Motaz Malhees (Foto: Instagram @motazmalhees)
Motaz Malhees (Foto: Instagram @motazmalhees)

Aktor Palestina Ini Tidak Bisa Hadiri Piala Oscar 2026 karena Dilarang Amerika

Elang Riki Yanuar • 16 Maret 2026 14:36
Ringkasnya gini..
  • Aktor asal Palestina Motaz Malhees tak bisa hadir di Piala Oscar 2026 meski filmnya masuk nominasi.
  • Malhees terlibat dalam film The Voice of Hind Rajab yang menceritakan kasus asli pembunuhan anak perempuan berusia 5 tahun oleh pasukan bersenjata Israel di Gaza pada tahun 2024.
  • Presiden Amerika Donald Trump membatasi masuknya orang yang menggunakan dokumen perjalanan yang diterbitkan atau disahkan oleh Otoritas Palestina.
Jakarta: Aktor asal Palestina Motaz Malhees mengungkap bahwa larangan perjalanan yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump membuatnya tak bisa menghadiri gelaran Oscar 2026
 
Malhees terlibat dalam film The Voice of Hind Rajab yang menceritakan kasus asli pembunuhan anak perempuan berusia 5 tahun oleh pasukan bersenjata Israel di Gaza pada tahun 2024. 
 
Film tersebut pun menerima nominasi sebagai Film Internasional terbaik atau Best International Feature Film bersama Sentimental Value, The Secret Agent, It Was Just An Accident, dan Sirât.

Malhees, yang berperan sebagai operator layanan telepon yang berusaha membantu gadis itu, mengatakan bahwa ia tidak bisa menghadiri acara yang digelar di Dolby Theater, Los Angeles, California, Minggu (15/3) waktu setempat.
 
Aktor berusia 34 tahun ini mengungkap bahwa statusnya sebagai warga negara Palestina menghalaunya untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat. Hal tersebut diceritakan lewat pernyataan di akun Instagram pribadinya @motazmalhees.
 
“Saya tidak boleh masuk Amerika Serikat karena kewarganegaraan Palestina saya,” tulis Malhees.  
Ia pun merasa “sakit hati” tak bisa menghadiri acara di mana film The Voice of Hind Rajab masuk dalam nominasi Film Internasional Terbaik. Namun, Motaz Malhees menegaskan bahwa AS bisa saja “memblokir paspor” tapi mereka tidak bisa “memutus suara.”
 
“Saya orang Palestina, dan saya berdiri dengan bangga dan penuh kehormatan. Semangat saya akan bersama The Voice of Hind Rajab malam itu,” tegas Malhees.
 
Sambungnya, “Semoga sukses untuk kalian semua. Kisah kita lebih besar daripada segala penghalang, dan kisah ini akan didengar.”
 
Dalam sebuah proklamasi pada bulan Desember yang membatasi masuknya warga negara asing, Trump mengatakan bahwa sebagai presiden ia telah “bertekad untuk sepenuhnya membatasi dan menghalangi masuknya individu yang menggunakan dokumen perjalanan yang diterbitkan atau disahkan oleh Otoritas Palestina”.
 
Proklamasi yang membatasi masuknya warga dari beberapa negara tersebut mengutip alasan keamanan dan mulai berlaku pada 1 Januari, menurut situs web Departemen Luar Negeri AS.
 
Film tersebut terinspirasi oleh sebuah insiden di mana lima anggota keluarga Rajab dan dua petugas ambulans yang datang untuk menyelamatkannya juga tewas akibat tembakan Israel. Israel menyatakan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki.
Malhees mengatakan bahwa para pemeran Palestina lainnya dalam film tersebut memiliki kewarganegaraan yang memungkinkan mereka bepergian ke AS. Namun, ia hanya memegang paspor Palestina.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA