Jujutsu Kaisen (Foto: Netflix)
Jujutsu Kaisen (Foto: Netflix)

9 Macam Genre Anime, Kamu Suka yang Mana?

Agustinus Shindu Alpito • 25 Maret 2026 17:17
Ringkasnya gini..
  • Anime memiliki beragam genre berdasarkan segmentasi usia dan jenis kelamin, mulai dari shoujo, shounen, hingga seinen dan josei.
  • Genre seperti harem, reverse harem, hingga boys love (BL) dan girls love (GL) menawarkan variasi cerita lebih spesifik sesuai preferensi penonton.
  • Popularitas anime global terus meningkat, didorong oleh platform digital dan judul populer seperti Naruto, One Piece, dan Jujutsu Kaisen.
Jakarta: Sejak dahulu, animasi Jepang atau anime terus digandrungi secara global. Popularitas mereka kian meningkat di tengah Pandemi Covid-19 lewat platform-platform media sosial seperti TikTok.
 
Selain kepiawaian para animator dalam menghidupkan tokoh manga, anime turut dibalut dengan cerita yang memikat. Meluasnya demografi penggemar menuntut para kreator untuk lebih kreatif dalam mengembangkan berbagai genre. 
 
Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi judul-judul anime yang tersedia. Dengan demikian, para penggemar bisa memilih mana anime yang sesuai dengan tipenya. 

Macam-Macam Genre Anime Berdasarkan Segmentasi Usia dan Jenis Kelamin 

Shoujo



Shoujo merupakan sebuah kata dalam bahasa Kanji yang berarti “anak perempuan”. Genre shoujo ini memang dirancang secara khusus untuk para remaja perempuan. Mayoritas penikmat anime beranggapan kalau genre ini hanya berpusat tentang kisah percintaan dengan tokoh utama perempuan..
 
Namun, tidak semua anime yang mengangkat kisah romansa masuk dalam genre shoujo. Tokoh utama genre shoujo pun tak harus selalu perempuan. Contoh anime bergenre shoujo adalah Natsume's Book of Friends, Yona of the Dawn, dan Ao Haru Ride.
 

Shounen


 
Kebalikan dari shoujo, genre anime ini diproduksi untuk para remaja laki-laki pada rentang umur 12–18 tahun. Shounen juga diambil dari bahasa Kanji yang jika diterjemahkan berarti “anak laki-laki”.
 
Dibandingkan genre lain, shounen menjadi genre anime paling populer. Meskipun ditujukan bagi remaja laki-laki, banyak remaja perempuan yang juga menyukai judul anime pada genre ini. Contoh anime shounen adalah Naruto, My Hero Academia, Jujutsu Kaisen, serta One Piece.
 

Josei


 
Josei merupakan tingkatan selanjutnya dari genre shoujo. Jika shoujo ditujukan untuk remaja perempuan, josei menyasar pada wanita dalam kelompok umur dewasa awal hingga dewasa. Ini mengacu pada rentang usia 18–45 tahun.
 
Sesuai dengan segmentasi penontonnya, josei kerap menampilkan kisah romansa realistis. Alur cerita yang dibangun pun lebih dewasa. Beberapa anime dengan genre josei adalah Chihayafuru, NANA, dan Honey and Clover.
 

Seinen


 
Sama seperti shoujo-shounen, seinen adalah kebalikan dari genre josei. Jika anime josei ditujukan kepada perempuan dewasa, genre seinen menyediakan anime untuk laki-laki dewasa dengan rentang usia yang sama: 18–45 tahun. 
 
Satu level di atas shounen, anime-anime pada genre ini menampilkan tema yang lebih rumit dan alur cerita yang lebih berat. Anime seinen juga terkadang memperlihatkan adegan-adegan yang tidak layak dikonsumsi remaja di bawah 18 tahun. Misalnya, Parasyte, Tokyo Ghoul, dan Erased.

Harem


 
Secara harfiah, harem merupakan genre yang mengangkat kisah tentang tokoh utama pria yang dikelilingi banyak wanita. Tak jarang juga para wanita dalam anime tersebut menyukai sang pria dan memperebutkannya.
 
Genre harem digemari oleh penggemar anime laki-laki karena banyak menampilkan karakter-karakter wanita cantik. Biasanya para penonton akan menempatkan dirinya di posisi tokoh utama. Contoh anime pada genre ini adalah Haganai, Nisekoi, dan The World God Only Knows.
 

Reverse Harem


 
Sesuai namanya, genre ini merupakan kebalikan dari harem. Tokoh utama wanita yang dikelilingi dan dicintai banyak pria merupakan inti cerita dari anime dengan genre reverse harem ini.
 
Anime reverse harem biasanya merupakan adaptasi dari otome game populer dengan judul yang sama. Contoh anime dengan genre ini adalah Kiss Him, Not Me!, Uta no Prince-sama, dan Hakuoki.
 

Shoujo-ai (Girl’s Love)


 
Genre ini menampilkan kisah percintaan sesama jenis antara perempuan dengan perempuan. Awalnya, genre shoujo-ai atau girl’s love ini populer dengan nama yuri.
 
Akan tetapi, yuri kebanyakan dipakai hanya untuk cerita percintaan dengan adegan seksual yang vulgar. Contoh anime bergenre shoujo-ai adalah Bloom Into You, Sakura Trick, dan Citrus.
 

Shounen-ai (Boy’s Love)


 
Kebalikan dari shoujo-ai, shounen-ai menampilkan kisah cinta sesama laki-laki. Genre shounen-ai populer juga dengan sebutan boys love (BL). Sama seperti pada shoujo-ai, shounen-ai juga sebelumnya memiliki sebutan lain yang populer: yaoi.
 
Namun, saat ini yaoi hanya dipakai untuk menyebut anime dengan kisah percintaan sesama lelaki dengan adegan seksual yang eksplisit. Contoh anime dengan genre shounen-ai adalah Given, Sekaiichi Hatsukoi, dan Yuri!!! on Ice.
 

Ecchi


 
Genre terakhir adalah ecchi. Adegan seksual menjadi nilai jual pada genre ini, seperti karakter wanita dengan busana minim atau memiliki ukuran payudara yang tidak masuk akal. Anime ecchi pun tidak layak dikonsumsi oleh remaja di bawah 18 tahun.
 
Genre ecchi ini juga banyak disisipi dalam genre yang lain, seperti, seinen dan harem yang memang menjadi konsumsi pria dewasa. Contoh anime bergenre ecchi adalah Prison School, To Love-Ru, dan Highschool DxD.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA