Jakarta: Lutesha kembali menjajal genre horor melalui film terbarunya berjudul Cerita Lila. Namun, bagi artis yang akrab disapa Uthe tersebut, proyek ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding film horornya yang lain.
Lutesha memerankan karakter Tari, seorang ibu yang harus menghadapi berbagai kejadian mistis setelah pindah ke rumah baru bersama putrinya. Di balik teror supranatural yang menghantui, film ini juga mengangkat konflik batin dan perjuangan emosional seorang ibu dalam melindungi anaknya.
Lutesha mengira film tersebut akan berfokus pada elemen horor seperti kebanyakan film serupa yang mengandalkan kejutan dan kemunculan sosok menyeramkan. Namun setelah membaca naskah dan mendalami karakter yang akan diperankannya, pandangannya langsung berubah.
"Awalnya saya pikir, oke film horor. Tapi pas saya baca karakternya dan ceritanya kok ini emosional sekali, ini drama banget. Dari situ aku langsung deg-degan, takut banget untuk memerankan karakter Tari," ujar Lutesha di Jakarta.
Menurut Lutesha, tantangan terbesar dalam film ini bukanlah menghadapi adegan-adegan horor, melainkan bagaimana menghadirkan sisi emosional Tari secara meyakinkan. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok ibu yang menghadapi tekanan psikologis berat akibat berbagai peristiwa yang menimpanya.
Di antara berbagai adegan yang dijalani selama proses produksi, Lutesha mengaku paling menikmati momen ketika harus memerankan adegan kesurupan. Adegan tersebut menjadi salah satu bagian paling menantang sekaligus paling berkesan baginya.
"Yang paling seru tentunya waktu adegan kesurupan. Habis (energi) setelah adegan itu. Apalagi pengambilan gambarnya berkali-kali," terangnya.
Dalam adegan tersebut, karakter Tari diceritakan dirasuki roh Rahma yang diperankan Shareefa Daanish. Situasi semakin menegangkan ketika Tari harus mengejar putrinya, Nia, yang dimainkan oleh Myesha Lin. Totalitas akting Lutesha bahkan membuat lawan mainnya benar-benar ketakutan saat proses syuting berlangsung.
Selain menguras emosi, adegan tersebut juga menuntut kesiapan fisik yang tidak ringan. Lutesha harus berlari sambil mengenakan body rig, perangkat kamera khusus yang dipasang langsung pada tubuh pemain untuk menghasilkan sudut pengambilan gambar tertentu.
"Jadi aku harus lari tapi kameranya cukup berat, berapa kilo itu nempel di badan aku, dan itu harus tek-tokan sama anak kamera," kenang Lutesha.
Ia menjelaskan bahwa adegan tersebut membutuhkan koordinasi yang sangat detail antara pemain dan kru kamera. Setiap gerakan harus dilakukan secara presisi agar hasil visual sesuai dengan kebutuhan cerita dan arahan sutradara.
Intensitas syuting yang tinggi juga memberikan dampak pada kondisi fisiknya. Berbagai adegan yang dipenuhi teriakan dan ekspresi ekstrem membuat suaranya sempat hilang selama proses produksi berlangsung. Meski demikian, Lutesha mengaku tetap menikmati seluruh proses yang dijalani.
Cerita Lila sendiri merupakan film adaptasi dari kisah yang berasal dari video penelusuran Diary Mistery Sara milik Sara Wijayanto. Film ini mengisahkan Lila, arwah seorang gadis kecil yang masih terikat dengan masa lalunya dan terus mencari saudari kembarnya yang hilang, Lili.
Kisah mulai berkembang ketika Nia dan ibunya, Tari, pindah ke rumah yang menjadi tempat keberadaan Lila. Pertemanan yang terjalin antara Lila dan Nia perlahan membuka misteri lama yang selama ini tersembunyi.
Ancaman semakin besar saat sosok Rahma mulai hadir dan membahayakan keselamatan mereka. Dalam upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi masa lalu, Nia kemudian meminta bantuan Sara Wijayanto dan Wisnu Hardana untuk menelusuri misteri yang menyelimuti rumah tersebut.
Cerita Lila bakal tayang di bioskop pada 18 Juni 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan