Melansir laporan dari The Guardian pada Kamis, 2 Juli 2026, juru bicara Animaccord, Melanie Bonvicino, membantah keras tuduhan tersebut. Menurutnya, berbagai klaim yang mengaitkan serial animasi itu dengan propaganda politik tidak memiliki dasar.
“Klien saya dengan tegas menolak tuduhan palsu dan fitnah bahwa Masha and the Bear terkait dengan propaganda,” tutur Melanie.
Melanie menjelaskan, selama hampir dua dekade tayang, Masha and the Bear sendiri merupakan animasi keluarga yang telah ditayangkan di lebih dari 100 negara.
Berawal dari Sorotan Anggota Parlemen Inggris
Kontroversi ini mencuat setelah sejumlah anggota Parlemen Inggris melayangkan protes terkait beberapa elemen visual dalam serial tersebut.Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan promosi di akun resmi X (Twitter) milik Animaccord yang menampilkan karakter Masha mengenakan topi bergambar bintang merah berujung lima, disertai kalimat:
“Seorang gadis tentara sejati dengan jaring kupu-kupu! Hore, aku sekarang di militer!”
Selain itu, para anggota parlemen juga menyoroti salah satu episode yang memperlihatkan Masha mengenakan topi penjaga perbatasan Uni Soviet. Mereka menilai atribut tersebut memiliki keterkaitan historis dengan NKVD, badan polisi rahasia pada era Uni Soviet yang dikenal karena berbagai pelanggaran hak asasi manusia.
Atas dasar itu, para anggota parlemen mengirimkan surat kepada Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, untuk meminta pemerintah meninjau persoalan tersebut.
Kekhawatiran serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina dan Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, yang menilai serial tersebut berpotensi menjadi bagian dari instrumen soft power Rusia.
Animaccord Tegaskan Bersifat Independen
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Animaccord menegaskan bahwa perusahaan mereka merupakan entitas bisnis swasta yang beroperasi sesuai hukum dan tidak memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia.Studio animasi yang berkantor pusat di Siprus itu juga memastikan tidak pernah memiliki keterkaitan sama sekali dengan pemerintah Rusia.
“Serial ini tidak mengandung pesan politik, dan klaim apa pun yang menyatakan sebaliknya sama sekali tidak didukung oleh isinya,” tutup Melanie.
Pihak studio Animaccord pun berharap publik dapat menilai Masha and the Bear berdasarkan isi ceritanya sebagai serial animasi keluarga, bukan dari interpretasi politik yang berkembang di luar konteks karya tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda