Mengutip The Guardian via NME, Kilcher menilai ciri wajah dan identitas budayanya dimanfaatkan untuk kepentingan komersial tanpa izin maupun kompensasi. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk eksploitasi.
“Salah satu pembuat film paling berpengaruh di Hollywood telah memanfaatkan identitas biometrik dan warisan budaya seorang gadis muda dari suku asli untuk menciptakan waralaba film yang memecahkan rekor,” tulis penggugat.
“Tanpa memberikan pengakuan atau kompensasi kepadanya—melalui serangkaian tindakan komersial yang disengaja dan tidak menghormati nilai-nilai budaya.” tambahnya.
Kilcher Sebut Dirinya Jadi Inspirasi Neytiri
Gugatan tersebut menyatakan bahwa Cameron menggunakan foto Kilcher yang dimuat di The LA Times. Potret promosi itu menunjukkan dirinya sebagai Pocahontas dalam film The New World (2005).Siaran pers tersebut kemudian menjelaskan pertemuan antara Kilcher dan Cameron pada tahun 2010. Setelah perilisan Avatar, sutradara asal Kanada itu memberikan hadiah berupa sketsa Neytiri yang dibingkai dan ditandatangani.
“Kecantikanmu adalah inspirasi awalku untuk Neytiri. Sayang sekali kamu sedang syuting film lain. Lain kali,” bunyi tulisan Cameron pada hadiah itu.
Aktris berusia 36 tahun itu mengklaim bahwa tidak ada upaya dari sang sutradara untuk mengajaknya berperan dalam waralaba film masif tersebut.
Pengakuan Cameron soal Inspirasi Neytiri
Dugaan tersebut semakin kuat setelah Cameron sendiri mengungkap sumber inspirasi desain Neytiri dalam wawancara dengan LA Times. Sineas itu dengan lugas menyebut nama Q’orianka Kilcher dalam sebuah wawancara di media sosial tahun lalu.“Sumber sebenarnya untuk (sketsa) ini adalah sebuah foto di LA Times, seorang aktris muda bernama Q’orianka Kilcher. Ini sebenarnya dia … bagian bawah wajahnya. Dia memiliki wajah yang sangat menarik,” akuinya.
Kilcher Merasa Dieksploitasi
Kilcher pun menyebut bahwa penggunaan citra dirinya bukanlah “inspirasi, melainkan eksploitasi.” Foto promosi untuk LA Times dilakukan ketika ia masih berusia 14 tahun. Menurutnya, Cameron mengambil fitur-fitur wajahnya dan meraup keuntungan miliaran dolar tanpa pernah sekalipun meminta izin darinya.“Itu bukanlah pembuatan film. Itu adalah pencurian,” tuduh Kilcher.
Dirilis pada tahun 2009, film Avatar pertama tetap menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang masa, dengan meraup lebih dari US$2,9 miliar (Rp50,4 triliun) di seluruh dunia.
Karakter Neytiri, yang diperankan oleh Zoe Saldaña, menjadi tokoh sentral dalam alur cerita film ini, serta sekuel-sekuelnya, Avatar: The Way Of Water (2022) dan film ketiga yang dirilis tahun lalu, Fire And Ash.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News