Poster film Merah Putih: One for All (Foto: Instagram/tix.id)
Poster film Merah Putih: One for All (Foto: Instagram/tix.id)

Film Merah Putih: One for All Bakal Dibuat Versi Live Action, Siap Nonton?

Basuki Rachmat • 18 September 2026 18:08
Ringkasnya gini..
  • PERFIKI mengonfirmasi rencana pembuatan versi live action dari film Merah Putih: One for All.
  • Proyek ini diinisiasi akibat minimnya film bertema kemerdekaan pada momen HUT RI.
  • PERFIKI membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dan merencanakan lokasi syuting di Yogyakarta.
Jakarta: Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI) mengonfirmasi rencana menggarap versi live action dari film animasi Merah Putih: One for All. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PERFIKI sekaligus sineas di balik film animasi tersebut, Endiarto.

Endiarto membenarkan bahwa proyek live action tersebut tengah dipersiapkan. Ia menyebut rencana itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan kembali karya film bertema kemerdekaan Indonesia ke layar lebar.

"Iya memang bener dari saya, akan bikin Live Action," tutur Endiarto saat dihubungi awak media secara daring pada Jumat, 18 September 2026.

Menurut Endiarto, gagasan membuat versi live action muncul setelah ia melihat minimnya film bertema kemerdekaan yang hadir di layar lebar pada momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2026.

Ia juga menyinggung respons publik ketika Merah Putih: One for All pertama kali dirilis pada 14 Agustus 2025. Endiarto berharap pihak-pihak yang sebelumnya memberikan kritik terhadap film tersebut dapat turut menghadirkan karya bertema serupa.

"Dari 17 Agustus kemarin, karena belum ada tayangan yang serupa kan kita tahun ini. Apakah yang dulu komen bisa me-remake, bisa begini, memberi nilai dan sebagainya, ternyata tidak ada yang berkontribusi dan tidak ada tayangan film yang khusus proklamasi," tuturnya.
 


PERFIKI Buka Peluang Kolaborasi


Untuk merealisasikan proyek tersebut, Endiarto mengatakan PERFIKI terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menyadari produksi film live action membutuhkan dukungan yang lebih besar dibandingkan proses pembuatan film animasi.

"Kita terbuka kalau ada yang mau, mau PH, company, atau apa pun lah. Karena memang untuk film proklamasi ini kan banyak yang enggak mau ya karena enggak komersil, makanya kita harus berjibaku untuk mewujudkan ini sebagai bentuk apresiasi kita terhadap perfilman khusus buat 17 Agustus," ungkap Endiarto.

Endiarto menjelaskan pihaknya kini mulai menyiapkan berbagai kebutuhan produksi, termasuk mencari dukungan sponsor dan mitra untuk membantu merealisasikan proyek tersebut. Ia juga mengungkap rencana lokasi syuting yang akan dilakukan di Yogyakarta.

"Karena memang kalau real movie kan memang enggak bisa dikerjakan hanya dengan modal komputer, kan. (tertawa) Ya jadi harus butuh amunisi, butuh ini lah. Kita sudah mempersiapkan, ya kita mau distribusi ya, mau nge-tag ke beberapa pihak untuk proposal, sponsor, dan sebagainya, gitu. Rencana kan kita syutingnya di Jogja," tutupnya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA