Rano Karno berpose bersama Christine Hakim dalam hari kedua gala premier Si Doel The Movie di XXI Epicentrum Jakarta, Minggu, 29 Juli 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Rano Karno berpose bersama Christine Hakim dalam hari kedua gala premier Si Doel The Movie di XXI Epicentrum Jakarta, Minggu, 29 Juli 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Si Doel The Movie Catat Dua Rekor Nasional

Hiburan si doel the movie
Purba Wirastama • 30 Juli 2018 06:22
Jakarta: Film Si Doel The Movie garapan Rano Karno mencatat dua rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) terkait pemutaran perdana filmnya. Piagam rekor ini diberikan oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana dalam hari kedua gala premier Si Doel di XXI Epicentrum Jakarta, Minggu sore, 29 Juli 2018
 
Dua rekor tersebut, film Indonesia pertama yang mengadakan gala premier di bioskop Belanda serta film Indonesia pertama yang mengadakan gala premier domestik selama dua hari berturut-turut.
 
Pesta pemutaran perdana di Epicentrum memang digelar sejak kemarin, Sabtu, 28 Juli 2018 hingga hari ini. Selama dua hari, pihak Falcon Pictures mengadakan delapan sesi pemutaran film bagi sekitar 8.000 orang, termasuk undangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi Jaya, pertimbangan utama pemberian rekor bukanlah soal premier di Belanda atau dua hari, melainkan kembalinya Rano ke perfilman domestik setelah hampir 10 tahun absen.
 
"Bahwa Rano Karno kembali ke dunia film. Itu pertimbangannya karena kan itu rekor," ungkap Jaya.
 
"Dengan kembalinya Mas Rano ke dunia perfilman, saya yakin dunia film akan semakin bergelora," imbuhnya singkat.
 
Dalam satu dekade ini, Rano memang muncul di beberapa film, tetapi hanya sebagai figuran. Film terakhir yang melibatkannya lebih serius adalah Satu Jam Saja (2010), di mana dia menulis naskah.
 
Bagi Rano, gala premier di bioskop Pathe Tuschinski Belanda adalah capaian penting. Dia bercerita betapa panjang proses mereka untuk bisa mengadakan pesta pemutaran perdana di bioskop itu. Pestanya pun digelar secara mewah.
 
"Sambutan luar biasa, dua jam sebelum mulai, semua penonton di pinggir jalan. Kami di sana red carpet. Artinya, kami sajikan penampilan yang tidak memalukan bangsa, dengan red carpet, mobil Limosin, sekuriti, persiapan, penyambutan," kata Rano.
 
"Barangkali, film Indonesia yang premier di bioskop Belanda, baru Si Doel The Movie," imbuhnya.
 
Untuk gala premier di Indonesia, Rano sendiri juga terkesan. Dia mempercayakan acara kepada pihak Falcon dan Ari Tulang. Selama dua hari, pesta ini menjadi semacam festival Betawi dengan sejumlah makanan, pertunjukan, serta dekorasi seperti opelet, teras rumah "Si Doel", dan ondel-ondel. Ada juga patung Si Doel Anak Betawi versi anak-anak.
 
Pada hari Jumat, mereka membuka tiga sesi pemutaran dari sore hingga malam. Pada hari kedua, lima sesi dibuka sejak siang. Bahkan ada satu sesi cadangan seandainya masih ada tamu yang ingin menonton filmnya sebelum dirilis resmi di bioskop.
 
"Ini premier dua hari berturut-turut dengan frekusensi luar biasa. Jumlah tamu undangan 8.000 orang dua hari, jadi enggak main-main," ujar Rano.
 
Menurut produser Frederica dari Falcon Pictures, perayaan di Jakarta dibuat demikian agar bisa menyaingi kemeriahan pesta di Belanda.
 
"Kami melihatnya bahwa hype Jakarta jangan sampai kalah dengan Belanda. Kami tangkap ide itu dengan festival Betawi. Biar bagaimanapun, kami tidak mau ini sekadar gala premier, tetapi ini adalah perayaan pesta budaya ala Si Doel the Movie," terang Frederica.
 
Si Doel The Movie diproduksi Karnos Films bersama Falcon. Rano kembali bermain bersama Maudy Koesnaedi dan Cornelia Agatha. Film ini akan dirilis di bioskop Kamis, 2 Agustus 2018.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif