Lukman Sardi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019. (Foto: Medcom.id/Kumara Anggita)
Lukman Sardi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019. (Foto: Medcom.id/Kumara Anggita)

Lukman Sardi Sarankan Sineas Banyak Terlibat di LSF

Hiburan lukman sardi
Cecylia Rura • 13 Juni 2019 08:00
Jakarta: Pergantian tenaga kerja pemerintah di beberapa lembaga mulai dirombak tahun ini, termasuk Lembaga Sensor Film (LSF). Lukman Sardi, aktor yang kini mulai aktif sebagai lokomotif produksi film dari belakang layar menyarankan LSF tahun ini melibatkan para ahli perfilman.
 
"Sekiranya menurut aku orang-orang film harus banyak dilibatkan karena bagaimanapun juga mereka yang tahu industrinya, perjalanannya, pergerakannya, apa yang dicari penonton, apa yang perlu dibatasi, apa tanggung jawab buat filmmaker," kata Lukman Sardi di Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
 
"Bukannya mengesampingkan kelompok masyarakat, karena bagaimanapun mereka juga bagian dari film. Aku pikir seharusnya orang-orang film itu sendiri lebih banyak terlibat di LSF," lanjut Lukman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlepas dari selisih paham beberapa rumah produksi dan LSF terkait rating usia, Lukman Sardi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018-2020 menyarankan agar ada diskusi khusus terkait pemberian rating usia pada produksi film di Indonesia.
 
"Sistem ini sudah ideal atau belum? Dalam arti kata kita harus tahu jelas alasannya kenapa. Kalau memang ini ternyata enggak bisa kayak begini, kita harus kasih masukan ke LSF, kenapa alasannya. Terjadi diskusi akhirnya ketemu di satu titik. Kalau aku lebih begitu daripada kita berteriak tapi enggak dapat solusi," jelasnya.
 
Performa tenaga LSF belakangan ini kembali tak lepas dari kritik, termasuk ketimpangan pemberian rating usia. Melansir Antaranews, tahun lalu LSF melakukan mediasi terkait film LIMA bertema Pancasila dengan lolos sensor kategori usia 17 tahun ke atas. Sempat ada diskusi panjang antara sutradara Lola Amaria dan pihak LSF, film ini lebih cocok mendapatkan 13 tahun ke atas. Namun, hasilnya LIMA tetap dengan sensor 17 tahun ke atas karena pemahaman sila pertama hanya bisa dipahami penonton berusia 17 tahun ke atas.
 
Dalam jumpa pers film Foxtrot Six pada Februari 2019, produser film Amerika Serikat Mario Kassar bersama produser MD Pictures Manoj Punjabi ikut mengeluhkan kebijakan LSF yang memberi rating usia 21 tahun ke atas untuk film mereka. Mario menilai, rating tersebut terlalu berlebihan. Manoj Punjabi ikut menimpali jika kebijakan terus seperti ini, hanya film produksi Disney yang dapat di Indonesia.
 
Saat ini, Kementertian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) membuka lowongan tenaga kerja untuk Calon Anggota LSF dan Tenaga Sensor tahun 2019. Pendaftaran dibuka sejak 22 Mei hingga 18 Juni 2019. Tenaga kerja terpilih akan melaksanakan tugas selama 4 tahun sejak dilantik.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif