Spongebob Squarepants (Foto: Ist)
Spongebob Squarepants (Foto: Ist)

Gundala, Spongebob, dan 12 Program Lain Kena Semprit KPI

Hiburan film indonesia kpi
Dhaifurrakhman Abas • 16 September 2019 15:13
Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan surat teguran tertulis untuk 14 program siaran di sejumlah lembaga penyiaran, televisi dan radio. Program itu dinilai melanggar peraturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI tahun 2012.
 
Adapun 14 program siaran yang dianggap melanggar antara lain, Program Siaran Jurnalistik Borgol (GTV), Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie (GTV), Ruqyah (Trans 7), Rahasia Hidup (ANTV), Rumah Uya (Trans 7), dan Obsesi (GTV). KPi juga menegur promo film Gundala (TV One), Ragam Perkara (TV One), DJ Sore (Gen FM), Heits Abis (Trans 7), Headline News (Metro TV), Centhini (Trans TV), Rumpi No Secret (Trans TV), dan Fitri (ANTV).
 
Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo menyayangkan pelanggaran yang dilakukan 14 program siaran tersebut. Apalagi, kata dia, jenis pelanggaran yang ditemukan terkait adanya muatan kekerasan, horor, pemanggilan arwah, konflik pribadi, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, ungkapan kasar, hingga pelecehan status kelompok tertentu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita tidak ingin muatan tersebut mendorong mereka percaya pada kekuatan paranormal, klenik, dan praktik-praktik seputar supranatural” kata Mulyo, seperti diberitakan kpi.go.id.
 
Mulyo menegaskan, KPI juga sangat menyayangkan penayangan adegan kekerasan dalam disiarkan di luar jam tayang yang diatur Standar Program Siaran (SOS). Katanya, siaran semacam itu mestinya diperuntukkan bagi khalayak dewasa bukan anak dan remaja.
 
"Perlindungan terhadap kepentingan tumbuh kembang psikologis dan perilaku anak-anak remaja harus dijaga," sambung Mulyo.
 
Dia melanjutkan, pihaknya juga menemukan adegan kekerasan, pelecehan terhadap status tertentu dan penayangan identitas wajah pelaku dan korban yang tersiar di program pemberitaan. Menurut Mulyo, tayangan ini jelas tidak sesuai dengan prinsip jurnalistik dalam P3-SPS terkait penyamaran identitas, baik korban maupun pelaku.
 
“Pelecehan terhadap status kelompok tertentu pun tidak dibolehkan apalagi adegan kekerasan fisik,” jelas komisioner bidang Isi Siaran tersebut.
 
KPI bakal memberikan penjatuhan sanksi terhadap beberapa temuan yang dianggap melanggar P3-SPS tersebut. Teguran dilayangkan karena nilai dan norma kesopanan serta kesusilaan yang berlaku di masyarakat harus dihormati oleh lembaga penyiaran.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif