi Noen turut diputarkan di ajang film bergengsi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News