Caleb McLaughlin (Foto: Instagram/calebmclaughlin)
Caleb McLaughlin (Foto: Instagram/calebmclaughlin)

Caleb McLaughlin Bantah Teori Conformity Gate Stranger Things 5: Itu Konyol!

Rafi Alvirtyantoro • 16 Februari 2026 13:36
Ringkasnya gini..
  • Caleb McLaughlin menegaskan teori konspirasi "Conformity Gate" di Stranger Things 5 tidak benar.
  • Caleb McLaughlin mengonfirmasi bahwa karakter Eleven benar-benar tewas di akhir musim kelima.
  • Duffer Brothers memastikan akhir serial melalui permainan D&D sudah direncanakan sejak delapan tahun lalu.
Jakarta: Aktor Caleb McLaughlin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pandangan penggemar serial Stranger Things mengenai teori Conformity Gate. Teori konspirasi yang viral tersebut meyakini bahwa akhir cerita musim kelima bukanlah realitas sesungguhnya, melainkan ilusi ciptaan Vecna.
 
Ketidakpuasan penggemar terhadap akhir serial memicu munculnya teori ini. Mereka menganggap para karakter sebenarnya masih terjebak, sementara adegan penutup hanyalah manipulasi pikiran.

Bantahan Caleb McLaughlin Terhadap Teori Konspirasi

Namun, Caleb McLaughlin menilai bahwa Conformity Gate adalah teori yang konyol. Ia menegaskan bahwa perjalanan serial garapan Duffer Brothers tersebut memang benar-benar telah usai.
 
"Awalnya, saya pikir teori Conformity Gate itu konyol," ungkap Caleb McLaughlin dikutip dari The Hollywood Reporter, pada Senin, 16 Januari 2026.

Ia memahami keinginan penggemar agar Stranger Things terus berlanjut. Namun, ia merasa perlu meluruskan ekspektasi publik yang terlalu optimistis.
 
"Saya paham orang-orang ingin bersikap optimistis karena masih menginginkan kelanjutan Stranger Things, tapi serial ini sudah selesai, teman-teman. Saya merasa perlu menegaskan bahwa perjalanan ini telah berakhir,” jelas Caleb McLaughlin.

Refleksi Perjalanan Sepuluh Tahun

Menurutnya, Stranger Things telah melewati perjalanan yang panjang dan menjadi saksi pertumbuhan para pemain dari anak-anak hingga dewasa. Caleb merasa tidak perlu ada lagi pengembangan cerita lebih lanjut.
 
“Sudah sepuluh tahun berlalu; dulu kami masih anak-anak, sekarang kami sudah dewasa sepenuhnya, dan saya rasa tidak perlu ada lagi kelanjutan tentang kami,” ucap Caleb McLaughlin.
 
Ia menyebut rasa optimisme penggemar muncul karena "nyawa" serial ini memang sengaja dibangun oleh sang kreator sejak awal.
 
"Duffer bersaudara, kreator kami yang luar biasa, ingin memberikan rasa optimisme yang memang selalu menjadi nyawa dari serial ini," kata Caleb.
 
"Jika mereka mengakhiri serial ini tanpa hal tersebut, maka Stranger Things akan kehilangan esensi sejati yang selama ini kami representasikan," lanjutnya.  

Makna Permainan D&D Sebagai Penutup

Caleb McLaughlin menjelaskan bahwa adegan terakhir di episode final, yang menampilkan para karakter utama bermain Dungeons & Dragons (D&D) di bawah arahan Mike Wheeler, diperankan oleh Finn Wolfhard, adalah penutup yang sempurna.
 
"Kami memulai musim pertama dengan bermain Dungeons & Dragons, dan kami mengakhirinya dengan cara yang sama. Kemampuan Mike dalam bercerita dan menulis (yang berakar dari D&D) adalah cara yang paling tepat untuk menutup serial ini,” tutur Caleb.
 
Ia berpendapat penggemar salah mengartikan narasi Mike mengenai Eleven, karakter yang diperankan Millie Bobby Brown.
 
"Menurut saya, orang-orang kehilangan esensi dari acara ini ketika mereka berpikir, 'Oh, akan ada kelanjutannya.' Tidak, itu hanyalah imajinasi Mike. Dia memang selalu seperti itu sejak musim pertama. Itu semua hanyalah bagian dari sebuah narasi cerita,” tambah Caleb.  

Nasib Tragis Eleven di Akhir Cerita

Caleb juga memberikan bocoran mengenai nasib Eleven yang sebenarnya di akhir episode Stranger Things Season 5. Ia memastikan karakter ikonik tersebut tidak selamat.
 
"Dia (Eleven) sudah tiada. Mohon maaf, saya rasa dia sudah menguap," ungkapnya.
 
Berakhirnya serial ini juga dikonfirmasi oleh Ross Duffer, salah satu kreator. Ia mengungkapkan bahwa ending tersebut sudah direncanakan sejak delapan tahun lalu.
 
"Cerita ini memang selalu direncanakan untuk berakhir dengan permainan D&D, lalu mereka pergi dan menutup pintu masa kecil mereka. Hal itu sudah direncanakan selama delapan tahun," ungkap Ross Duffer kepada Entertainment Weekly.
 
Matt Duffer turut menegaskan hal serupa bahwa episode terakhir tersebut adalah titik henti bagi kisah para karakter.
 
"Episode terakhir memang merupakan akhir dari kisah para karakter ini. Jadi, ini akan sangat emosional," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA