Ryan Adriandhy & Awi Suryadi (Foto: Instagram)
Ryan Adriandhy & Awi Suryadi (Foto: Instagram)

Kronologi Film Na Willa vs Danur: Serangan 'Buzzer' Hingga Klarifikasi Sutradara Awi Suryadi

Basuki Rachmat • 22 Januari 2026 14:00
Jakarta: Industri perfilman Tanah Air kini tengah berada dalam tren positif dengan melonjaknya jumlah penonton di layar lebar selama beberapa tahun terakhir. Sayangnya, memasuki awal tahun 2026, tren tersebut sedikit tercoreng oleh polemik persaingan promosi film yang dinilai kurang sehat.
 
Seperti diketahui, momen libur Lebaran Idulfitri selalu menjadi ladang emas bagi film-film yang tayang di layar lebar. Tak heran jika persaingan antarjudul yang dijadwalkan rilis saat Lebaran 2026 mulai terasa sejak jauh hari, terutama di ranah media sosial.
 
Baru-baru ini, sutradara Ryan Adriandhy mencurahkan kegelisahannya terkait fenomena promosi yang dianggap “salah lapak”. Melalui media sosial, ia menyoroti kolom komentar akun Instagram film terbarunya, Na Willa, yang justru dipenuhi ajakan promosi untuk menonton film lain.

“Mas Mbak Kakak Adik Teman-teman. Pada salah akun film apa pada nyasar?” tulis Ryan Adriandhy, dikutip pada Kamis, 22 Januari 2026.
 
Kronologi Film Na Willa vs Danur: Serangan Buzzer Hingga Klarifikasi Sutradara Awi Suryadi
 
Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan pilihan penonton, namun menyayangkan cara promosi yang dianggap tidak pada tempatnya.
 
“Mau nonton apa aja, kapan aja, bebas guys! Tapi kok di akun film saya ngajaknyaa?” lanjutnya.
Unggahan tersebut pun sontak menyedot perhatian warganet Tanah Air. Apalagi, nama Ryan Adriandhy baru-baru ini dikenal luas berkat film animasi JUMBO yang sukses besar dan mencatatkan diri sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa pada tahun 2025.
 
Tak sedikit warganet kemudian berspekulasi bahwa komentar-komentar tersebut merupakan aksi buzzer yang diduga mempromosikan film Danur: The Last Chapter, karya dari rumah produksi MD Pictures. 
 
Dugaan tersebut pun memicu perbincangan panas, bahkan sebagian warganet menyayangkan praktik promosi yang dinilai “murahan” dan tidak sportif, terlebih film Danur merupakan sekuel film horor yang sangat dinantikan pada 2026 dan telah memiliki basis penggemar yang luas.

Klarifikasi Sutradara Film Danur

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, sutradara film Danur: The Last Chapter, Awi Suryadi, memilih untuk memberikan klarifikasi secara langsung. Ia menghubungi Ryan Adriandhy melalui pesan direct message (DM) di Instagram guna meluruskan isu yang kini tengah berkembang luas di media sosial.
 
Isi percakapan tersebut kemudian dibagikan Ryan melalui akun X pribadinya. Dalam pesan itu, Awi menegaskan bahwa komentar promosi di akun film Na Willa bukan berasal dari tim Danur maupun pihak MD Pictures.
 
Kronologi Film Na Willa vs Danur: Serangan Buzzer Hingga Klarifikasi Sutradara Awi Suryadi
(Foto: dok.akun X Ryan Adriandhy @adriandhy)
 
"Hello Ryan. Saya barusan liat tweet-nya. Sayang langsung tanyakan ke tim Danur dan tim MD," tulis Awi Suryadi.
 
Awi Suryadi memastikan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas promosi tersebut.
 
"Bisa dipastikan dan dipertanggungjawabkan itu bukan dari kami atau pihak-pihak yang bersangkutan dengan kami yang melakukan hal-hal seperti itu di social media," sambungnya.

Ryan Adriandhy Hapus Unggahan di Media Sosial

Setelah menerima klarifikasi tersebut, Ryan Adriandhy pun mengambil langkah untuk meredam polemik. Ia menghapus unggahan sebelumnya dan menyampaikan penjelasan lanjutan kepada publik.
"Terima kasih Mas @awisuryadi, dan dengan klarifikasi ini, saya akan hapus post saya yang sebelumnya ya, teman-teman," tulis Ryan pada Rabu, 21 Januari 2026.
 
Ia juga menegaskan bahwa pihak produser Na Willa telah berkomunikasi dengan pihak dari rumah produksi MD Pictures.
 
"Pihak produser juga sudah berkomunikasi, bisa dipertanggungjawabkan bahwa komen-komen di akun Na Willa bukan dari teman-teman film Danur. Terima kasih, semuanya," tutupnya.
 
Sebagai informasi, film Na Willa mengangkat kisah kehidupan sehari-hari seorang anak perempuan berusia lima tahun bernama Willa yang tinggal di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an. Diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo, film ini dibintangi oleh Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan