"Saya sudah 40 tahun lebih terlibat dalam dunia film. Saya termasuk yang beruntung dan bersyukur sekali, dipercaya dan terlibat dalam pembuatan lima film sejarah. Salah satunya Kartini," kata Christine dalam diskusi tentang proyek film Bumi Itu Bulat di Kemang, Senin, 11 Maret 2019.
"Buat saya, terlibat dalam pembuatan film sejarah itu sama saja merekonstruksi skenario Tuhan. (Sumber cerita) film sejarah itu bukan fiksi. Almarhum (tokoh yang diceritakan di film) adalah hamba-hamba Tuhan yang memang sudah ada dalam cerita dan skenario Tuhan," lanjut Christine.
Tjoet Nja Dhien (1986) garapan sutradara-penulis Eros Djarot adalah debut peran Christine untuk film biopik sejarah. Akting Christine sebagai Cut Nya Dhien, yang dibangun lewat riset tiga tahun, mendapat respons positif besar dan mengantarkan dia meraih Piala Citra keenam sebagai aktris terbaik.
Berikutnya, Christine bermain dalam empat film sejarah lain sebagai aktor pendukung, meliputi Sang Kiai (2016) tentang KH Hasyim Ashari, Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Kartini (2017), serta Sultan Agung: Harta, Takhta, Perjuangan (2018). Keempat film ini juga mengisahkan empat tokoh besar dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Lewat pendalaman cerita dan peran di situ, Christine menyebut dirinya semakin mengenali dan memahami hakekat Indonesia sebagai bangsa yang beragam. Keragaman yang ada sekarang adalah warisan berabad-abad perjalanan sejak era megalitikum hingga masuknya agama-agama monoteisme.
"(Lima film itu) sangat berpengaruh dalam proses perjalanan religius saya, perjalanan spiritual saya, sebagai manusia dan hamba Allah. Ternyata itu menjadi napak tilas saya sebagai warga bangsa untuk memahami apa itu Indonesia," ungkapnya
"Akhir-akhir ini saya sering mengatakan, NKRI itu bukan ciptaan founding fathers. Keberagaman NKRI itu ada lewat proses sejak zaman megalitikum, zaman batu, animisme, sampai terakhir Islam yang rahmatan lil al-amin," imbuhnya.
Wanita kelahiran 1957 ini berharap orang-orang generasi terkini ikut mengingat dan menjaga warisan keberagaman itu. Apalagi, persaudaraan hari ini kian meredup hanya karena berbeda etnis, agama, dan golongan politik.
Film terbaru Christine, Bumi Itu Bulat, mengangkat isu tentang intoleransi sebagai sorotan utama. Film ini diproduksi Robert Ronny bersama GP Ansor dan akan dirilis di bioskop pada 16 April 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News