Kinaryosih bersama Ibunda Engeline (Foto: Metrotvnews.com/Hany)
Kinaryosih bersama Ibunda Engeline (Foto: Metrotvnews.com/Hany)

Kak Seto Tak Setuju jika Film Engeline Dikomersialkan

Nia Deviyana • 13 Januari 2016 17:33
medcom.id, Jakarta: Rumah produksi Citra Visual Sinema akan mengangkat kisah tragis yang dialami bocah 8 tahun bernama Engeline lewat film berjudul Untuk Angeline. Namun, film tersebut banyak menuai pro dan kontra.
 
Pemerhati anak, Seto Mulyadi mendukung jalannya produksi film tersebut selama tujuannya positif. 
 
"Selama tujuannya bisa mengampanyekan antikekerasan anak, kenapa tidak? Tapi kalau tujuannya untuk bisnis, saya tidak setuju," ujar pria yang akrab disapa Kak Seto ini saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (13/1/2016). 

Yang utama, tambah Kak Seto, pihak keluarga Engeline harus memberikan izin.
 
Pria yang berprofesi sebagai psikolog anak itu juga menyarankan agar pihak terkait terus mengawasi jalannya produksi, terutama terkait konten.
 
"Kalau bisa harus ada dialog dan masukan dari pihak terkait seperti Komnas Anak, psikolog dan sebagainya. Jangan sampai konten film ini lepas dari tujuannya, yaitu mengampanyekan antikekerasan terhadap anak," tambahnya.
 
Sebelumnya diberitakan, karena proses hukum Engeline belum selesai, sang penulis skenario, Laila sengaja mengubah nama Engeline menjadi Angeline. 
 
Film yang direncanakan tayang pada April 2016 ini dibintangi Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Naomi Ivo, Roweina Umboh, Paramiha Rusady, Dewi Hughes dan Emma Waroka.
 
Selain Citra Visual Sinema, rumah produksi lain, Sonia Gandi Cinema, juga tertarik memfilmkan kehidupan Engeline.
Kedua rumah produksi ini sama-sama telah menggelar jumpa pers dan acara syukuran.
 
Sonia Gandi Cinema menggelar syukuran film di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2016. Judul film telah mereka umumkan, yakni Angeline: Inspiring of True Story Angeline.
 
Sehari kemudian, Kamis, 7 Januari 2016, rumah produksi PT Citra Visual Sinema mengumumkan pembuatan film Engeline berjudul Untuk Angeline.
 
Citra Visual Sinema bahkan langsung melakukan syuting perdana di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dengan disaksikan langsung oleh ibu kandung Engeline, Hamidah.
 
Kedua rumah produksi ini memasang aktor dan aktris versinya masing-masing.
 
Sonia Gandi Cinema melibatkan Roy Marten (Douglas, ayah angkat Engeline), Ida Zein (Margrieth Megawe), Krisna Mukti (Rosidi, ayah kandung Engeline), Andi Soraya (Hamidah, ibu kandung), Tabulok (Agus Tay Hamdamay, pembantu Margrieth), Rency Milano (Yvonne Caroline, kakak angkat Engeline), dan Sonia Gandhi (Christine, kakak angkat Engeline).
 
Sonia Gandhi akan memulai produksi film pada Februari dan bakal diluncurkan ke bioskop pada Mei 2016.
 
Ibu angkat sekaligus terdakwa pembunuh Engeline, Margriet Megawe juga menentang rencana produksi film tentang kisah hidup Engeline.
 
Melalui pengacaranya, Dion Pongkor, Margriet menyatakan keberatan.
 
Dion menyatakan, jika pembuatan film mengenai kisah hidup Engeline tetap dilakukan tanpa mendapat izin dari kliennya, maka hal itu melanggar norma sosial dan norma hukum.
 
"Kejadian yang belum terbukti di pengadilan, satu, itu dulu. Itu sudah salah. Kedua, kalau membuat film biografi tentang seseorang, harus meminta izin ke orangnya. Sekarang, dia bilang minta izin ke Hamidah (ibu kandung Engeline). Hamidah tahu apa soal Engeline? Tahu apa dia? Dia cuma melahirkan dan merawat cuma tiga hari. Yang tahu kehidupan Engeline siapa? Keluarga Margriet," ujar Dion Pongkor di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA