Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia. (Foto: Bakit Budaya Djarum Foundation)
Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia. (Foto: Bakit Budaya Djarum Foundation)

Pentas Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia Tayang Akhir Pekan Ini

Hiburan drama musikal
Cecylia Rura • 15 Mei 2020 09:58
Jakarta: Pentas musikal Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia akan disiarkan pada 16-17Mei 2020 pukul 14.00 WIB melalui YouTube Indonesia Kaya dan situs resminya. Pentas ini berlangsung pada 27-28 Mei 2011 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
 
Pentas Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia dikerjakan tim kreatif Indonesia Kita yakni Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan mendiang Djaduk Ferianto bersama Bakti Budaya Djarum Foundation. Mendiang Glenn Fredly berperan sebagai sutradara dan dalam menampilkan sejarah yang tumbuh di Maluku melalui pengolahan musik.
 
Tak hanya berbicara soal Maluku, juga tentang Indonesia. Pementasan kembali secara online Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia dilakukan dalam rangka #NontonTeaterDiRumahAja dan mengobati kerinduan terhadap sosok Glenn Fredly.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertunjukan yang ditayangkan kembali ini semoga dapat menjadi salah satu pengobat rindu bagi pecinta almarhum Glenn Fredly dan refleksi cinta warga Maluku kepada Indonesia melalui nyanyian-nyanyian serta kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Maluku," kata Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan tertulis.
 
Sejumlah seniman Maluku tampil dalam pentas Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia yakni Bing Leiwakabessy, Zeth Lekatompessy, Bob Tutupoli, Barry Likumahuwa, serta komedian Julius Bernhard atau karib disapa Om Koko.
 
Ada juga kelompok Haunesa Etnika dan Rence Alfons, Maluku Hiphop Community, Mariony Saherlawan, Muhammad Irfan dan Bengkel Sastra Maluku, Paduan Suara Effata, serta puluhan penari.
 
"Semangat untuk saling memahami rasa dan selera merupakan pintu masuk untuk terbukanya dialog kebudayaan yang lebih luas. Melalui kesenian dan kebudayaan itulah, gagasan dan ide-ide tentang Indonesia sebagai ‘Rumah Bersama’ yang terus diupayakan dan didialogkan agar Indonesia menjadi rumah yang toleran dan penuh semangat kebersamaan, saling menghormati dan menghargai," kata Butet Kartaredjasa.
 
"Filosofi tersebut tergambar dalam pementasan Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia yang saya garap di tahun 2011. Saya harap #NontonTeaterDiRumahAja dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Indonesia yang dapat meningkatkan kecintaan kepada budaya dan keanekaragaman," lanjutnya.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif