Jagat Arwah (Foto: visinema)
Jagat Arwah (Foto: visinema)

Bikin Merinding, Ini 5 Pantangan Jawa dalam Film Jagat Arwah

Sri Yanti Nainggolan • 29 September 2022 12:41
Jakarta: Film Jagat Arwah, yang mengangkat kisah mistik yang populer di tanah Jawa, mulai tayang hari ini. Tak heran jika ada beberapa pantangan yang muncul dalam film horor ini. 
 
Film Jagat Arwah menawarkan atmosfer klenik yang diberi sentuhan fantasi dan menyiratkan beberapa pantangan yang bila diabaikan konon dapat menyebabkan malapetaka.
 
Jagat Arwah bercerita tentang misteri kematian sang ayah dari Raga (Ari Irham), Sukmo (Kiki Narendra) secara mendadak dan mencurigakan. Hal itu mendorong Raga menelusuri kehidupannya dengan hal mistis. Termasuk kenyataan bahwa ia adalah keturunan jagat arwah sekaligus jagat manusia yang bergelar Aditya ke-7.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bikin Merinding, Ini 5 Pantangan Jawa dalam Film <i>Jagat Arwah</i>
Film Jagat Arwah tayang mulai 29 September 2022. Instagram jagatarwah
 
Berikut lima pantangan Jawa yang tersirat dalam film Jagat Arwah dilansir dari Antara

1. Ora rukun marang wong tuo (tidak rukun dengan orang tua)

Hubungan Raga (Ari Irham) dengan ayahnya, Sukmo (Kiki Narendra) digambarkan penuh ketegangan dan tidak harmonis. Keduanya memiliki masalah komunikasi yang fatal hingga ciptakan perang dingin selama bertahun-tahun. 
 
Mengacu pada salah satu mitos di Jawa, apabila sang anak mengabaikan kondisi yang buruk dengan orang tuanya, ia berpeluang mendapatkan masalah di masa mendatang.
 

2. Mangan ndisiki wong tuo (makan mendahului orang tua)

Masih seputar hubungan Raga dan sang Ayah, orang-orang Jawa juga sangat mementingkan etika bahkan sampai di ranah dapur. Mereka percaya makan mendahului orang tua juga miliki konsekuensi tersendiri.
 
Baca: Tayang Hari Ini, Film Jagat Arwah Angkat Kisah Mistik Tanah Jawa
 

3. Keluar rumah larut malam diculik makhluk halus

Dalam film Jagat Arwah, Raga seringkali pulang ke rumah larut malam setelah sibuk latihan band. Sesuai pantangan nenek kakek terdahulu, berkeliaran lewat Maghrib bisa diculik oleh makhluk halus.
 
Dalam film Jagat Arwah, Raga diikuti oleh salah satu arwah gentayangan di dekat tempat tinggalnya, dengan lokasi syuting di Kaliangkrik.
 

4. Burung gagak pertanda buruk

Orang-orang Jawa percaya bahwa burung gagak yang berkeliaran di sekitar rumah merupakan pertanda buruk. Selain itu, kicau burung pipit juga mengindikasikan hal serupa, tepatnya menjadi pertanda akan segera datangnya berita yang menyedihkan. 
 
Meski tidak eksplisit, film Jagat Arwah menyelipkan beragam pertanda sebelum hal buruk tiba.
 
Baca: Hiii... Ari Irham Alami Hal Mistis saat Syuting Film Jagat Arwah
 

5. Bersiul malam hari bisa mengundang kuntilanak

Tokoh Kuntilanak (Sheila Dara) merupakan salah satu arwah yang memegang peranan penting dalam cerita Jagat Arwah. Bedanya, tanpa bersiul, Raga sudah memiliki keterikatan sendiri dengan Kunti yang berkaitan dengan masa lalu mereka. 
 
Hal ini sering diasosiasikan sebagai wejangan bagi seseorang untuk tidak menyebabkan keributan pada malam hari.
 
(SYN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif