Film Rumah Merah Putih (Foto: dok. Alenia Pictures)
Film Rumah Merah Putih (Foto: dok. Alenia Pictures)

Ulasan Film Rumah Merah Putih

Hiburan ulasan film Film Rumah Merah Putih
Kumara Anggita • 20 Juni 2019 14:37
Jakarta: Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen di bawah bendera Alenia Pictures kembali dengan film bertema nasionalis berjudul Rumah Merah Putih. Mengambil lokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), film Rumah Merah Putih mengangkat kisah anak-anak Indonesia yang selama ini jauh dari sorotan.
 
Alkisah, hilangnya dua kaleng cat merah putih membawa Oscar (Amori de Purivicacao) dan Varel (Petrick Rumlaklak) dalam petualangan yang mengharukan. Dua anak ini kompak bekerja keras untuk mengganti apa yang hilang.
 
Setelah uang terkumpul ternyata cat berwarna merah putih tidak ada. Mereka tetap bersikeras mendapatkannya hingga pergi ke kota karena merah dan putih adalah warna yang tak tergantikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Varel dan Oscar terus mencari cara hingga rela menempuh berkilo-kilo meter hanya untuk dua buah kaleng cat. Mirisnya, sudah jauh-jauh cat yang mereka beli salah warna.
 
Tak kenal lelah, mereka kembali lagi untuk menukarnya namun toko tersebut tutup. Perjalanan yang berat ini membuat Varel dan Oscar semakin kompak dan kritis. Tujuan yang sama membuat hubungan dua bocah asal Nusa Tenggara Timur ini semakin kuat.
 
Cara terakhir yang mereka lakukan adalah lomba panjat pinang. Dengan memenangkan perlombaan ini, semua masalah akan hilang. Oscar dan Varel pun bertekad untuk memenangkan ini. Semangat yang tak terbendung membuat Oscar sampai di puncak dan memenangkan perlombaan. Namun, dia tidak sepenuhnya beruntung di hari itu karena dia terjatuh.
 
Ulasan Film Rumah Merah Putih
Film Rumah Merah Putih (Foto: dok. Alenia Pictures)
 
Maria Lopez (Pevita Pearce), Varel, dan teman-temannya hanya bisa membawanya pulang dan di kemudian hari baru dibawa ke rumah sakit terdekat. Keterbatasan pelayanan di daerah tersebut membuat Oscar harus dibawa ke rumah sakit yang lebih besar. Sayangnya, Oscar tetap tidak bisa sembuh pulih dari lumpuh. Varel, Oscar, keluarga, dan teman-temannya patah hati. Ini menjadi titik di mana mereka tidak mampu melakukan apa-apa.
 
Suatu hari, di upacara bendera yang dihadiri oleh Oscar, Varel datang dengan jiwa patriot untuk membantu bendera yang tidak mampu berkibar penuh di atas. Varel berlari dan langsung memanjat tiang bendera tanpa pengaman dengan lincahnya. Getaran ini begitu kuat membuat orang mengabadikan aksinya dan akhirnya viral di Indonesia. Momen ini membawa membuat Varel jadi terkenal dan mendapat penghargaan.
 
Ulasan Film Rumah Merah Putih
Film Rumah Merah Putih (Foto: dok. Alenia Pictures)
 
Kisah Varel ini memang terinspirasi kisah nyata bocah pemanjat tiang bendera yang sempat viral pada tahun 2018. Namun, ide film ini sudah tercetus jauh sebelum peristiwa itu.
 
Melibatkan putra putri daerah seperti Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacai
membuat adegan terlihat begitu natural seakan Anda terjun langsung ke kehidupan NTT. Ini karena merekalah sosok yang merasakan situasi yang terjadi di daerah Indonesia Timur sehari-hari. Detail yang mereka tunjukkan akan membuat Anda cepat memahami bagaimana konteks kehidupan orang di sana.
 
Selain itu, akting dari anak-anak ini terlihat bagus. Padahal, menurut sutradara, Ari Sihasale ini adalah kali pertama mereka terjun ke dalam dunia perfilman. Ketika Anda menonton film ini, Anda akan merasakan bagaimana anak-anak ini menjiwai perannya. Semangat, kepolosan, dan kejujuran terpancar dari anak-anak ini sehingga akting jadi terlihat indah dan sesuai dengan karakter yang diperankan.
 
Nilai film ini banyak didongkrak oleh kesuksesan para pemeran asal NTT. Anda akan merasa iba, saat melihat anak kecil menangis seperti beberapa adegan yang ditunjukan oleh Oscar (Amori De Purivicacai). Ternyata betul air mata ini yang jatuh itu datang dari emosi yang kuat. Amori mengatakan bahwa untuk adegan menangis, dia akan mengingat orang tuanya yang jauh darinya saat syuting.
 
Saya suka menangis dengan mengingat orang tua karena jauh kan. Satu bulan pisah dari orang tua," tutur Amori.
 
Ulasan Film Rumah Merah Putih
Amori de Purivicacao dan Petrick Rumlaklak (Foto: Medcom/Kumara)
 
Film Rumah Merah Putih sangat tepat menampilkan gambar keindahan di spot terbaik daerah NTT di awal dan akhir film. Ini menjadi daya tarik yang membuat Anda bertanya-tanya akan ada keindahan apa lagi yang ditampilkan nantinya. Namun sayangnya, keindahan alam yang ditampilkan tidak terlalu banyak.
 
Anda akan merasakan sisi yang begitu ironis. Film ini mempromosikan keindahan alam yang sudah terberi sekaligus menunjukan kepahitan hidup di saat yang bersamaan. Sama seperti karakter yang ada, walaupun kehidupannya begitu sulit, jauh dari kata nyaman, anak-anak ini tetap memiliki hati layaknya emas. Seakan kebaikan itu pun sudah terberi dari lahir.
 
Rumah Merah Putih
 
Sutradara : Ari Sihasale
Produser : Ari Sihasale (Alenia Pictures)
Penulis : Jeremias Nyangoen
Rilis di Indonesia : 20 Juni 2019
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif