Iwan Jaconiah (Foto: Dok. Iwan Jaconiah)
Iwan Jaconiah (Foto: Dok. Iwan Jaconiah)

Penyair Iwan Jaconiah Raih Penghargaan Sastra di Krimea

Hiburan sastra
Dhaifurrakhman Abas • 28 Oktober 2019 10:07
Jakarta: Penyair Indonesia, Iwan Jaconiah, meraih Diploma of Honor Award pada helatan X International Literary Festival Chekhov Autumn 2019, di Yalta, Krimea, Federasi Rusia, Kamis 24 Oktober 2019. Ini menjadi penghargaan pertama bagi Indonesia.
 
Iwan hadir sebagai peserta ke Festival Sastra Dunia Chekhov, pada 21-24 Oktober, itu lewat enam puisi hasil kurasi panitia. Puisi-puisi tersebut ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, dan Rusia.
 
Adapun keenam puisi tersebut adalah Musim Panas Terakhir (The Last Summer), Leo (Leo), Silentium (Silentium), Doa (Praying) dan Katedral St. Andrew (St. Andrew Cathedral). Selain itu dia juga membacakan puisi bertajuk Bumi (Earth).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


The Writers Union of the Republic of Crimea menilai puisi Bumi (Earth) karya Iwan dinilai paling memukau karena sangat kuat, baik dari pesan moral maupun maknanya. Selain itu, Iwan sukses membaca puisi tersebut dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Rusia dengan penuh penghayatan.
 
Selama 10 tahun penyelenggaraan Festival Sastra Chekhov, baru pertama puisi Indonesia dikumandangkan. Sehingga, membuka jalan bagi para penyair oriental untuk bisa merasakan gelora Chekhov di festival tersebut.
 
Kehadiran Iwan di ajang sastra ini juga penting mengingat penyair merupakan penjaga bahasa nasional. Selain itu, hal ini dirasa mampu meningkatkan gaung puisi Indonesia di panggung sastra dunia.
 
Festival Sastra Dunia Chekhov tahun ini digelar di Yalta, Republik Krimea, dan dihadiri lebih 100 penyair dari 12 negara. Ini meliputi Indonesia, Uni Emirat Arab, Vietnam, India, Bangladesh, Yordania, Mesir, Kuba, Serbia, Montenegro, Ukraina, dan Rusia.
 
Lewat Festival Sastra Chekhov itu, berbagai kritikus sastra, novelis, dan penyair bertemu untuk mendiskusikan pelbagai hal. Mulai dari perkembangan sastra di Asia, Afrika, Amerika, sampai Eropa.
 
Puisi-puisi para peserta yang ditulis dalam bahasa Arab, Vietnam, dan Indonesia mendapat perhatian lebih. Sehingga, dibedah dan dibaca secara khusus di X International Literary Festival Chekhov Autumn 2019. Hal ini tak lain sebagai kajian dalam perkembangan sastra oriental.
 
Adapun pemilihan Yalta sebagai tempat penyelenggara X International Literary Festival Chekhov Autumn 2019 itu dikarenakan Chekhov pernah tinggal selama lima tahun di sana. Itu adalah kota kecil yang terletak di bibir laut Hitam.
 
Dari tempat paling selatan di Rusia itu, Chekhov menulis tiga karya agung dan diadaptasi ke panggung teater. Yaitu, Lady with a Dog (1898), Three Sisters (1900), dan The Cherry Orchard (1903).
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif