Burning Ambition tidak sekadar merangkum sejarah, namun mengupas tuntas akar perjuangan band pelopor subgenre New Wave of British Heavy Metal (NWOBHM) ini. Mulai dari aksi panggung ke panggung di gigs kecil kawasan London Timur, hingga momen krusial saat mereka mengambil keputusan besar mengganti Paul Di'Anno dengan Bruce Dickinson sebagai frontman Iron Maiden.
Eddie: Maskot Abadi Iron Maiden yang Melampaui Zaman
Salah satu sorotan utama dalam dokumenter ini adalah pembahasan mengenai Eddie, maskot ikonik yang telah menghiasi 17 album Iron Maiden. Eddie bukan hanya sekadar hiasan artwork album Iron Maiden, melainkan ruh visual yang menjadi bagian vital dalam setiap pertunjukan panggung mereka.Kehebatan konsep visual ini pun mendapat pengakuan dari jajaran musisi lintas genre yang hadir sebagai narasumber. Chuck D, frontman grup hip-hop legendaris Public Enemy, mengaku takjub dengan konsistensi Eddie.
"Yang istimewa dari Eddie adalah dia bisa melampaui generasi. Anda selalu bisa menarik perhatian orang baru dengan sebuah karakter. Eddie adalah sebuah monumen," kata Chuck D.
Tak hanya Chuck D, drumer Metallica, Lars Ulrich, juga memberikan pujian selangit terhadap strategi visual Iron Maiden. Menurutnya, Eddie adalah salah satu pencapaian branding tersukses dalam sejarah musik hard rock.
"Sulit bagi saya untuk memikirkan maskot atau citra yang lebih mudah dikenali yang terkait dengan band hard rock selain Eddie dan Iron Maiden. Itu adalah kreasi yang luar biasa," tutur Lars Ulrich.
Senada dengan Lars Ulrich, vokalis band KISS, Gene Simmons, yang turut memberikan apresiasi positif terkait maskot legendaris darj Iron Maiden tersebut.
"Saya memberikan pujian kepada Maiden, mereka memahami hal yang berkaitan dengan pembawa panji yang terhubung dengan para penggemar," tutup Gene Simmons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News